<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Ombudsman: Sistem Zonasi Kurangi Favoritisme Sekolah   </title><description>Anggota Ombudsman RI, Indraza Marzuki Rais mengungkapkan, perlunya penggunaan sistem zonasi dalam pemilihan sekolah.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/05/337/3030323/ombudsman-sistem-zonasi-kurangi-favoritisme-sekolah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/05/337/3030323/ombudsman-sistem-zonasi-kurangi-favoritisme-sekolah"/><item><title> Ombudsman: Sistem Zonasi Kurangi Favoritisme Sekolah   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/05/337/3030323/ombudsman-sistem-zonasi-kurangi-favoritisme-sekolah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/05/337/3030323/ombudsman-sistem-zonasi-kurangi-favoritisme-sekolah</guid><pubDate>Jum'at 05 Juli 2024 14:46 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/05/337/3030323/ombudsman-sistem-zonasi-kurangi-favoritisme-sekolah-IXwrP7Av77.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggota Ombudsman RI, Indraza Marzuki (foto: MPI/Widya)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/05/337/3030323/ombudsman-sistem-zonasi-kurangi-favoritisme-sekolah-IXwrP7Av77.jpg</image><title>Anggota Ombudsman RI, Indraza Marzuki (foto: MPI/Widya)</title></images><description>
JAKARTA - Anggota Ombudsman RI, Indraza Marzuki Rais mengungkapkan, perlunya penggunaan sistem zonasi dalam pemilihan sekolah. Hal ini guna mengurangi favoritisme sekolah.

&quot;Sejarahnya kenapa dibuat zona, sebenarnya mengurangi favoritisme satu sekolah. Kalau kita lihat zaman dulu ujian dengan NEM maka akan berkumpul lah anak-anak yang nilai-nilainya bagus satu sekolah, sehingga mereka menjadi sekolah favorit,&quot; kata Indraza di Kantor Ombudsman RI, Jakarta, Jumat (5/7/2024).

BACA JUGA:
 PPDB 2024, Ombudsman Temukan Diskriminasi hingga Dokumen Aspal di Sejumlah Provinsi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Lalu nanti ada pilihan satu, pilihan dua, dan pilihan tiga, akhirnya berkumpulan nilai-nilai yang paling rendah ke satu sekolah lagi, yang sisa-sisa itulah menunjukkan salah satu favoritisme,&quot; sambungnya.

Lebih lanjut, zonasi kata Indraza, untuk memberikan pemerataan standar dan kualitas yang sama kepada semua siswa.
&quot;Mereka mendapatkan kualitas sama, kalau dulu tidak homogen anak pintar semua di sini, anak kurang pintar nanti sekolahnya di sini sekolahnya, sekarang jadi rata,&quot; katanya.

BACA JUGA:
 Curangi Domisili, Ratusan Siswa Didiskualifikasi dari PPDB Jabar 2024 Jalur Zonasi
Terakhir tinggal mengubah stigma masyarakat terkait sekolah favorit tersebut secara perlahan-lahan. Dengan tujuan untuk memberikan kesempatan kepada semua anak di Indonesia.



&quot;Semua anak berhak mendapatkan pendidikan. Menurut Ombudsman zona-zona ini tetap dijalankan, tapi dengan implementasi yang benar,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>
JAKARTA - Anggota Ombudsman RI, Indraza Marzuki Rais mengungkapkan, perlunya penggunaan sistem zonasi dalam pemilihan sekolah. Hal ini guna mengurangi favoritisme sekolah.

&quot;Sejarahnya kenapa dibuat zona, sebenarnya mengurangi favoritisme satu sekolah. Kalau kita lihat zaman dulu ujian dengan NEM maka akan berkumpul lah anak-anak yang nilai-nilainya bagus satu sekolah, sehingga mereka menjadi sekolah favorit,&quot; kata Indraza di Kantor Ombudsman RI, Jakarta, Jumat (5/7/2024).

BACA JUGA:
 PPDB 2024, Ombudsman Temukan Diskriminasi hingga Dokumen Aspal di Sejumlah Provinsi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Lalu nanti ada pilihan satu, pilihan dua, dan pilihan tiga, akhirnya berkumpulan nilai-nilai yang paling rendah ke satu sekolah lagi, yang sisa-sisa itulah menunjukkan salah satu favoritisme,&quot; sambungnya.

Lebih lanjut, zonasi kata Indraza, untuk memberikan pemerataan standar dan kualitas yang sama kepada semua siswa.
&quot;Mereka mendapatkan kualitas sama, kalau dulu tidak homogen anak pintar semua di sini, anak kurang pintar nanti sekolahnya di sini sekolahnya, sekarang jadi rata,&quot; katanya.

BACA JUGA:
 Curangi Domisili, Ratusan Siswa Didiskualifikasi dari PPDB Jabar 2024 Jalur Zonasi
Terakhir tinggal mengubah stigma masyarakat terkait sekolah favorit tersebut secara perlahan-lahan. Dengan tujuan untuk memberikan kesempatan kepada semua anak di Indonesia.



&quot;Semua anak berhak mendapatkan pendidikan. Menurut Ombudsman zona-zona ini tetap dijalankan, tapi dengan implementasi yang benar,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
