<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri dan Kejagung Bantah Tutup Pintu Koordinasi, KPK: Itu Adalah Komitmen</title><description>Diketahui mencuatnya kabar penutupan koordinasi itu disampaikan oleh Ketua Sementara KPK, Nawawi Pomolango.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/03/337/3029358/polri-dan-kejagung-bantah-tutup-pintu-koordinasi-kpk-itu-adalah-komitmen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/03/337/3029358/polri-dan-kejagung-bantah-tutup-pintu-koordinasi-kpk-itu-adalah-komitmen"/><item><title>Polri dan Kejagung Bantah Tutup Pintu Koordinasi, KPK: Itu Adalah Komitmen</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/03/337/3029358/polri-dan-kejagung-bantah-tutup-pintu-koordinasi-kpk-itu-adalah-komitmen</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/03/337/3029358/polri-dan-kejagung-bantah-tutup-pintu-koordinasi-kpk-itu-adalah-komitmen</guid><pubDate>Rabu 03 Juli 2024 14:45 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/03/337/3029358/polri-dan-kejagung-bantah-tutup-pintu-koordinasi-kpk-itu-adalah-komitmen-Kdll67Elix.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/03/337/3029358/polri-dan-kejagung-bantah-tutup-pintu-koordinasi-kpk-itu-adalah-komitmen-Kdll67Elix.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wMi8xLzE4MjM4NS81L3g5MWJyaHE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron menyambut baik bantahan Polri dan Kejagung yang menyatakan tidak menutup pintu koordinasi dengan pihaknya.
Diketahui mencuatnya kabar penutupan koordinasi itu disampaikan oleh Ketua Sementara KPK, Nawawi Pomolango.
Ghufron menilai, bantahan yang disampaikan dua institusi penegakan hukum itu merupakan sebuah komitmen.

BACA JUGA:
Soroti Loyalitas Ganda Pegawai KPK, Nurul Ghufron: Masalah yang Perlu Diselesaikan

&quot;Ya bukan cuma Kejaksaan kayaknya yang sudah memberikan respons, juga kepolisian. Saya bersyukur, artinya itu adalah komitmen,&quot; kata Ghufron saat ditemui di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (3/7/2024).

BACA JUGA:
 Tak Permasalahkan Jumlah Pendaftar Capim-Dewas, KPK: yang Penting Kualitas

&quot;Dan tentu kami akan tindak lanjuti bahwa beliau menyampaikan tidak ada kendala dalam proses koordinasi maupun supervisi baik ke Kepolisian ataupun Kejaksaan dalam pemberantasan korupsi,&quot; sambungnya.
Diberitakan sebelumnya, Ketua sementara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango mengakui pihaknya mengalami permasalahan hubungan kelembagaan dengan Polri dan Kejakaaan Agung (Kejagung).
Hal itu diungkapkan Nawawi saat rapat kerja (raker) bersama Komisi III DPR RI, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (1/7/2024).Mulanya, Nawawi usai menjelaskan capaian kinerja KPK sepanjang 2024. Kemudian, ia mengaku ada permasalahan dalam pelaksanaan koordinasi dan supervisi yang dialami KPK.

Salah satunya, kata Nawawi, masih minimnya kepala daerah dalam memberantas korupsi. Hal itu ditujukan lantaran masih banyaknya kasus tindak pidana korupsi (TPK) di daerah.

&quot;Komitmen kepala daerah dalam pemberantasan korupsi yang ditunjukan masih banyaknya TPK di daerah,&quot; tutur Nawawi.

Selain itu, Nawawi juga mengaku ada masalah hubungan kelembagaan dengan Polri dan Kejagung yang dialami pihaknya. Namun, ia tak menjelaskan detil masalah tersebut.

&quot;Selanjutnya permasalahan lain yang perlu kami sampaikan juga adalah hubungan kelembagaan antara KPK, Polri dan Kejaksaan,&quot; ungkap Nawawi.





</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wMi8xLzE4MjM4NS81L3g5MWJyaHE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron menyambut baik bantahan Polri dan Kejagung yang menyatakan tidak menutup pintu koordinasi dengan pihaknya.
Diketahui mencuatnya kabar penutupan koordinasi itu disampaikan oleh Ketua Sementara KPK, Nawawi Pomolango.
Ghufron menilai, bantahan yang disampaikan dua institusi penegakan hukum itu merupakan sebuah komitmen.

BACA JUGA:
Soroti Loyalitas Ganda Pegawai KPK, Nurul Ghufron: Masalah yang Perlu Diselesaikan

&quot;Ya bukan cuma Kejaksaan kayaknya yang sudah memberikan respons, juga kepolisian. Saya bersyukur, artinya itu adalah komitmen,&quot; kata Ghufron saat ditemui di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (3/7/2024).

BACA JUGA:
 Tak Permasalahkan Jumlah Pendaftar Capim-Dewas, KPK: yang Penting Kualitas

&quot;Dan tentu kami akan tindak lanjuti bahwa beliau menyampaikan tidak ada kendala dalam proses koordinasi maupun supervisi baik ke Kepolisian ataupun Kejaksaan dalam pemberantasan korupsi,&quot; sambungnya.
Diberitakan sebelumnya, Ketua sementara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango mengakui pihaknya mengalami permasalahan hubungan kelembagaan dengan Polri dan Kejakaaan Agung (Kejagung).
Hal itu diungkapkan Nawawi saat rapat kerja (raker) bersama Komisi III DPR RI, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (1/7/2024).Mulanya, Nawawi usai menjelaskan capaian kinerja KPK sepanjang 2024. Kemudian, ia mengaku ada permasalahan dalam pelaksanaan koordinasi dan supervisi yang dialami KPK.

Salah satunya, kata Nawawi, masih minimnya kepala daerah dalam memberantas korupsi. Hal itu ditujukan lantaran masih banyaknya kasus tindak pidana korupsi (TPK) di daerah.

&quot;Komitmen kepala daerah dalam pemberantasan korupsi yang ditunjukan masih banyaknya TPK di daerah,&quot; tutur Nawawi.

Selain itu, Nawawi juga mengaku ada masalah hubungan kelembagaan dengan Polri dan Kejagung yang dialami pihaknya. Namun, ia tak menjelaskan detil masalah tersebut.

&quot;Selanjutnya permasalahan lain yang perlu kami sampaikan juga adalah hubungan kelembagaan antara KPK, Polri dan Kejaksaan,&quot; ungkap Nawawi.





</content:encoded></item></channel></rss>
