<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Harap Pompanisasi Tingkatkan Produktivitas Pertanian di Bantaeng</title><description>Jokowi&amp;nbsp;mengatakan bahwa pompanisasi diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di daerah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/06/340/3030554/jokowi-harap-pompanisasi-tingkatkan-produktivitas-pertanian-di-bantaeng</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/06/340/3030554/jokowi-harap-pompanisasi-tingkatkan-produktivitas-pertanian-di-bantaeng"/><item><title>Jokowi Harap Pompanisasi Tingkatkan Produktivitas Pertanian di Bantaeng</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/06/340/3030554/jokowi-harap-pompanisasi-tingkatkan-produktivitas-pertanian-di-bantaeng</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/06/340/3030554/jokowi-harap-pompanisasi-tingkatkan-produktivitas-pertanian-di-bantaeng</guid><pubDate>Sabtu 06 Juli 2024 01:35 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/06/340/3030554/jokowi-harap-pompanisasi-tingkatkan-produktivitas-pertanian-di-bantaeng-kc2zayOwm8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: BPMI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/06/340/3030554/jokowi-harap-pompanisasi-tingkatkan-produktivitas-pertanian-di-bantaeng-kc2zayOwm8.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: BPMI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wNS8xLzE4MjUyNy81L3g5MWp6OXU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa pompanisasi diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di daerah.
Hal tersebut disampaikan Jokowi saat meninjau langsung pelaksanaan pemberian bantuan pompa untuk pengairan sawah dan pertanian di Desa Layoa, Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Jumat 5 Juli 2024.
&quot;Pompanisasi ini akan meningkatkan produktivitas. Petani tadi menyampaikan di sini hanya panen sekali padahal tanahnya subur karena airnya enggak ada, sehingga dengan pompa ini sudah nanam yang kedua. Nah kita harapkan nanti bisa masuk penanaman yang ketiga,&amp;rdquo; kata Presiden usai peninjauan.

BACA JUGA:
 Jokowi Soroti Potensi IKN Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertanian untuk Daerah Sekitar

Presiden juga menjelaskan bahwa pompanisasi ini juga sebagai upaya antisipasi pemerintah terhadap kemungkinan kekeringan yang panjang di masa mendatang.
&quot;Artinya dari 1 paling tidak minimal kedua, kalau bisa ketiga ini akan meningkatkan produktivitas beras kita secara nasional,&quot; kata Presiden.

BACA JUGA:
Jokowi: IKN Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Pompanisasi tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim global. &quot;Arahnya ke sana dan juga untuk mengantisipasi kekeringan panjang yang terjadi di semua negara,&quot; kata Presiden.Sedangkan terkait swasembada pangan, Presiden mengatakan bahwa hal tersebut merupakan proses panjang yang dipengaruhi oleh faktor iklim yang tidak menentu. Tidak hanya Indonesia, faktor iklim juga mempengaruhi produktivitas pangan di semua negara.

&quot;Saya kira iklim sangat mempengaruhi produktivitas pangan di semua negara,&quot; ungkapnya.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian melaksanakan program pompanisasi di seluruh wilayah Indonesia. Untuk Kabupaten Bantaeng, pemerintah telah menyalurkan 80 unit pompa dari 150 unit pompa yang dibutuhkan.

&quot;Keperluannya 150 tadi Pak Bupati menyampaikan butuhnya 150, sudah diberikan 80 pompa,&quot; kata Presiden.

Turut mendampingi Presiden yakni Iriana Jokowi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Pj. Gubernur Sulawesi Selatan Zudan Arif Fakrulloh, dan Pj. Bupati Bantaeng Andi Abubakar.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wNS8xLzE4MjUyNy81L3g5MWp6OXU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa pompanisasi diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di daerah.
Hal tersebut disampaikan Jokowi saat meninjau langsung pelaksanaan pemberian bantuan pompa untuk pengairan sawah dan pertanian di Desa Layoa, Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Jumat 5 Juli 2024.
&quot;Pompanisasi ini akan meningkatkan produktivitas. Petani tadi menyampaikan di sini hanya panen sekali padahal tanahnya subur karena airnya enggak ada, sehingga dengan pompa ini sudah nanam yang kedua. Nah kita harapkan nanti bisa masuk penanaman yang ketiga,&amp;rdquo; kata Presiden usai peninjauan.

BACA JUGA:
 Jokowi Soroti Potensi IKN Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertanian untuk Daerah Sekitar

Presiden juga menjelaskan bahwa pompanisasi ini juga sebagai upaya antisipasi pemerintah terhadap kemungkinan kekeringan yang panjang di masa mendatang.
&quot;Artinya dari 1 paling tidak minimal kedua, kalau bisa ketiga ini akan meningkatkan produktivitas beras kita secara nasional,&quot; kata Presiden.

BACA JUGA:
Jokowi: IKN Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Pompanisasi tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim global. &quot;Arahnya ke sana dan juga untuk mengantisipasi kekeringan panjang yang terjadi di semua negara,&quot; kata Presiden.Sedangkan terkait swasembada pangan, Presiden mengatakan bahwa hal tersebut merupakan proses panjang yang dipengaruhi oleh faktor iklim yang tidak menentu. Tidak hanya Indonesia, faktor iklim juga mempengaruhi produktivitas pangan di semua negara.

&quot;Saya kira iklim sangat mempengaruhi produktivitas pangan di semua negara,&quot; ungkapnya.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian melaksanakan program pompanisasi di seluruh wilayah Indonesia. Untuk Kabupaten Bantaeng, pemerintah telah menyalurkan 80 unit pompa dari 150 unit pompa yang dibutuhkan.

&quot;Keperluannya 150 tadi Pak Bupati menyampaikan butuhnya 150, sudah diberikan 80 pompa,&quot; kata Presiden.

Turut mendampingi Presiden yakni Iriana Jokowi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Pj. Gubernur Sulawesi Selatan Zudan Arif Fakrulloh, dan Pj. Bupati Bantaeng Andi Abubakar.</content:encoded></item></channel></rss>
