<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketua KPU Dipecat DKPP Imbas Kasus Asusila, Istana: Presiden Segera Ambil Keputusan</title><description>Istana memamastikan Jokowi sudah mengetahui keputusan pemecetan Hasyim Asy&amp;rsquo;ari.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/03/337/3029590/ketua-kpu-dipecat-dkpp-imbas-kasus-asusila-istana-presiden-segera-ambil-keputusan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/03/337/3029590/ketua-kpu-dipecat-dkpp-imbas-kasus-asusila-istana-presiden-segera-ambil-keputusan"/><item><title>Ketua KPU Dipecat DKPP Imbas Kasus Asusila, Istana: Presiden Segera Ambil Keputusan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/03/337/3029590/ketua-kpu-dipecat-dkpp-imbas-kasus-asusila-istana-presiden-segera-ambil-keputusan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/03/337/3029590/ketua-kpu-dipecat-dkpp-imbas-kasus-asusila-istana-presiden-segera-ambil-keputusan</guid><pubDate>Rabu 03 Juli 2024 23:16 WIB</pubDate><dc:creator>Annastasya Rizqa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/03/337/3029590/ketua-kpu-dipecat-dkpp-imbas-kasus-asusila-istana-presiden-segera-ambil-keputusan-X9r8Iuvp9i.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua KPU Hasyim Asy'ari. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/03/337/3029590/ketua-kpu-dipecat-dkpp-imbas-kasus-asusila-istana-presiden-segera-ambil-keputusan-X9r8Iuvp9i.jpeg</image><title>Ketua KPU Hasyim Asy'ari. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wMy8xLzE4MjQ2OS81L3g5MWc3czY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) resmi memberhentikan Hasyim Asy&amp;rsquo;ari sebagai ketua merangkap anggota KPU usai terbukti melakukan pelecehan seksual. Dalam keputusan ini, DKPP juga meminta Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ntuk menindaklanjuti keputusan itu dan segera mencari pengganti Ketua KPU dalam waktu 7 hari.

Menanggapi hal ini, Ali Mochtar Ngabalin selaku Tenaga Ahli Utama KSP memamastikan Jokowi sudah mengetahui keputusan pemecetan Hasyim Asy&amp;rsquo;ari.

BACA JUGA:
DKPP Ungkap Ketua KPU Hasyim Asyari Paksa Anggota PPLN Den Haag Berhubungan Badan

&amp;ldquo;Saya ikuti tadi di kantor kemudian di Istana, dan pasti Bapak Presiden mengikuti keputusan ini,&amp;rdquo; ungkap Ngabalin dalam kanal YouTube Official iNews, Rabu (3/7/2024).
Ngabalin menjelaskan pemerintah menghormati keputusan DKPP untuk memberhentikan Hasyim imbas kasus pelecehan seksual yang menimpanya. Ia juga menjelaskan Presiden Jokowi akan segera mengeluarkan putusan terkait pemberhentian Ketua KPU ini.

BACA JUGA:
Pecat Ketua KPU, Ini Kesimpulan dan Putusan DKPP Lengkap&amp;nbsp;

&amp;ldquo;Jadi ini adalah sesuatu yang dihormati ya. Pemerintah menghormati keputusan ini dan karena itu, saya ingin menyampaikan bahwa (dalam) waktu yang tidak terlalu lama akan diputuskan oleh Presiden,&amp;rdquo; jelas Ngabali.

&amp;ldquo;Kami-kami lah yang akan menyampaikan perkembangan mutahir (kepada Presiden). Pasti akan disampaikan,&amp;rdquo; tambahnya.Dalam putusannya, DKPP mengabulkan seluruh permohonan dari pengadu. Diungkap pula bahwa Jokowi diminta untuk segera memberhentikan Hasyim Asy&amp;rsquo;ari dan mencari penggantinya dalam kurun waktu 7 hari ke depan.



&amp;ldquo;Presiden Republik Indonesia untuk melaksanakan putusan ini paling lama 7 hari sejak putusan ini dibacakan,&quot; kata Ketua Majelis DKPP Heddy Lugito dalam membacakan putusannya di ruang sidang Utama DKPP, Jakarta, Rabu (3/7/2024).

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wMy8xLzE4MjQ2OS81L3g5MWc3czY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) resmi memberhentikan Hasyim Asy&amp;rsquo;ari sebagai ketua merangkap anggota KPU usai terbukti melakukan pelecehan seksual. Dalam keputusan ini, DKPP juga meminta Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ntuk menindaklanjuti keputusan itu dan segera mencari pengganti Ketua KPU dalam waktu 7 hari.

Menanggapi hal ini, Ali Mochtar Ngabalin selaku Tenaga Ahli Utama KSP memamastikan Jokowi sudah mengetahui keputusan pemecetan Hasyim Asy&amp;rsquo;ari.

BACA JUGA:
DKPP Ungkap Ketua KPU Hasyim Asyari Paksa Anggota PPLN Den Haag Berhubungan Badan

&amp;ldquo;Saya ikuti tadi di kantor kemudian di Istana, dan pasti Bapak Presiden mengikuti keputusan ini,&amp;rdquo; ungkap Ngabalin dalam kanal YouTube Official iNews, Rabu (3/7/2024).
Ngabalin menjelaskan pemerintah menghormati keputusan DKPP untuk memberhentikan Hasyim imbas kasus pelecehan seksual yang menimpanya. Ia juga menjelaskan Presiden Jokowi akan segera mengeluarkan putusan terkait pemberhentian Ketua KPU ini.

BACA JUGA:
Pecat Ketua KPU, Ini Kesimpulan dan Putusan DKPP Lengkap&amp;nbsp;

&amp;ldquo;Jadi ini adalah sesuatu yang dihormati ya. Pemerintah menghormati keputusan ini dan karena itu, saya ingin menyampaikan bahwa (dalam) waktu yang tidak terlalu lama akan diputuskan oleh Presiden,&amp;rdquo; jelas Ngabali.

&amp;ldquo;Kami-kami lah yang akan menyampaikan perkembangan mutahir (kepada Presiden). Pasti akan disampaikan,&amp;rdquo; tambahnya.Dalam putusannya, DKPP mengabulkan seluruh permohonan dari pengadu. Diungkap pula bahwa Jokowi diminta untuk segera memberhentikan Hasyim Asy&amp;rsquo;ari dan mencari penggantinya dalam kurun waktu 7 hari ke depan.



&amp;ldquo;Presiden Republik Indonesia untuk melaksanakan putusan ini paling lama 7 hari sejak putusan ini dibacakan,&quot; kata Ketua Majelis DKPP Heddy Lugito dalam membacakan putusannya di ruang sidang Utama DKPP, Jakarta, Rabu (3/7/2024).

</content:encoded></item></channel></rss>
