<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berbuat Asusila, Hasyim Asyari Bisa Dijerat UU TPKS Hukuman 12 Tahun Penjara</title><description>Menurutnya, kasus tersebut dapat dibawa ke ranah pidana terutama dijerat dengan Pasal UU No 12 Tahun 2022 tentang TPKS.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/04/337/3029882/berbuat-asusila-hasyim-asyari-bisa-dijerat-uu-tpks-hukuman-12-tahun-penjara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/04/337/3029882/berbuat-asusila-hasyim-asyari-bisa-dijerat-uu-tpks-hukuman-12-tahun-penjara"/><item><title>Berbuat Asusila, Hasyim Asyari Bisa Dijerat UU TPKS Hukuman 12 Tahun Penjara</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/04/337/3029882/berbuat-asusila-hasyim-asyari-bisa-dijerat-uu-tpks-hukuman-12-tahun-penjara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/04/337/3029882/berbuat-asusila-hasyim-asyari-bisa-dijerat-uu-tpks-hukuman-12-tahun-penjara</guid><pubDate>Kamis 04 Juli 2024 15:19 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/04/337/3029882/berbuat-asusila-hasyim-asyari-bisa-dijerat-uu-tpks-hukuman-12-tahun-penjara-UUvjHBihht.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pegiat Pemilu Wahidah Suaib (Foto: Widya Michella) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/04/337/3029882/berbuat-asusila-hasyim-asyari-bisa-dijerat-uu-tpks-hukuman-12-tahun-penjara-UUvjHBihht.jpg</image><title>Pegiat Pemilu Wahidah Suaib (Foto: Widya Michella) </title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wMy8xLzE4MjQ2OS81L3g5MWc3czY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pegiat Pemilu, Wahidah Suaib menanggapi perkara asusila yang dilakukan Ketua KPU Hasyim Asy'ari. Menurutnya, kasus tersebut dapat dibawa ke ranah pidana terutama dijerat dengan Pasal UU No 12 Tahun 2022 tentang TPKS.&amp;nbsp;
&quot;Bisa masuk tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) delik aduan korban punya hak mengadukan kasus ini apakah langsung atau melalui kuasa hukum,&quot; kata Wahidah dalam diskusi dengan Topik 'Ketua KPU RI Setelah &quot;Berhasil&quot;, Lalu Dipecat' di Jakarta, Kamis (4/7/2024).

BACA JUGA:
Pria Gantung Diri di Kantor RW, Istrinya yang Menemukan Langsung Histeris



Lantas jika terbukti melakukannya, Hasyim dapat dijerat dengan hukuman penjara 12 tahun dengan pidana denda sebanyak Rp300 juta.

&quot;UU TPKS pasal 6 huruf setiap orang yang menyalahgunakan kedudukan wewenang kepercayaan, memanfaatkan kerentanan, memaksa untuk melakukan persetubuhan atau perbuatan cabul dipidana paling lama 12 tahun atau pidana 300 juta,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Anggota PPLN Sakit Usai Berhubungan Badan dengan Hasyim Asyari


Lebih lanjut, temuan DKPP juga perlu ditelusuri apakah relasi tersebut terjadi dan adanya upaya pemaksaan dari pelaku terhadap korban.

&quot;Ini juga pidana kekerasan seksual. Pasal 15, pasal keberatan perbuatan TPKS dilakukan oleh pejabat publik, pemberi kerja atau atasan. Posisi dia pejabat publik jadi terkena pasal pemberatan hubungan apabila ini dilaporkan,&quot; ucapnya.

Sementara itu, Peneliti Tepi Indonesia, Rendy Umboh mengatakan, kasus asusila tersebut dapat masuk ke dalam hukum pidana perzinahan. Terutama mengacu pada Pasal 284 KUHP lama dan Pasal 411 UU 1/2023 tentang KUHP baru yang berlaku 3 tahun sejak tanggal diundangkan.



&quot;Kalau laki-laki perzinaan artinya dia punya istri dia bisa dituntut pidana (penjara) 9 bulan di Pasal 284,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Minibus Tabrak Truk Tronton di Tol Batang, 3 Orang Tewas




Namun, pidana perzinahan, lanjutnya hanya dapat diadukan oleh orang yang dirugikan dalam arti istri dari pelaku.



&quot;Itu harus diadukan oleh orang yang dirugikan siapa? Istrinya karena hukumnya perzinaaan. Dia punya istri yang harus melaporkan, sebagai delik absolut delik aduan tersebut,&quot; tuturnya.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wMy8xLzE4MjQ2OS81L3g5MWc3czY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pegiat Pemilu, Wahidah Suaib menanggapi perkara asusila yang dilakukan Ketua KPU Hasyim Asy'ari. Menurutnya, kasus tersebut dapat dibawa ke ranah pidana terutama dijerat dengan Pasal UU No 12 Tahun 2022 tentang TPKS.&amp;nbsp;
&quot;Bisa masuk tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) delik aduan korban punya hak mengadukan kasus ini apakah langsung atau melalui kuasa hukum,&quot; kata Wahidah dalam diskusi dengan Topik 'Ketua KPU RI Setelah &quot;Berhasil&quot;, Lalu Dipecat' di Jakarta, Kamis (4/7/2024).

BACA JUGA:
Pria Gantung Diri di Kantor RW, Istrinya yang Menemukan Langsung Histeris



Lantas jika terbukti melakukannya, Hasyim dapat dijerat dengan hukuman penjara 12 tahun dengan pidana denda sebanyak Rp300 juta.

&quot;UU TPKS pasal 6 huruf setiap orang yang menyalahgunakan kedudukan wewenang kepercayaan, memanfaatkan kerentanan, memaksa untuk melakukan persetubuhan atau perbuatan cabul dipidana paling lama 12 tahun atau pidana 300 juta,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Anggota PPLN Sakit Usai Berhubungan Badan dengan Hasyim Asyari


Lebih lanjut, temuan DKPP juga perlu ditelusuri apakah relasi tersebut terjadi dan adanya upaya pemaksaan dari pelaku terhadap korban.

&quot;Ini juga pidana kekerasan seksual. Pasal 15, pasal keberatan perbuatan TPKS dilakukan oleh pejabat publik, pemberi kerja atau atasan. Posisi dia pejabat publik jadi terkena pasal pemberatan hubungan apabila ini dilaporkan,&quot; ucapnya.

Sementara itu, Peneliti Tepi Indonesia, Rendy Umboh mengatakan, kasus asusila tersebut dapat masuk ke dalam hukum pidana perzinahan. Terutama mengacu pada Pasal 284 KUHP lama dan Pasal 411 UU 1/2023 tentang KUHP baru yang berlaku 3 tahun sejak tanggal diundangkan.



&quot;Kalau laki-laki perzinaan artinya dia punya istri dia bisa dituntut pidana (penjara) 9 bulan di Pasal 284,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Minibus Tabrak Truk Tronton di Tol Batang, 3 Orang Tewas




Namun, pidana perzinahan, lanjutnya hanya dapat diadukan oleh orang yang dirugikan dalam arti istri dari pelaku.



&quot;Itu harus diadukan oleh orang yang dirugikan siapa? Istrinya karena hukumnya perzinaaan. Dia punya istri yang harus melaporkan, sebagai delik absolut delik aduan tersebut,&quot; tuturnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
