<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lansia dan Anaknya Meninggal Usai Tertimpa Talut Setinggi 10 Meter</title><description>Seorang lansia dan anaknya, warga Ganjilan RT 03/RW 06 Debegan, Mojosongo, Jebres Solo tertimpa talut setinggi 10 meter</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/04/512/3030017/lansia-dan-anaknya-meninggal-usai-tertimpa-talut-setinggi-10-meter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/04/512/3030017/lansia-dan-anaknya-meninggal-usai-tertimpa-talut-setinggi-10-meter"/><item><title>Lansia dan Anaknya Meninggal Usai Tertimpa Talut Setinggi 10 Meter</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/04/512/3030017/lansia-dan-anaknya-meninggal-usai-tertimpa-talut-setinggi-10-meter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/04/512/3030017/lansia-dan-anaknya-meninggal-usai-tertimpa-talut-setinggi-10-meter</guid><pubDate>Kamis 04 Juli 2024 19:44 WIB</pubDate><dc:creator>Romensy August</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/04/512/3030017/lansia-dan-anaknya-meninggal-usai-tertimpa-talut-setinggi-10-meter-E719sf6d3o.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lansia dan anaknya meninggal usai tertimpa talut setinggi 10 meter (Foto : MPI/R August)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/04/512/3030017/lansia-dan-anaknya-meninggal-usai-tertimpa-talut-setinggi-10-meter-E719sf6d3o.jpg</image><title>Lansia dan anaknya meninggal usai tertimpa talut setinggi 10 meter (Foto : MPI/R August)</title></images><description>SOLO - Seorang lansia dan anaknya, warga Ganjilan RT 03/RW 06 Debegan, Mojosongo, Jebres Solo tertimpa longsoran talut setinggi 10 meter, saat tengah melakukan aktivitas di kandang kambing. Kedua korban bernama Wagiyo Narto Sumarjo (72) dan Heri Supriyono (40) pun harus meregang nyawa.

Kejadian tersebut terjadi pada Kamis (4/7) sekitar pukul 15.30 WIB. Tim Basarnas yang menerima laporan sekitar 16.30 WIB langsung melakukan evakuasi. Proses evakuasi selesai sekitar pukul 18.30 WIB.


BACA JUGA:
Lokasi Tambang di Gunungkidul Longsor, 3 Rumah Terancam


Humas Basarnas Solo, Yohan Tri Anggoro saat diwawancarai mengungkapkan kronologi kejadian.

Saat itu, Wagiyo tengah mengasah pisau di kandang kambing miliknya yang tepat berada di bawah talut setinggi 10 meter. Nahas, tak lama terdengar suara gemuruh.

Sang anak, Heri, yang mendengar suara gemuruh itu berusaha menolong ayahnya. Namun, keduanya justru tertimbun longsoran tanah dan material.


BACA JUGA:
Hujan Disertai Angin, Pohon Tumbang Timpa Motor dan Becak di Lebak


&quot;Pas kejadian bapaknya itu sedang mengasah pisau. Kemudian tertimbun. Heri ditemukan kritis, terus selanjutnya meninggal saat perjalanan ke rumah sakit,&quot; ujar Yohan di lokasi kejadian.

Menurutnya, Heri ditemukan satu jam setelah kejadian dengan proses evakuasi manual dan dibawa ke RS Dr. Oen. Sedangkan, Wagiyo ditemukan satu jam berselang dan langsung dibawa ke RS. Moewardi.Sementara itu, Ketua SAR Solo, Mulyadi menambahkan, kondisi talut sudah retak ditambah adanya pembangunan di tanah yang disangga talut tersebut.

&quot;Memang pondasi sudah seperti itu, di sana talut, di atas ada pembangunan, ini makanya yang menjadi masalah ketika orang membangun,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>SOLO - Seorang lansia dan anaknya, warga Ganjilan RT 03/RW 06 Debegan, Mojosongo, Jebres Solo tertimpa longsoran talut setinggi 10 meter, saat tengah melakukan aktivitas di kandang kambing. Kedua korban bernama Wagiyo Narto Sumarjo (72) dan Heri Supriyono (40) pun harus meregang nyawa.

Kejadian tersebut terjadi pada Kamis (4/7) sekitar pukul 15.30 WIB. Tim Basarnas yang menerima laporan sekitar 16.30 WIB langsung melakukan evakuasi. Proses evakuasi selesai sekitar pukul 18.30 WIB.


BACA JUGA:
Lokasi Tambang di Gunungkidul Longsor, 3 Rumah Terancam


Humas Basarnas Solo, Yohan Tri Anggoro saat diwawancarai mengungkapkan kronologi kejadian.

Saat itu, Wagiyo tengah mengasah pisau di kandang kambing miliknya yang tepat berada di bawah talut setinggi 10 meter. Nahas, tak lama terdengar suara gemuruh.

Sang anak, Heri, yang mendengar suara gemuruh itu berusaha menolong ayahnya. Namun, keduanya justru tertimbun longsoran tanah dan material.


BACA JUGA:
Hujan Disertai Angin, Pohon Tumbang Timpa Motor dan Becak di Lebak


&quot;Pas kejadian bapaknya itu sedang mengasah pisau. Kemudian tertimbun. Heri ditemukan kritis, terus selanjutnya meninggal saat perjalanan ke rumah sakit,&quot; ujar Yohan di lokasi kejadian.

Menurutnya, Heri ditemukan satu jam setelah kejadian dengan proses evakuasi manual dan dibawa ke RS Dr. Oen. Sedangkan, Wagiyo ditemukan satu jam berselang dan langsung dibawa ke RS. Moewardi.Sementara itu, Ketua SAR Solo, Mulyadi menambahkan, kondisi talut sudah retak ditambah adanya pembangunan di tanah yang disangga talut tersebut.

&quot;Memang pondasi sudah seperti itu, di sana talut, di atas ada pembangunan, ini makanya yang menjadi masalah ketika orang membangun,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
