<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres: Masalah Palestina Bukan Isu Agama, Tapi Politik dan Kemanusiaan</title><description>&amp;ldquo;Penting untuk kita garis bawahi, isu Palestina bukanlah isu keagamaan, melainkan isu politis dan kemanusiaan,&amp;rdquo; tegasnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/05/337/3030082/wapres-masalah-palestina-bukan-isu-agama-tapi-politik-dan-kemanusiaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/05/337/3030082/wapres-masalah-palestina-bukan-isu-agama-tapi-politik-dan-kemanusiaan"/><item><title>Wapres: Masalah Palestina Bukan Isu Agama, Tapi Politik dan Kemanusiaan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/05/337/3030082/wapres-masalah-palestina-bukan-isu-agama-tapi-politik-dan-kemanusiaan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/05/337/3030082/wapres-masalah-palestina-bukan-isu-agama-tapi-politik-dan-kemanusiaan</guid><pubDate>Jum'at 05 Juli 2024 00:57 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/05/337/3030082/wapres-masalah-palestina-bukan-isu-agama-tapi-politik-dan-kemanusiaan-78P5fx1Gck.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres KH Ma'ruf Amin (Foto: Setwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/05/337/3030082/wapres-masalah-palestina-bukan-isu-agama-tapi-politik-dan-kemanusiaan-78P5fx1Gck.jpg</image><title>Wapres KH Ma'ruf Amin (Foto: Setwapres)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yNy8xLzE4MjIxOC81L3g5MTFnMTI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin menegaskan bahwa konflik di Palestina bukan dilatarbelakangi masalah agama, tetapi masalah politik dan kemanusiaan. Penegasan itu diungkapkan Wapres saat menerima kunjungan Biro Komite Palestina PBB (CEIRPP) di Istana Wapres, Jakarta, Kamis (4/7/2024).
&amp;ldquo;Penting untuk kita garis bawahi, isu Palestina bukanlah isu keagamaan, melainkan isu politis dan kemanusiaan,&amp;rdquo; tegasnya.
Oleh sebab itu, Wapres mengharapkan komunitas internasional untuk bersatu atas nama kemanusiaan untuk membela perdamaian dan keadilan bagi Palestina.

BACA JUGA:
Wapres: Indonesia Komitmen Perjuangkan Kemerdekaan Palestina

&amp;ldquo;Ke depan, saya harapkan Komite Palestina terus menggalang dukungan masyarakat internasional untuk mendorong gencatan senjata di Gaza,&amp;rdquo; ungkapnya.
Selain itu, Wapres juga meminta Komite Palestina untuk mengungkap akuntabilitas Israel atas pelanggaran hukum internasional yang dilakukannya terhadap bangsa Palestina. Di samping juga terus menggalang dukungan dan pengakuan dari banyak negara terhadap kedaulatan Palestina.

BACA JUGA:
Besok, Komite Palestina PBB Akan Bertemu Prabowo Subianto

&amp;ldquo;[Begitu juga] implementasi dari Putusan Mahkamah Internasional serta menggalang bantuan kemanusiaan bagi Palestina, termasuk melalui The United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA),&amp;rdquo; imbuhnya.Terakhir, Wapres mengharapkan Komite Palestina dapat mendesak kesatuan suara di Dewan Keamanan PBB, guna mewujudkan solusi damai dan mendukung keanggotaan penuh Palestina di PBB.

&amp;ldquo;Saya harap kunjungan ini dapat memperkuat kerja sama Indonesia dengan Komite Palestina PBB dalam mewujudkan solusi damai dan keadilan bagi Palestina,&amp;rdquo; pungkas Wapres.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Biro Komite Cheikh Niang (Wakil Tetap Senegal untuk PBB) menuturkan bahwa tujuan kedatangannya ke Indonesia adalah untuk menyampaikan pandangan terkait dengan kontribusi yang dilakukan oleh Indonesia untuk Palestina.

&amp;ldquo;Komite ini didirikan pada tahun 1975, di mana Indonesia sudah aktif berpartisipasi pada saat itu dan memberikan kontribusi yang sangat besar, tidak hanya di bidang politik, tapi juga ekonomi. Indonesia memberikan bantuan kepada UNRWA,&amp;rdquo; papar Cheikh Niang

&amp;ldquo;Pada tahun 2003, bahkan Indonesia meningkatkan kontribusinya sebesar tiga kali lipat. Dan hal ini diharapkan dapat terus berlanjut meningkat di tahun-tahun ke depan,&amp;rdquo; imbuhnya.

Kemudian, dia juga mengungkapkan kekagumannya atas dukungan yang diberikan oleh Indonesia. Sebab katanya, dukungan tersebut tidak hanya berasal dari pemerintah, tetapi juga dari segenap masyarakat Indonesia.

&amp;ldquo;Apa yang sangat kami kagumi dari dukungan Indonesia untuk Palestina adalah dukungannya tidak hanya datang dari pemerintah tapi dari seluruh lapisan masyarakat termasuk dari parlemen, ormas, dan juga masyarakat luas,&amp;rdquo; tuturnya.

&amp;ldquo;Kami harapkan dapat melihat pandangan konsensus dari masyarakat Indonesia dan dukungannya untuk Palestina,&amp;rdquo; tandas Cheikh Niang.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yNy8xLzE4MjIxOC81L3g5MTFnMTI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin menegaskan bahwa konflik di Palestina bukan dilatarbelakangi masalah agama, tetapi masalah politik dan kemanusiaan. Penegasan itu diungkapkan Wapres saat menerima kunjungan Biro Komite Palestina PBB (CEIRPP) di Istana Wapres, Jakarta, Kamis (4/7/2024).
&amp;ldquo;Penting untuk kita garis bawahi, isu Palestina bukanlah isu keagamaan, melainkan isu politis dan kemanusiaan,&amp;rdquo; tegasnya.
Oleh sebab itu, Wapres mengharapkan komunitas internasional untuk bersatu atas nama kemanusiaan untuk membela perdamaian dan keadilan bagi Palestina.

BACA JUGA:
Wapres: Indonesia Komitmen Perjuangkan Kemerdekaan Palestina

&amp;ldquo;Ke depan, saya harapkan Komite Palestina terus menggalang dukungan masyarakat internasional untuk mendorong gencatan senjata di Gaza,&amp;rdquo; ungkapnya.
Selain itu, Wapres juga meminta Komite Palestina untuk mengungkap akuntabilitas Israel atas pelanggaran hukum internasional yang dilakukannya terhadap bangsa Palestina. Di samping juga terus menggalang dukungan dan pengakuan dari banyak negara terhadap kedaulatan Palestina.

BACA JUGA:
Besok, Komite Palestina PBB Akan Bertemu Prabowo Subianto

&amp;ldquo;[Begitu juga] implementasi dari Putusan Mahkamah Internasional serta menggalang bantuan kemanusiaan bagi Palestina, termasuk melalui The United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA),&amp;rdquo; imbuhnya.Terakhir, Wapres mengharapkan Komite Palestina dapat mendesak kesatuan suara di Dewan Keamanan PBB, guna mewujudkan solusi damai dan mendukung keanggotaan penuh Palestina di PBB.

&amp;ldquo;Saya harap kunjungan ini dapat memperkuat kerja sama Indonesia dengan Komite Palestina PBB dalam mewujudkan solusi damai dan keadilan bagi Palestina,&amp;rdquo; pungkas Wapres.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Biro Komite Cheikh Niang (Wakil Tetap Senegal untuk PBB) menuturkan bahwa tujuan kedatangannya ke Indonesia adalah untuk menyampaikan pandangan terkait dengan kontribusi yang dilakukan oleh Indonesia untuk Palestina.

&amp;ldquo;Komite ini didirikan pada tahun 1975, di mana Indonesia sudah aktif berpartisipasi pada saat itu dan memberikan kontribusi yang sangat besar, tidak hanya di bidang politik, tapi juga ekonomi. Indonesia memberikan bantuan kepada UNRWA,&amp;rdquo; papar Cheikh Niang

&amp;ldquo;Pada tahun 2003, bahkan Indonesia meningkatkan kontribusinya sebesar tiga kali lipat. Dan hal ini diharapkan dapat terus berlanjut meningkat di tahun-tahun ke depan,&amp;rdquo; imbuhnya.

Kemudian, dia juga mengungkapkan kekagumannya atas dukungan yang diberikan oleh Indonesia. Sebab katanya, dukungan tersebut tidak hanya berasal dari pemerintah, tetapi juga dari segenap masyarakat Indonesia.

&amp;ldquo;Apa yang sangat kami kagumi dari dukungan Indonesia untuk Palestina adalah dukungannya tidak hanya datang dari pemerintah tapi dari seluruh lapisan masyarakat termasuk dari parlemen, ormas, dan juga masyarakat luas,&amp;rdquo; tuturnya.

&amp;ldquo;Kami harapkan dapat melihat pandangan konsensus dari masyarakat Indonesia dan dukungannya untuk Palestina,&amp;rdquo; tandas Cheikh Niang.

</content:encoded></item></channel></rss>
