<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pecat Ketua KPU, Ini Kesimpulan dan Putusan DKPP Lengkap </title><description>Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) resmi menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada Ketua KPU Hasyim Asy'ari.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/03/337/3029475/pecat-ketua-kpu-ini-kesimpulan-dan-putusan-dkpp-lengkap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/03/337/3029475/pecat-ketua-kpu-ini-kesimpulan-dan-putusan-dkpp-lengkap"/><item><title>Pecat Ketua KPU, Ini Kesimpulan dan Putusan DKPP Lengkap </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/03/337/3029475/pecat-ketua-kpu-ini-kesimpulan-dan-putusan-dkpp-lengkap</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/03/337/3029475/pecat-ketua-kpu-ini-kesimpulan-dan-putusan-dkpp-lengkap</guid><pubDate>Rabu 03 Juli 2024 18:34 WIB</pubDate><dc:creator>Maruf El Rumi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/03/337/3029475/pecat-ketua-kpu-ini-kesimpulan-dan-putusan-dkpp-lengkap-nEDSdnQIoD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggota DKPP membacakan putusan sidang etik Ketua KPU Hasyim As'yari. (Foto: Tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/03/337/3029475/pecat-ketua-kpu-ini-kesimpulan-dan-putusan-dkpp-lengkap-nEDSdnQIoD.jpg</image><title>Anggota DKPP membacakan putusan sidang etik Ketua KPU Hasyim As'yari. (Foto: Tangkapan layar)</title></images><description>JAKARTA - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) resmi menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari. Putusan itu dibacakan dalam sidang yang dilakukan, Rabu (3/7/2024) kemarin.
Keputusan tersebut tertuang dalam 65 lembar halaman, yang dibacakan secara bergantian oleh enam Anggota DKPP, yakni Heddy Lugito selaku Ketua merangkap Anggota, J. Kristiadi, Ratna Dewi Pettalolo, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, Muhammad Tio Aliansyah, dan Lolly Suhenty.
Dalam sidang putusan tersebut, DKPP dalam sidang putusan terkait perkara dugaan tindak asusila yang dilakukan Hasyim Asya'ri terhadap anggota PPLN Den Haag, Belanda. Dalam putusannya, DKPP mengabulkan seluruh permohonan dari pengadu.


BACA JUGA:
Dipecat DKPP, Ketua KPU Ucapkan Alhamdulillah dan Terima Kasih&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Berikut Kesimpulan dan Putusan DKPP seperti yang tertera dalam Salinan Putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu.
KESIMPULAN
Berdasarkan penilaian atas fakta persidangan sebagaimana diuraikan di atas, setelah memeriksa keterangan Pengadu, jawaban dan keterangan Teradu, membaca dan mempelajari Kesimpulan Tertulis Pengadu dan Teradu, membaca dan mendengar keterangan Saksi Ahli Pengadu, memeriksa dan mendengar keterangan Pihak Terkait dan memeriksa bukti-bukti dokumen yang disampaikan Pengadu, Teradu dan Pihak Terkait, DKPP menyimpulkan bahwa:[5.1] DKPP berwenang mengadili pengaduan Pengadu;
[5.2] Pengadu memiliki kedudukan hukum (legal standing) untuk mengajukan pengaduan a quo;
&amp;nbsp;[5.3] Teradu terbukti melakukan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku&amp;nbsp;Penyelenggara Pemilu;
Berdasarkan pertimbangan dan kesimpulan tersebut di atas,

BACA JUGA:
Ketua KPU Hasyim Asyari Dipecat, Pemerintah Pastikan Pilkada 2024 Tetap Berlangsung Sesuai Jadwal

MEMUTUSKAN
1. Mengabulkan pengaduan Pengadu untuk seluruhnya;
2. Menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tetap kepada Teradu Hasyim Asy&amp;rsquo;ari selaku Ketua merangkap Anggota Komisi Pemilihan Umum terhitung sejak Putusan ini dibacakan;
&amp;nbsp;3. Presiden Republik Indonesia untuk melaksanakan putusan ini paling lama 7 (tujuh) hari sejak Putusan ini dibacakan; dan
&amp;nbsp;4. Memerintahkan Badan Pengawas Pemilihan Umum untuk mengawasi pelaksanaan Putusan ini.</description><content:encoded>JAKARTA - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) resmi menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari. Putusan itu dibacakan dalam sidang yang dilakukan, Rabu (3/7/2024) kemarin.
Keputusan tersebut tertuang dalam 65 lembar halaman, yang dibacakan secara bergantian oleh enam Anggota DKPP, yakni Heddy Lugito selaku Ketua merangkap Anggota, J. Kristiadi, Ratna Dewi Pettalolo, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, Muhammad Tio Aliansyah, dan Lolly Suhenty.
Dalam sidang putusan tersebut, DKPP dalam sidang putusan terkait perkara dugaan tindak asusila yang dilakukan Hasyim Asya'ri terhadap anggota PPLN Den Haag, Belanda. Dalam putusannya, DKPP mengabulkan seluruh permohonan dari pengadu.


BACA JUGA:
Dipecat DKPP, Ketua KPU Ucapkan Alhamdulillah dan Terima Kasih&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Berikut Kesimpulan dan Putusan DKPP seperti yang tertera dalam Salinan Putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu.
KESIMPULAN
Berdasarkan penilaian atas fakta persidangan sebagaimana diuraikan di atas, setelah memeriksa keterangan Pengadu, jawaban dan keterangan Teradu, membaca dan mempelajari Kesimpulan Tertulis Pengadu dan Teradu, membaca dan mendengar keterangan Saksi Ahli Pengadu, memeriksa dan mendengar keterangan Pihak Terkait dan memeriksa bukti-bukti dokumen yang disampaikan Pengadu, Teradu dan Pihak Terkait, DKPP menyimpulkan bahwa:[5.1] DKPP berwenang mengadili pengaduan Pengadu;
[5.2] Pengadu memiliki kedudukan hukum (legal standing) untuk mengajukan pengaduan a quo;
&amp;nbsp;[5.3] Teradu terbukti melakukan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku&amp;nbsp;Penyelenggara Pemilu;
Berdasarkan pertimbangan dan kesimpulan tersebut di atas,

BACA JUGA:
Ketua KPU Hasyim Asyari Dipecat, Pemerintah Pastikan Pilkada 2024 Tetap Berlangsung Sesuai Jadwal

MEMUTUSKAN
1. Mengabulkan pengaduan Pengadu untuk seluruhnya;
2. Menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tetap kepada Teradu Hasyim Asy&amp;rsquo;ari selaku Ketua merangkap Anggota Komisi Pemilihan Umum terhitung sejak Putusan ini dibacakan;
&amp;nbsp;3. Presiden Republik Indonesia untuk melaksanakan putusan ini paling lama 7 (tujuh) hari sejak Putusan ini dibacakan; dan
&amp;nbsp;4. Memerintahkan Badan Pengawas Pemilihan Umum untuk mengawasi pelaksanaan Putusan ini.</content:encoded></item></channel></rss>
