<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Depok Diguyur Hujan Es, BMKG Imbau Warga Waspada</title><description>Hujan es dan cuaca ekstrem terjadi di tengah musim kemarau.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/05/338/3030096/depok-diguyur-hujan-es-bmkg-imbau-warga-waspada</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/05/338/3030096/depok-diguyur-hujan-es-bmkg-imbau-warga-waspada"/><item><title>Depok Diguyur Hujan Es, BMKG Imbau Warga Waspada</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/05/338/3030096/depok-diguyur-hujan-es-bmkg-imbau-warga-waspada</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/05/338/3030096/depok-diguyur-hujan-es-bmkg-imbau-warga-waspada</guid><pubDate>Jum'at 05 Juli 2024 03:00 WIB</pubDate><dc:creator>Annastasya Rizqa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/05/338/3030096/depok-diguyur-hujan-es-bmkg-imbau-warga-waspada-B1nUFg49u2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: The RealGist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/05/338/3030096/depok-diguyur-hujan-es-bmkg-imbau-warga-waspada-B1nUFg49u2.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: The RealGist)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wNC8xLzE4MjQ4NC81L3g5MWhqbzY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Fenomena hujan es yang terjadi di Sawangan, Depok, Jawa Barat sempat menggegerkan masyarakat pada Rabu 3 Juli 2024. Hujan es dan cuaca ekstrem terjadi di tengah musim kemarau.
Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani mengatakan bahwa kejadian tersebut disebabkan adanya awan Cumulunimbus (CB) yang terbentuk akibat daya angkat atau konvektif yang cukup kuat di wilayah tersebut.
&amp;ldquo;Proses hujan diawali dengan kondensasi uap air teramat dingin melewati atmosfer di lapisan atas level beku. Es yang terbentuk umumnya memiliki ukuran besar,&amp;rdquo; ungkap Andri dalam keterangan resminya, Kamis (4/7/2024).

BACA JUGA:
Hujan Es dan Angin Kencang Melanda Depok, Begini Penjelasan BMKG

&amp;ldquo;Hanya saja, kadang tidak semua es akan mencair sempurna dan menjadikannya hujan es, di mana suhu puncak awan CB mencapai minus 80 derajat Celcius,&amp;rdquo; tambahnya.
Andri mengatakan pada saat kumpulan es yang besar di atmosfer turun ke area lebih rendah dan hangat, maka terjadi hujan.

BACA JUGA:
Hujan Es Terjang Depok, Pohon Bertumbangan
Andri mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai terhadap kemungkinan adanya potensi hujan yang dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang. Utamanya masyarakat yang bermukim di wilayah perbukitan, dataran tinggi, juga sepanjang daerah aliran sungai.

&amp;ldquo;Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat/angin kencang di sebagian besar wilayah Indonesia pada tanggal 5 - 11 Juli 2024. Wilayah yang dimaksud yaitu, Pulau Sumatra, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Pulau Maluku, dan Pulau Papua,&amp;rdquo; pungkasnya.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wNC8xLzE4MjQ4NC81L3g5MWhqbzY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Fenomena hujan es yang terjadi di Sawangan, Depok, Jawa Barat sempat menggegerkan masyarakat pada Rabu 3 Juli 2024. Hujan es dan cuaca ekstrem terjadi di tengah musim kemarau.
Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani mengatakan bahwa kejadian tersebut disebabkan adanya awan Cumulunimbus (CB) yang terbentuk akibat daya angkat atau konvektif yang cukup kuat di wilayah tersebut.
&amp;ldquo;Proses hujan diawali dengan kondensasi uap air teramat dingin melewati atmosfer di lapisan atas level beku. Es yang terbentuk umumnya memiliki ukuran besar,&amp;rdquo; ungkap Andri dalam keterangan resminya, Kamis (4/7/2024).

BACA JUGA:
Hujan Es dan Angin Kencang Melanda Depok, Begini Penjelasan BMKG

&amp;ldquo;Hanya saja, kadang tidak semua es akan mencair sempurna dan menjadikannya hujan es, di mana suhu puncak awan CB mencapai minus 80 derajat Celcius,&amp;rdquo; tambahnya.
Andri mengatakan pada saat kumpulan es yang besar di atmosfer turun ke area lebih rendah dan hangat, maka terjadi hujan.

BACA JUGA:
Hujan Es Terjang Depok, Pohon Bertumbangan
Andri mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai terhadap kemungkinan adanya potensi hujan yang dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang. Utamanya masyarakat yang bermukim di wilayah perbukitan, dataran tinggi, juga sepanjang daerah aliran sungai.

&amp;ldquo;Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat/angin kencang di sebagian besar wilayah Indonesia pada tanggal 5 - 11 Juli 2024. Wilayah yang dimaksud yaitu, Pulau Sumatra, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Pulau Maluku, dan Pulau Papua,&amp;rdquo; pungkasnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
