<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> KPK Perkenalkan Sistem Manifest Domestic, Cegah Aksi Timbun dan Penyelundupan di Pelabuhan   </title><description>Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan, memiliki sistem baru dalam tata kelola pelabuhan yang disebut Manifest Domestic.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/03/337/3029127/kpk-perkenalkan-sistem-manifest-domestic-cegah-aksi-timbun-dan-penyelundupan-di-pelabuhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/03/337/3029127/kpk-perkenalkan-sistem-manifest-domestic-cegah-aksi-timbun-dan-penyelundupan-di-pelabuhan"/><item><title> KPK Perkenalkan Sistem Manifest Domestic, Cegah Aksi Timbun dan Penyelundupan di Pelabuhan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/03/337/3029127/kpk-perkenalkan-sistem-manifest-domestic-cegah-aksi-timbun-dan-penyelundupan-di-pelabuhan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/03/337/3029127/kpk-perkenalkan-sistem-manifest-domestic-cegah-aksi-timbun-dan-penyelundupan-di-pelabuhan</guid><pubDate>Rabu 03 Juli 2024 06:07 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/03/337/3029127/kpk-perkenalkan-sistem-manifest-domestic-cegah-aksi-timbun-dan-penyelundupan-di-pelabuhan-q8cygfEnjG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan (foto: dok MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/03/337/3029127/kpk-perkenalkan-sistem-manifest-domestic-cegah-aksi-timbun-dan-penyelundupan-di-pelabuhan-q8cygfEnjG.jpg</image><title>Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan (foto: dok MPI)</title></images><description>
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan, memiliki sistem baru dalam tata kelola pelabuhan yang disebut Manifest Domestic.

Hal itu sebagaimana disampaikan Deputi  Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan dalam diskusi Perbaikan Tata Kelola Pelabuhan.


&quot;Capaian berikutnya yang kita pikir selama negara kita berdiri yang belum pernah ada adalah manifest domestic antar pulau,&quot; kata Pahala di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (2/7/2024).

BACA JUGA:
 Pimpinan KPK Sebut Koordinasi Tak Berjalan Baik, Ini Tanggapan Polri&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Pahala menjelang, sistem tersebut nantinya mengawasi setiap kegiatan ekspor di setiap pulau. Kegiatan pengiriman jalur laut pun nantinya akan terpantau melalui Manifest Domestic.


&quot;Jadi kalau orang mau nimbun mau nyelundup sekarang di negara Indonesia sudah dimonitor pergerakannya,&quot; ujarnya.


&quot;Sekarang dengan manifest domestic wajib semua isi manifest termasuk antar pulau,&quot; pungkasnya.

BACA JUGA:
KPK Sita Rp22 Miliar Milik Eks Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin
</description><content:encoded>
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan, memiliki sistem baru dalam tata kelola pelabuhan yang disebut Manifest Domestic.

Hal itu sebagaimana disampaikan Deputi  Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan dalam diskusi Perbaikan Tata Kelola Pelabuhan.


&quot;Capaian berikutnya yang kita pikir selama negara kita berdiri yang belum pernah ada adalah manifest domestic antar pulau,&quot; kata Pahala di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (2/7/2024).

BACA JUGA:
 Pimpinan KPK Sebut Koordinasi Tak Berjalan Baik, Ini Tanggapan Polri&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Pahala menjelang, sistem tersebut nantinya mengawasi setiap kegiatan ekspor di setiap pulau. Kegiatan pengiriman jalur laut pun nantinya akan terpantau melalui Manifest Domestic.


&quot;Jadi kalau orang mau nimbun mau nyelundup sekarang di negara Indonesia sudah dimonitor pergerakannya,&quot; ujarnya.


&quot;Sekarang dengan manifest domestic wajib semua isi manifest termasuk antar pulau,&quot; pungkasnya.

BACA JUGA:
KPK Sita Rp22 Miliar Milik Eks Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin
</content:encoded></item></channel></rss>
