<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rekaman CCTV Kasus Meninggalnya Afif Terhapus, Kapolda Sumbar Ungkap Penyebabnya</title><description>Baru-baru ini publik dikejutkan dengan kabar CCTV yang merekam peristiwa meninggalnya Afif Maulana yang diduga dianiaya polisi, terhapus.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/02/340/3028674/rekaman-cctv-kasus-meninggalnya-afif-terhapus-kapolda-sumbar-ungkap-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/02/340/3028674/rekaman-cctv-kasus-meninggalnya-afif-terhapus-kapolda-sumbar-ungkap-penyebabnya"/><item><title>Rekaman CCTV Kasus Meninggalnya Afif Terhapus, Kapolda Sumbar Ungkap Penyebabnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/02/340/3028674/rekaman-cctv-kasus-meninggalnya-afif-terhapus-kapolda-sumbar-ungkap-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/02/340/3028674/rekaman-cctv-kasus-meninggalnya-afif-terhapus-kapolda-sumbar-ungkap-penyebabnya</guid><pubDate>Selasa 02 Juli 2024 05:01 WIB</pubDate><dc:creator>Budi Sunandar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/02/340/3028674/rekaman-cctv-kasus-meninggalnya-afif-terhapus-kapolda-sumbar-ungkap-penyebabnya-wq6tgYocwc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Konferensi pers terkait kematian Afif Maulana di Polda Sumbar (Foto : iNews/Budi S)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/02/340/3028674/rekaman-cctv-kasus-meninggalnya-afif-terhapus-kapolda-sumbar-ungkap-penyebabnya-wq6tgYocwc.jpg</image><title>Konferensi pers terkait kematian Afif Maulana di Polda Sumbar (Foto : iNews/Budi S)</title></images><description>PADANG - Baru-baru ini publik dikejutkan dengan kabar CCTV yang merekam peristiwa meninggalnya Afif Maulana yang diduga dianiaya polisi, terhapus.

Kabar itu diungkapkan oleh Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Suharyono kepada awak media.


BACA JUGA:
Petugas Damkar Keluarkan Cincin dan Gelang dari Tangan ODGJ yang Sudah Bengkak


Selain itu, Kapolda juga mengatakan terhapusnya rekaman CCTV di Polsek Kuranji karena waktu penyimpanan otomatis pada kamera pengintai tersebut.

&quot;CCTV Polsek Kuranji tak mengalami kerusakan,&quot; ujar Irjen Pol Suharyono,Senin (1/7/2024).


BACA JUGA:
 Usai Sambangi Komnas HAM, Keluarga Sepakat Gelar Ekshumasi Jenazah Afif Maulana


Hal tersebut disampaikannya mengenai kasus seorang siswa SMP Afif Maulana yang ditemukan meninggal di bawah jembatan batang Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat pada pres rilis bersama wartawan di Mapolda Sumbar.

Dari penelusuran ahli, rekaman CCTV tersebut hanya bisa terdeteksi hingga 13 Juni, sedangkan peristiwa terjadi pada 9 Juni 2024. Rekaman sebelum tanggal 13 Juni sudah terhapus otomatis.Irjen Pol Suharyono menuturkan, tim IT menyatakan hardisk kamera CCTV tersebut berkapasitas 1 terabyte dengan waktu penyimpanan maksimal 11 hari.

Data yang terekam hingga 13 Juni tidak terbaca lagi di memori CCTV.</description><content:encoded>PADANG - Baru-baru ini publik dikejutkan dengan kabar CCTV yang merekam peristiwa meninggalnya Afif Maulana yang diduga dianiaya polisi, terhapus.

Kabar itu diungkapkan oleh Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Suharyono kepada awak media.


BACA JUGA:
Petugas Damkar Keluarkan Cincin dan Gelang dari Tangan ODGJ yang Sudah Bengkak


Selain itu, Kapolda juga mengatakan terhapusnya rekaman CCTV di Polsek Kuranji karena waktu penyimpanan otomatis pada kamera pengintai tersebut.

&quot;CCTV Polsek Kuranji tak mengalami kerusakan,&quot; ujar Irjen Pol Suharyono,Senin (1/7/2024).


BACA JUGA:
 Usai Sambangi Komnas HAM, Keluarga Sepakat Gelar Ekshumasi Jenazah Afif Maulana


Hal tersebut disampaikannya mengenai kasus seorang siswa SMP Afif Maulana yang ditemukan meninggal di bawah jembatan batang Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat pada pres rilis bersama wartawan di Mapolda Sumbar.

Dari penelusuran ahli, rekaman CCTV tersebut hanya bisa terdeteksi hingga 13 Juni, sedangkan peristiwa terjadi pada 9 Juni 2024. Rekaman sebelum tanggal 13 Juni sudah terhapus otomatis.Irjen Pol Suharyono menuturkan, tim IT menyatakan hardisk kamera CCTV tersebut berkapasitas 1 terabyte dengan waktu penyimpanan maksimal 11 hari.

Data yang terekam hingga 13 Juni tidak terbaca lagi di memori CCTV.</content:encoded></item></channel></rss>
