<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK Selidiki Dugaan Korupsi Anggota BPK dan Komisi XI DPR</title><description>KPK menyatakan kasus ini bukan&amp;nbsp;bukan pengembangan dari korupsi di Sorong.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/05/337/3030300/kpk-selidiki-dugaan-korupsi-anggota-bpk-dan-komisi-xi-dpr</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/05/337/3030300/kpk-selidiki-dugaan-korupsi-anggota-bpk-dan-komisi-xi-dpr"/><item><title>KPK Selidiki Dugaan Korupsi Anggota BPK dan Komisi XI DPR</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/05/337/3030300/kpk-selidiki-dugaan-korupsi-anggota-bpk-dan-komisi-xi-dpr</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/05/337/3030300/kpk-selidiki-dugaan-korupsi-anggota-bpk-dan-komisi-xi-dpr</guid><pubDate>Jum'at 05 Juli 2024 14:11 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/05/337/3030300/kpk-selidiki-dugaan-korupsi-anggota-bpk-dan-komisi-xi-dpr-guuE07EWRR.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Gedung KPK di Jakarta (Foto: Okezone.com/Arie)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/05/337/3030300/kpk-selidiki-dugaan-korupsi-anggota-bpk-dan-komisi-xi-dpr-guuE07EWRR.jpeg</image><title>Gedung KPK di Jakarta (Foto: Okezone.com/Arie)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wMy8xLzE4MjQ2MS81L3g5MWZsODI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menyelidiki kasus korupsi diduga dilakukan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berinisial AS dan anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI inisial HG.

&quot;Untuk perkara AS dan HG masih dalam proses lidik,&quot; kata Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu di Jakarta, Jumat (5/7/2024).

Kendati begitu, Asep mengaku saat ini dirinya belum bisa menyampaikan informasi secara lengkap lantaran penyelidikan merupakan proses yang rahasia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 KPK Sebut Bansos Presiden yang Diduga Dikorupsi Sebanyak 6 Juta Paket&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;AS kemudian pak HG ini masih dalam proses lidik. Jadi, pak AS dan pak HG di Komisi XI masih dalam penyelidikan. Nanti kita kabari. Untuk lidik ada perkara sendiri bukan pengembangan dari perkara Sorong,&quot; pungkasnya.

Diketahui, KPK telah memproses kasus dugaan suap pengondisian temuan pemeriksaan BPK di Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.



Dalam perkara tersebut, sebanyak enam orang yang diproses hukum yakni Pj Bupati Sorong Yan Piet Mosso; Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Sorong Efer Sigidifat.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Perkara Korupsi BTS, Edward Hutahayan Divonis 5 Tahun Penjara


Kemudian Staf BPKAD Kabupaten Sorong Maniel Syatfle; Kepala Perwakilan BPK Provinsi Papua Barat Daya Patrice Lumumba Sihombing; Kasubaud BPK Provinsi Papua Barat Daya Abu Hanifa; dan Ketua Tim Pemeriksa David Patasaung.



Di kasus itu, diduga ada keterlibatan Anggota VI BPK Pius Lustrilanang. Ia telah diperiksa di proses penyidikan maupun persidangan di Pengadilan Tipikor Manokwari.



&quot;Untuk saudara PS (Pius Lustrilanang) sudah bersaksi di persidangan perkara OTT Sorong secara daring/online,&quot; jelas dia.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wMy8xLzE4MjQ2MS81L3g5MWZsODI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menyelidiki kasus korupsi diduga dilakukan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berinisial AS dan anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI inisial HG.

&quot;Untuk perkara AS dan HG masih dalam proses lidik,&quot; kata Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu di Jakarta, Jumat (5/7/2024).

Kendati begitu, Asep mengaku saat ini dirinya belum bisa menyampaikan informasi secara lengkap lantaran penyelidikan merupakan proses yang rahasia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 KPK Sebut Bansos Presiden yang Diduga Dikorupsi Sebanyak 6 Juta Paket&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;AS kemudian pak HG ini masih dalam proses lidik. Jadi, pak AS dan pak HG di Komisi XI masih dalam penyelidikan. Nanti kita kabari. Untuk lidik ada perkara sendiri bukan pengembangan dari perkara Sorong,&quot; pungkasnya.

Diketahui, KPK telah memproses kasus dugaan suap pengondisian temuan pemeriksaan BPK di Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.



Dalam perkara tersebut, sebanyak enam orang yang diproses hukum yakni Pj Bupati Sorong Yan Piet Mosso; Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Sorong Efer Sigidifat.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Perkara Korupsi BTS, Edward Hutahayan Divonis 5 Tahun Penjara


Kemudian Staf BPKAD Kabupaten Sorong Maniel Syatfle; Kepala Perwakilan BPK Provinsi Papua Barat Daya Patrice Lumumba Sihombing; Kasubaud BPK Provinsi Papua Barat Daya Abu Hanifa; dan Ketua Tim Pemeriksa David Patasaung.



Di kasus itu, diduga ada keterlibatan Anggota VI BPK Pius Lustrilanang. Ia telah diperiksa di proses penyidikan maupun persidangan di Pengadilan Tipikor Manokwari.



&quot;Untuk saudara PS (Pius Lustrilanang) sudah bersaksi di persidangan perkara OTT Sorong secara daring/online,&quot; jelas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
