<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> 4 Fakta Kasus Siswi SMK di Mesuji Dibunuh dan Diperkosa Pamannya Sendiri   </title><description>Polisi menangkap pelaku pembunuhan Anggi Lestari (16), siswi SMK yang ditemukan tewas di dalam parit kebun karet&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/04/340/3029554/4-fakta-kasus-siswi-smk-di-mesuji-dibunuh-dan-diperkosa-pamannya-sendiri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/04/340/3029554/4-fakta-kasus-siswi-smk-di-mesuji-dibunuh-dan-diperkosa-pamannya-sendiri"/><item><title> 4 Fakta Kasus Siswi SMK di Mesuji Dibunuh dan Diperkosa Pamannya Sendiri   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/04/340/3029554/4-fakta-kasus-siswi-smk-di-mesuji-dibunuh-dan-diperkosa-pamannya-sendiri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/04/340/3029554/4-fakta-kasus-siswi-smk-di-mesuji-dibunuh-dan-diperkosa-pamannya-sendiri</guid><pubDate>Kamis 04 Juli 2024 07:15 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/03/340/3029554/4-fakta-kasus-siswi-smk-di-mesuji-dibunuh-dan-diperkosa-pamannya-sendiri-TnCvPryMok.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lokasi penemuan mayat siswi SMK di Mesuji (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/03/340/3029554/4-fakta-kasus-siswi-smk-di-mesuji-dibunuh-dan-diperkosa-pamannya-sendiri-TnCvPryMok.jpg</image><title>Lokasi penemuan mayat siswi SMK di Mesuji (foto: dok ist)</title></images><description>

TIM GABUNGAN Polres Mesuji, Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung dan Polres Musi Banyuasin, Polda Sumatera Selatan, menangkap pelaku pembunuhan Anggi Lestari (16), siswi SMK yang ditemukan tewas di dalam parit kebun karet dengan sejumlah luka tusukan.

Pelaku merupakan paman korban yang bernama Herman. ditangkap di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan setelah sebelumnya polisi terlebih dahulu menggerebek kediaman anak pelaku di Desa Simpang Mesuji, Kecamatan Simpang Pematang, pada Senin 1 Juli 2024, sekira pukul 02.00 WIB. Berikut sejumlah faktanya:

1. Korban Diperkosa saat Sedang Sekarat Usai Ditusuk
&amp;nbsp;
Herman, pelaku pembunuhan Anggi Lestari (16) mengaku menusuk korban beberapa kali menggunakan pisau badik, kemudian memperkosa korban yang sudah tidak berdaya.

BACA JUGA:
Geger Penemuan Mayat Pria di Bogor Tanpa Alat Kelamin

Dari hasil pemeriksaan sementara terhadap Herman, diperoleh fakta bahwa pelaku tega memperkosa korban setelah sebelumnya menusuk korban beberapa kali pada bagian dada.

&quot;Hasil dari keterangan pelaku ini, upaya pemerkosaan itu terjadi usai dirinya melakukan penusukan beberapa kali ke tubuhnya (Anggi). Namun itu masih akan kami dalami,&quot; ujar Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Umi Fadillah Astutik.

2. Ditemukan Sperma di Tubuh Korban
&amp;nbsp;
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Umi Fadillah Astutik mengatakan, dugaan pemerkosaan turut diperkuat dengan ditemukannya sperma pada tubuh Anggi. Saat ditemukan, kondisi korban juga tidak mengenakan celana.

BACA JUGA:
Mayat Bugil Ditemukan di Kontrakan Cipayung Jaktim, Kondisinya Bengkak

&quot;Iya, di tubuh korban ini kita temukan sperma. Namun itu masih kita tunggu hasil pemeriksaan labnya. Itu baru berdasarkan keterangan pelaku,&quot; kata Umi.

3. Periksa 22 Saksi
&amp;nbsp;


Sebanyak 22 saksi diperiksa polisi terkait kematian Anggi Lestari (16), seorang siswi SMK Negeri 1 Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung.



&quot;Untuk progres kasus kematian seorang siswi SMK di Mesuji berinisial AL, Satreskrim Polres Mesuji telah melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Total ada 22 saksi yang dilakukan pemeriksaan dalam kasus ini,&quot; ujar Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Umi Fadillah Astutik saat dikonfirmasi.



Umi menuturkan, saksi-saksi tersebut yang teridentifikasi mengetahui atau melihat keberadaan korban sebelum ditemukan meninggal dunia di parit kebun karet.



&quot;Jadi saksi-saksi ini yang melihat korban sebelum kejadian penemuan tersebut,&quot; kata Umi.



&amp;nbsp;
4. Korban Sempat Telepon Ibunya
&amp;nbsp;






Paman korban, Yasman mengatakan, ibu korban sempat menghubungi keponakannya dan menanyakan kapan pulang ke rumah.







&quot;Terakhir komunikasi sama korban waktu mau pulang sekolah, ibunya nelepon itu jam 10 memang sudah mau pulang, sudah selesai ujian,&quot; ujar Yasman saat dikonfirmasi.







Yasman menuturkan, saat kejadian, korban sedang ujian sehingga pulang sekolah pukul 10.00 wib. Menurut Yasman, korban biasa pulang sekolah bersama temannya.







&quot;Tapi karena ujian masuknya nggak bareng, jadwal ujiannya beda-beda. Jadi mungkin korban pulang sendirian ga bareng temen-temennya,&quot; kata Yasman.



</description><content:encoded>

TIM GABUNGAN Polres Mesuji, Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung dan Polres Musi Banyuasin, Polda Sumatera Selatan, menangkap pelaku pembunuhan Anggi Lestari (16), siswi SMK yang ditemukan tewas di dalam parit kebun karet dengan sejumlah luka tusukan.

Pelaku merupakan paman korban yang bernama Herman. ditangkap di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan setelah sebelumnya polisi terlebih dahulu menggerebek kediaman anak pelaku di Desa Simpang Mesuji, Kecamatan Simpang Pematang, pada Senin 1 Juli 2024, sekira pukul 02.00 WIB. Berikut sejumlah faktanya:

1. Korban Diperkosa saat Sedang Sekarat Usai Ditusuk
&amp;nbsp;
Herman, pelaku pembunuhan Anggi Lestari (16) mengaku menusuk korban beberapa kali menggunakan pisau badik, kemudian memperkosa korban yang sudah tidak berdaya.

BACA JUGA:
Geger Penemuan Mayat Pria di Bogor Tanpa Alat Kelamin

Dari hasil pemeriksaan sementara terhadap Herman, diperoleh fakta bahwa pelaku tega memperkosa korban setelah sebelumnya menusuk korban beberapa kali pada bagian dada.

&quot;Hasil dari keterangan pelaku ini, upaya pemerkosaan itu terjadi usai dirinya melakukan penusukan beberapa kali ke tubuhnya (Anggi). Namun itu masih akan kami dalami,&quot; ujar Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Umi Fadillah Astutik.

2. Ditemukan Sperma di Tubuh Korban
&amp;nbsp;
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Umi Fadillah Astutik mengatakan, dugaan pemerkosaan turut diperkuat dengan ditemukannya sperma pada tubuh Anggi. Saat ditemukan, kondisi korban juga tidak mengenakan celana.

BACA JUGA:
Mayat Bugil Ditemukan di Kontrakan Cipayung Jaktim, Kondisinya Bengkak

&quot;Iya, di tubuh korban ini kita temukan sperma. Namun itu masih kita tunggu hasil pemeriksaan labnya. Itu baru berdasarkan keterangan pelaku,&quot; kata Umi.

3. Periksa 22 Saksi
&amp;nbsp;


Sebanyak 22 saksi diperiksa polisi terkait kematian Anggi Lestari (16), seorang siswi SMK Negeri 1 Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung.



&quot;Untuk progres kasus kematian seorang siswi SMK di Mesuji berinisial AL, Satreskrim Polres Mesuji telah melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Total ada 22 saksi yang dilakukan pemeriksaan dalam kasus ini,&quot; ujar Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Umi Fadillah Astutik saat dikonfirmasi.



Umi menuturkan, saksi-saksi tersebut yang teridentifikasi mengetahui atau melihat keberadaan korban sebelum ditemukan meninggal dunia di parit kebun karet.



&quot;Jadi saksi-saksi ini yang melihat korban sebelum kejadian penemuan tersebut,&quot; kata Umi.



&amp;nbsp;
4. Korban Sempat Telepon Ibunya
&amp;nbsp;






Paman korban, Yasman mengatakan, ibu korban sempat menghubungi keponakannya dan menanyakan kapan pulang ke rumah.







&quot;Terakhir komunikasi sama korban waktu mau pulang sekolah, ibunya nelepon itu jam 10 memang sudah mau pulang, sudah selesai ujian,&quot; ujar Yasman saat dikonfirmasi.







Yasman menuturkan, saat kejadian, korban sedang ujian sehingga pulang sekolah pukul 10.00 wib. Menurut Yasman, korban biasa pulang sekolah bersama temannya.







&quot;Tapi karena ujian masuknya nggak bareng, jadwal ujiannya beda-beda. Jadi mungkin korban pulang sendirian ga bareng temen-temennya,&quot; kata Yasman.



</content:encoded></item></channel></rss>
