<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penemuan Mayat Pria Dikerubungi Semut di Sukabumi Gegerkan Warga</title><description>Jasad Pria dengan wajah dikerumuni semut besar gegerkan warga Dusun Anggayuda, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/03/525/3029574/penemuan-mayat-pria-dikerubungi-semut-di-sukabumi-gegerkan-warga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/03/525/3029574/penemuan-mayat-pria-dikerubungi-semut-di-sukabumi-gegerkan-warga"/><item><title>Penemuan Mayat Pria Dikerubungi Semut di Sukabumi Gegerkan Warga</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/03/525/3029574/penemuan-mayat-pria-dikerubungi-semut-di-sukabumi-gegerkan-warga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/03/525/3029574/penemuan-mayat-pria-dikerubungi-semut-di-sukabumi-gegerkan-warga</guid><pubDate>Rabu 03 Juli 2024 22:06 WIB</pubDate><dc:creator>Ilham Nugraha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/03/525/3029574/penemuan-mayat-pria-dikerumuni-semut-di-sukabumi-gegerkan-warga-2UnNdwjshU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi mayat (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/03/525/3029574/penemuan-mayat-pria-dikerumuni-semut-di-sukabumi-gegerkan-warga-2UnNdwjshU.jpg</image><title>Ilustrasi mayat (Foto: Freepik)</title></images><description>SUKABUMI - Jasad Pria dengan wajah dikerumuni semut besar gegerkan warga Dusun Anggayuda, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (3/7/2024).
Jasad tanpa identitas mengenakan jaket hitam, kemeja kotak abu dan celana jeans panjang tanpa alas kaki, ditemukan tergeletak di sebuah gubuk bambu sekitar pukul 10.30 WIB oleh warga yang sedang berkebun di sekitar lokasi.

BACA JUGA:
Sidang Praperadilan Pegi Setiawan, Saksi Ahli: Saya Bukan Menyudutkan Penyidik Polda Jabar

Kepala Desa Pamuruyan, Ujang Syarif Hidayat, melalui Kasi Kesos Andriana, menjelaskan bahwa penemuan jasad tersebut mengejutkan warga sekitar karena tidak ada yang mengenali korban.
&quot;Warga yang sedang berkebun menemukan mayat tersebut sekitar pukul 10.30 WIB. Mereka tidak mengenal orang itu, dan biasanya tidak ada yang tinggal di gubuk tersebut kecuali pemilik kebun,&quot; ujar Andriana.

BACA JUGA:
Hujan Deras dan Pohon Tumbang, Lalu Lintas Kuningan Jaksel Macet&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Andriana menyebut jasad  tersebut berjenis kelamin laki-laki, dengan usia sekitar 50 tahun ke atas. Saat itu, kondisi mayat ditemukan dalam posisi terlentang, dengan mulut menganga, dan wajah dipenuhi oleh semut-semut besar.
&quot;Mayat ditemukan dalam kondisi terlentang, mulut menganga, dan wajah dipenuhi semut-semut besar. Sudah disebar ke tiap-tiap RW dan warga sekitar, tetapi tidak ada yang mengenali mayat tersebut,&quot; tambah Andriana.Setelah itu, jasad dibawa ke RSUD Sekarwangi menggunakan ambulans Desa Pamuruyan untuk diidentifikasi lebih lanjut.
&quot;Evakuasi dilakukan oleh Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPBD, pihak desa, dan masyarakat. Mayat langsung dibawa ke RSUD Sekarwangi untuk diidentifikasi lebih lanjut oleh pihak kepolisian,&quot; jelas Andriana.

BACA JUGA:
Barbuk Pabrik Narkoba Terbesar Indonesia di Malang Senilai Rp143 Miliar

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban dan penyebab kematiannya. Identifikasi jasad akan dilakukan di rumah sakit untuk mendapatkan informasi lebih lengkap.
&quot;Kami masih menunggu hasil identifikasi dari pihak kepolisian dan rumah sakit untuk mengetahui identitas korban dan penyebab kematiannya,&quot; tutup Andriana.</description><content:encoded>SUKABUMI - Jasad Pria dengan wajah dikerumuni semut besar gegerkan warga Dusun Anggayuda, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (3/7/2024).
Jasad tanpa identitas mengenakan jaket hitam, kemeja kotak abu dan celana jeans panjang tanpa alas kaki, ditemukan tergeletak di sebuah gubuk bambu sekitar pukul 10.30 WIB oleh warga yang sedang berkebun di sekitar lokasi.

BACA JUGA:
Sidang Praperadilan Pegi Setiawan, Saksi Ahli: Saya Bukan Menyudutkan Penyidik Polda Jabar

Kepala Desa Pamuruyan, Ujang Syarif Hidayat, melalui Kasi Kesos Andriana, menjelaskan bahwa penemuan jasad tersebut mengejutkan warga sekitar karena tidak ada yang mengenali korban.
&quot;Warga yang sedang berkebun menemukan mayat tersebut sekitar pukul 10.30 WIB. Mereka tidak mengenal orang itu, dan biasanya tidak ada yang tinggal di gubuk tersebut kecuali pemilik kebun,&quot; ujar Andriana.

BACA JUGA:
Hujan Deras dan Pohon Tumbang, Lalu Lintas Kuningan Jaksel Macet&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Andriana menyebut jasad  tersebut berjenis kelamin laki-laki, dengan usia sekitar 50 tahun ke atas. Saat itu, kondisi mayat ditemukan dalam posisi terlentang, dengan mulut menganga, dan wajah dipenuhi oleh semut-semut besar.
&quot;Mayat ditemukan dalam kondisi terlentang, mulut menganga, dan wajah dipenuhi semut-semut besar. Sudah disebar ke tiap-tiap RW dan warga sekitar, tetapi tidak ada yang mengenali mayat tersebut,&quot; tambah Andriana.Setelah itu, jasad dibawa ke RSUD Sekarwangi menggunakan ambulans Desa Pamuruyan untuk diidentifikasi lebih lanjut.
&quot;Evakuasi dilakukan oleh Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPBD, pihak desa, dan masyarakat. Mayat langsung dibawa ke RSUD Sekarwangi untuk diidentifikasi lebih lanjut oleh pihak kepolisian,&quot; jelas Andriana.

BACA JUGA:
Barbuk Pabrik Narkoba Terbesar Indonesia di Malang Senilai Rp143 Miliar

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban dan penyebab kematiannya. Identifikasi jasad akan dilakukan di rumah sakit untuk mendapatkan informasi lebih lengkap.
&quot;Kami masih menunggu hasil identifikasi dari pihak kepolisian dan rumah sakit untuk mengetahui identitas korban dan penyebab kematiannya,&quot; tutup Andriana.</content:encoded></item></channel></rss>
