<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Museum Multatuli di Lebak Kebanjiran</title><description>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menutup sementara kunjungan wisata ke Museum Multatuli karena kebanjiran.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/05/340/3030295/museum-multatuli-di-lebak-kebanjiran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/05/340/3030295/museum-multatuli-di-lebak-kebanjiran"/><item><title>Museum Multatuli di Lebak Kebanjiran</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/05/340/3030295/museum-multatuli-di-lebak-kebanjiran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/05/340/3030295/museum-multatuli-di-lebak-kebanjiran</guid><pubDate>Jum'at 05 Juli 2024 14:07 WIB</pubDate><dc:creator>Fariz Abdullah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/05/340/3030295/museum-multatuli-di-lebak-kebanjiran-2BTvzr9X5E.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Museum Multatuli kebanjiran (Foto : MPI/Fariz A)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/05/340/3030295/museum-multatuli-di-lebak-kebanjiran-2BTvzr9X5E.jpg</image><title>Museum Multatuli kebanjiran (Foto : MPI/Fariz A)</title></images><description>LEBAK- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menutup sementara kunjungan wisata ke Museum Multatuli di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (5/7/2024).

Hal itu dilakukan karena museum anti kolonial pertama di Indonesia ini melakukan konservasi koleksi usai terendam banjir pada Kamis 4 Juli 2024, sore.


BACA JUGA:
Bejat! Mertua Tega Perkosa Menantunya yang Sedang Sakit


Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak, Imam Rismahayadin mengatakan penutupan juga dilakukan karena adanya aksi bersih-bersih usai banjir merendam.

&quot;Hari ini museum ditutup dulu karena untuk konservasi koleksi juga pembersihan karena terdampak banjir kemarin sore,&quot; kata Imam saat dihubungi.


BACA JUGA:
Ketika Petugas Damkar Mengevakuasi Ular Mainan di Depok


Menurut dia, seluruh staf dan karyawan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga melakukan kegiatan Jumat bersih untuk mempercepat proses pembersihan dampak banjir.

&quot;Sekarang Jumat Bersih juga di museum,&quot; tuturnya.Imam berharap masyarakat maupun wisatawan bisa memaklumi penutupan sementara museum Multatuli. Meski demikian, museum yang berhasil menyedot banyak perhatian wisatawan itu akan kembali dibuka dalam waktu dekat.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama mengatakan banjir merendam beberapa titik di Rangkasbitung. Mulai dari bangunan hingga ruas jalan turut terdampak.</description><content:encoded>LEBAK- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menutup sementara kunjungan wisata ke Museum Multatuli di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (5/7/2024).

Hal itu dilakukan karena museum anti kolonial pertama di Indonesia ini melakukan konservasi koleksi usai terendam banjir pada Kamis 4 Juli 2024, sore.


BACA JUGA:
Bejat! Mertua Tega Perkosa Menantunya yang Sedang Sakit


Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak, Imam Rismahayadin mengatakan penutupan juga dilakukan karena adanya aksi bersih-bersih usai banjir merendam.

&quot;Hari ini museum ditutup dulu karena untuk konservasi koleksi juga pembersihan karena terdampak banjir kemarin sore,&quot; kata Imam saat dihubungi.


BACA JUGA:
Ketika Petugas Damkar Mengevakuasi Ular Mainan di Depok


Menurut dia, seluruh staf dan karyawan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga melakukan kegiatan Jumat bersih untuk mempercepat proses pembersihan dampak banjir.

&quot;Sekarang Jumat Bersih juga di museum,&quot; tuturnya.Imam berharap masyarakat maupun wisatawan bisa memaklumi penutupan sementara museum Multatuli. Meski demikian, museum yang berhasil menyedot banyak perhatian wisatawan itu akan kembali dibuka dalam waktu dekat.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama mengatakan banjir merendam beberapa titik di Rangkasbitung. Mulai dari bangunan hingga ruas jalan turut terdampak.</content:encoded></item></channel></rss>
