<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Peretasan PDN, Jokowi: Semua Data yang Kita Miliki Harus di Back Up   </title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya memiliki cadangan atau back up data untuk mengantisipasi terjadi peretasan&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/04/337/3029986/peretasan-pdn-jokowi-semua-data-yang-kita-miliki-harus-di-back-up</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/04/337/3029986/peretasan-pdn-jokowi-semua-data-yang-kita-miliki-harus-di-back-up"/><item><title> Peretasan PDN, Jokowi: Semua Data yang Kita Miliki Harus di Back Up   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/04/337/3029986/peretasan-pdn-jokowi-semua-data-yang-kita-miliki-harus-di-back-up</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/04/337/3029986/peretasan-pdn-jokowi-semua-data-yang-kita-miliki-harus-di-back-up</guid><pubDate>Kamis 04 Juli 2024 18:41 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/04/337/3029986/peretasan-pdn-jokowi-semua-data-yang-kita-miliki-harus-di-back-up-Yeqx8QHtED.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo (foto: dok MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/04/337/3029986/peretasan-pdn-jokowi-semua-data-yang-kita-miliki-harus-di-back-up-Yeqx8QHtED.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo (foto: dok MPI)</title></images><description>

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya memiliki cadangan atau back up data untuk mengantisipasi terjadi peretasan pada Pusat Data Nasional (PDN), beberapa waktu lalu.

Jika kementerian dan lembaga terkait memiliki back up data, maka menurut Jokowi semua pihak tidak perlu khawatir karena dinilai sudah siap dari serangan apapun.

&quot;Yang paling penting adalah semua data yang kita miliki itu harus di-back up. Sehingga kalau ada apa-apa kita sudah siap,&quot; kata Jokowi dalam keterangannya di RSUD Sinjai, Sulawesi Selatan, Kamis (4/7/2024).

BACA JUGA:
 Mundur dari Dirjen Aptika, Semuel Abrijani: PDNS 2 Masih Dilakukan Pemulihan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sudah melakukan evaluasi usai Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 yang terserang ransomeware beberapa waktu lalu.

&quot;Sudah kita evaluasi semuanya, yang paling penting semuanya harus dicarikan solusinya agar tidak terjadi lagi,&quot; kata Jokowi usai peresmian ekosistem baterai dan kendaraan listrik Korea Selatan di Indonesia, di PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power, Karawang, Jawa Barat, pada hari ini Rabu (3/7/2024).

BACA JUGA:
Pulihkan PDNS 2, Menko Polhukam: Gunakan Back Up Server dari Cold Site Batam
Jokowi meminta kementerian dan lembaga terkait untuk melakukan back up data nasional. Hal itu diharapkan dapat mengantisipasi kejadian peretasan.



&quot;Di back up semua data nasional kita. Sehingga kalo ada kejadian kita tidak terkaget-kaget,&quot; kata Jokowi.



Jokowi juga menyebut bahwa bahwa tidak hanya Indonesia, negara lain juga terkena peretasan. &quot;Dan ini juga terjadi di negara-negara lain, bukan hanya di indonesia saja,&quot; ungkapnya.

</description><content:encoded>

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya memiliki cadangan atau back up data untuk mengantisipasi terjadi peretasan pada Pusat Data Nasional (PDN), beberapa waktu lalu.

Jika kementerian dan lembaga terkait memiliki back up data, maka menurut Jokowi semua pihak tidak perlu khawatir karena dinilai sudah siap dari serangan apapun.

&quot;Yang paling penting adalah semua data yang kita miliki itu harus di-back up. Sehingga kalau ada apa-apa kita sudah siap,&quot; kata Jokowi dalam keterangannya di RSUD Sinjai, Sulawesi Selatan, Kamis (4/7/2024).

BACA JUGA:
 Mundur dari Dirjen Aptika, Semuel Abrijani: PDNS 2 Masih Dilakukan Pemulihan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sudah melakukan evaluasi usai Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 yang terserang ransomeware beberapa waktu lalu.

&quot;Sudah kita evaluasi semuanya, yang paling penting semuanya harus dicarikan solusinya agar tidak terjadi lagi,&quot; kata Jokowi usai peresmian ekosistem baterai dan kendaraan listrik Korea Selatan di Indonesia, di PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power, Karawang, Jawa Barat, pada hari ini Rabu (3/7/2024).

BACA JUGA:
Pulihkan PDNS 2, Menko Polhukam: Gunakan Back Up Server dari Cold Site Batam
Jokowi meminta kementerian dan lembaga terkait untuk melakukan back up data nasional. Hal itu diharapkan dapat mengantisipasi kejadian peretasan.



&quot;Di back up semua data nasional kita. Sehingga kalo ada kejadian kita tidak terkaget-kaget,&quot; kata Jokowi.



Jokowi juga menyebut bahwa bahwa tidak hanya Indonesia, negara lain juga terkena peretasan. &quot;Dan ini juga terjadi di negara-negara lain, bukan hanya di indonesia saja,&quot; ungkapnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
