<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PB HMI Nilai Warga Jakarta Akan Cenderung Susah Terima Politik Uang</title><description>Belum lagi, mayoritas pemilih ke depan akan didominasi oleh generasi muda.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/06/337/3030545/pb-hmi-nilai-warga-jakarta-akan-cenderung-susah-terima-politik-uang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/06/337/3030545/pb-hmi-nilai-warga-jakarta-akan-cenderung-susah-terima-politik-uang"/><item><title>PB HMI Nilai Warga Jakarta Akan Cenderung Susah Terima Politik Uang</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/06/337/3030545/pb-hmi-nilai-warga-jakarta-akan-cenderung-susah-terima-politik-uang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/06/337/3030545/pb-hmi-nilai-warga-jakarta-akan-cenderung-susah-terima-politik-uang</guid><pubDate>Sabtu 06 Juli 2024 00:39 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/06/337/3030545/pb-hmi-nilai-warga-jakarta-akan-cenderung-susah-terima-politik-uang-r1NsbLtH19.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Diskusi Politics Reborn 'Siapa Layak Pimpin Jakarta' (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/06/337/3030545/pb-hmi-nilai-warga-jakarta-akan-cenderung-susah-terima-politik-uang-r1NsbLtH19.jpg</image><title>Diskusi Politics Reborn 'Siapa Layak Pimpin Jakarta' (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yNy8xLzE4MjIzMi81L3g5MTF2amU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ketua Politik Demokrasi PB HMI Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Bambang Irawan menilai bahwa warga Jakarta cenderung lebih susah menerima politik uang, utamanya dalam kontestasi Pemilihan Gubernur yang akan diselenggarakan tahun ini.
Bambang menjelaskan, hal itu disebabkan oleh latar belakang pendidikan masyarakat Jakarta yang cenderung lebih tinggi dan lebih melek soal politik. Belum lagi, mayoritas pemilih ke depan akan didominasi oleh generasi muda.

BACA JUGA:
Manik Marganamahendra: Kota Maju Bukan Diukur dari Banyaknya Mobil Tapi Integrasi Transportasi Umum

Sehingga menurutnya, berdasarkan profil tersebut, warga Jakarta akan memilih sosok pemimpin yang punya visi dan misi yang sesuai dengan kebutuhan anak muda ke depan. Bukan lagi soal tawaran uang yang diberikan untuk memilih calon tertentu.

BACA JUGA:
 Pendidikan Pemilih Penting, Parpol Diminta Tak Hanya Sibuk Jodohkan Paslon

&quot;Generasi muda ini cenderung tidak tergoda dengan politik uang, sehingga mereka lebih objektif dalam memilih pemimpin ke depan,&quot; ujar Bambang dalam acara Politik Reborn yang diselenggarakan oleh Partai Perindo di Jakarta, Jumat (5/7/2024).
Bambang mengungkapkan, populasi di Jakarta sendiri pada tahun 2024 ini sudah sekitar 67% merupakan generasi muda. Sehingga menurutnya, mereka akan memilih calon pemimpin yang sesuai dengan aspirasinya.&quot;Karena generasi muda juga butuh perhatian, bagaimana pemerintah bisa menghargai generasi yang saat ini tengah bertumbuh. Karena Jakarta sangat banyak kaum muda yang punya kreatifitas,&quot; lanjutnya.

Jika melihat profil pemilih di Jakarta, Bambang juga berharap soal pemanfaatan media sosial sebagai wadah sosialisasi dari berbagai program visi dan misi yang dibawa oleh para calon kontestan.

Sebab, generasi muda menurutnya punya kedekatan lebih dengan media sosial yang seharusnya bisa dimanfaatkan secara positif dalam kancah perpolitikan di Tanah Air.

&quot;Pemimpin ke depan harus punya strategi bagaimana menjadikan ruang media sosial sebagai ruang diskursus bagi pemimpin dengan masyarakat,&quot; tuturnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yNy8xLzE4MjIzMi81L3g5MTF2amU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ketua Politik Demokrasi PB HMI Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Bambang Irawan menilai bahwa warga Jakarta cenderung lebih susah menerima politik uang, utamanya dalam kontestasi Pemilihan Gubernur yang akan diselenggarakan tahun ini.
Bambang menjelaskan, hal itu disebabkan oleh latar belakang pendidikan masyarakat Jakarta yang cenderung lebih tinggi dan lebih melek soal politik. Belum lagi, mayoritas pemilih ke depan akan didominasi oleh generasi muda.

BACA JUGA:
Manik Marganamahendra: Kota Maju Bukan Diukur dari Banyaknya Mobil Tapi Integrasi Transportasi Umum

Sehingga menurutnya, berdasarkan profil tersebut, warga Jakarta akan memilih sosok pemimpin yang punya visi dan misi yang sesuai dengan kebutuhan anak muda ke depan. Bukan lagi soal tawaran uang yang diberikan untuk memilih calon tertentu.

BACA JUGA:
 Pendidikan Pemilih Penting, Parpol Diminta Tak Hanya Sibuk Jodohkan Paslon

&quot;Generasi muda ini cenderung tidak tergoda dengan politik uang, sehingga mereka lebih objektif dalam memilih pemimpin ke depan,&quot; ujar Bambang dalam acara Politik Reborn yang diselenggarakan oleh Partai Perindo di Jakarta, Jumat (5/7/2024).
Bambang mengungkapkan, populasi di Jakarta sendiri pada tahun 2024 ini sudah sekitar 67% merupakan generasi muda. Sehingga menurutnya, mereka akan memilih calon pemimpin yang sesuai dengan aspirasinya.&quot;Karena generasi muda juga butuh perhatian, bagaimana pemerintah bisa menghargai generasi yang saat ini tengah bertumbuh. Karena Jakarta sangat banyak kaum muda yang punya kreatifitas,&quot; lanjutnya.

Jika melihat profil pemilih di Jakarta, Bambang juga berharap soal pemanfaatan media sosial sebagai wadah sosialisasi dari berbagai program visi dan misi yang dibawa oleh para calon kontestan.

Sebab, generasi muda menurutnya punya kedekatan lebih dengan media sosial yang seharusnya bisa dimanfaatkan secara positif dalam kancah perpolitikan di Tanah Air.

&quot;Pemimpin ke depan harus punya strategi bagaimana menjadikan ruang media sosial sebagai ruang diskursus bagi pemimpin dengan masyarakat,&quot; tuturnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
