<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masoud Pezeshkian Terpilih Sebagai Presiden Baru Iran, Janjikan Perbaikan Ekonomi dan Kebijakan Luar Negeri</title><description>Pezeshkian dikenal sebagai sosok yang moderat dibandingkan saingannya Saeed Jalili.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/07/18/3030954/masoud-pezeshkian-terpilih-sebagai-presiden-baru-iran-janjikan-perbaikan-ekonomi-dan-kebijakan-luar-negeri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/07/18/3030954/masoud-pezeshkian-terpilih-sebagai-presiden-baru-iran-janjikan-perbaikan-ekonomi-dan-kebijakan-luar-negeri"/><item><title>Masoud Pezeshkian Terpilih Sebagai Presiden Baru Iran, Janjikan Perbaikan Ekonomi dan Kebijakan Luar Negeri</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/07/18/3030954/masoud-pezeshkian-terpilih-sebagai-presiden-baru-iran-janjikan-perbaikan-ekonomi-dan-kebijakan-luar-negeri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/07/18/3030954/masoud-pezeshkian-terpilih-sebagai-presiden-baru-iran-janjikan-perbaikan-ekonomi-dan-kebijakan-luar-negeri</guid><pubDate>Minggu 07 Juli 2024 10:42 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/07/18/3030954/masoud-pezeshkian-terpilih-sebagai-presiden-baru-iran-janjikan-perbaikan-ekonomi-dan-kebijakan-luar-negeri-lsLeqxssy0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Terpilih Iran Masoud Pezeshkian. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/07/18/3030954/masoud-pezeshkian-terpilih-sebagai-presiden-baru-iran-janjikan-perbaikan-ekonomi-dan-kebijakan-luar-negeri-lsLeqxssy0.jpg</image><title>Presiden Terpilih Iran Masoud Pezeshkian. (Foto: Reuters)</title></images><description>TEHERAN &amp;ndash; Masoud Pezeshkian telah terpilih sebagai presiden baru Iran setelah mengalahkan Saeed Jalili dalam pemilihan putaran kedua pada Jumat, (5/7/2024). Pezeshkian dikenal sebagai seorang sosok moderat, sehingga banyak yang berharap dia akan membawa kebijakan luar negeri yang lebih pragmatis dan  pembatasan sosial di dalam negeri yang lebih longgar.

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Peringati 40 Hari Kematian Presiden Iran, Buku Abdi Bangsa Diluncurkan Kenang Sosok Raisi yang Terus Berkhidmat&amp;nbsp;

Ahli bedah jantung berusia 69 tahun itu berhasil menang berkat konstituensinya, yang diyakini berasal dari kalangan kelas menengah dan generasi muda. Dia telah berjanji untuk mendorong kebijakan luar negeri yang pragmatis, meredakan ketegangan akibat negosiasi yang terhenti dengan negara-negara besar untuk menghidupkan kembali pakta nuklir 2015 dan meningkatkan prospek liberalisasi sosial dan pluralisme politik.
Namun, di bawah sistem ganda Iran, yaitu pemerintahan ulama dan republik, presiden tidak dapat melakukan perubahan besar dalam kebijakan program nuklir Iran atau mendukung kelompok milisi di Timur Tengah. Hal itu merupakan kewenangan dari Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang mengambil alih semua urusan negara.

BACA JUGA:
Iran Gelar Pilpres dengan Kandidat Terbatas, Didominasi Garis Keras

Pezeshkian telah menyatakan kesetiaan pada pemerintahan Iran dan tidak berniat menantang kelompok keamanan yang kuat dan penguasa ulama. Dalam debat dan wawancara TV, dia berjanji tidak akan menentang kebijakan Khamenei.
&amp;ldquo;Jika saya mencoba namun gagal memenuhi janji kampanye saya, saya akan mengucapkan selamat tinggal pada pekerjaan politik dan tidak melanjutkan. Tidak ada gunanya menyia-nyiakan hidup kita dan tidak dapat melayani orang-orang yang kita sayangi,&amp;rdquo; kata Pezeshkian dalam pesan video kepada para pemilih, sebagaimana dilansir Reuters.
Pezeshkian juga mendapat dukungan dari kubu reformis yang dipimpin oleh mantan Presiden Mohammad Khatami, yang selama bertahun-tahun terisolasi secara politik.
Pandangan Pezeshkian berbeda dengan pandangan Raisi, anak didik Khamenei yang memperketat penegakan hukum yang membatasi pakaian perempuan dan mengambil sikap keras dalam negosiasi dengan negara-negara besar yang kini hampir mati untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir.

BACA JUGA:
Mengejutkan! 2 Calon Presiden Iran Mengundurkan Diri Sehari Jelang Pemilihan

Pada 2018, Presiden Amerika Serikat (AS) saat itu Donald Trump membatalkan perjanjian tersebut dan menerapkan kembali sanksi terhadap Iran. Tindakannya mendorong Teheran untuk semakin melanggar batas-batas nuklir perjanjian tersebut.
Pezeshkian telah berjanji untuk menghidupkan kembali perekonomian yang lesu, yang dilanda salah urus, korupsi negara, dan sanksi AS.Sebagai anggota parlemen sejak 2008, Pezeshkian, seorang warga Azeri yang mendukung hak-hak sesama etnis minoritas, mengkritik penindasan yang dilakukan oleh kelompok ulama terhadap perbedaan pendapat politik dan sosial.
Pada 2022, Pezeshkian menuntut klarifikasi dari pihak berwenang tentang kematian Mahsa Amini, seorang wanita yang meninggal dalam tahanan setelah dia ditangkap karena diduga melanggar undang-undang yang membatasi pakaian wanita.
&amp;ldquo;Kami akan menghormati undang-undang hijab, namun tidak boleh ada perilaku yang mengganggu atau tidak manusiawi terhadap perempuan,&amp;rdquo; kata Pezeshkian setelah memberikan suaranya pada putaran pertama.
Selama perang Iran-Irak pada 1980-an, Pezeshkian, seorang kombatan dan dokter, ditugaskan untuk mengerahkan tim medis ke garis depan. Dia menjabat menteri kesehatan pada 2001-2005 pada masa jabatan kedua Khatami.
Pezeshkian kehilangan istri dan salah satu anaknya dalam kecelakaan mobil pada 1994. Dia membesarkan dua putra dan seorang putrinya sendirian, memilih untuk tidak pernah menikah lagi.</description><content:encoded>TEHERAN &amp;ndash; Masoud Pezeshkian telah terpilih sebagai presiden baru Iran setelah mengalahkan Saeed Jalili dalam pemilihan putaran kedua pada Jumat, (5/7/2024). Pezeshkian dikenal sebagai seorang sosok moderat, sehingga banyak yang berharap dia akan membawa kebijakan luar negeri yang lebih pragmatis dan  pembatasan sosial di dalam negeri yang lebih longgar.

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Peringati 40 Hari Kematian Presiden Iran, Buku Abdi Bangsa Diluncurkan Kenang Sosok Raisi yang Terus Berkhidmat&amp;nbsp;

Ahli bedah jantung berusia 69 tahun itu berhasil menang berkat konstituensinya, yang diyakini berasal dari kalangan kelas menengah dan generasi muda. Dia telah berjanji untuk mendorong kebijakan luar negeri yang pragmatis, meredakan ketegangan akibat negosiasi yang terhenti dengan negara-negara besar untuk menghidupkan kembali pakta nuklir 2015 dan meningkatkan prospek liberalisasi sosial dan pluralisme politik.
Namun, di bawah sistem ganda Iran, yaitu pemerintahan ulama dan republik, presiden tidak dapat melakukan perubahan besar dalam kebijakan program nuklir Iran atau mendukung kelompok milisi di Timur Tengah. Hal itu merupakan kewenangan dari Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang mengambil alih semua urusan negara.

BACA JUGA:
Iran Gelar Pilpres dengan Kandidat Terbatas, Didominasi Garis Keras

Pezeshkian telah menyatakan kesetiaan pada pemerintahan Iran dan tidak berniat menantang kelompok keamanan yang kuat dan penguasa ulama. Dalam debat dan wawancara TV, dia berjanji tidak akan menentang kebijakan Khamenei.
&amp;ldquo;Jika saya mencoba namun gagal memenuhi janji kampanye saya, saya akan mengucapkan selamat tinggal pada pekerjaan politik dan tidak melanjutkan. Tidak ada gunanya menyia-nyiakan hidup kita dan tidak dapat melayani orang-orang yang kita sayangi,&amp;rdquo; kata Pezeshkian dalam pesan video kepada para pemilih, sebagaimana dilansir Reuters.
Pezeshkian juga mendapat dukungan dari kubu reformis yang dipimpin oleh mantan Presiden Mohammad Khatami, yang selama bertahun-tahun terisolasi secara politik.
Pandangan Pezeshkian berbeda dengan pandangan Raisi, anak didik Khamenei yang memperketat penegakan hukum yang membatasi pakaian perempuan dan mengambil sikap keras dalam negosiasi dengan negara-negara besar yang kini hampir mati untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir.

BACA JUGA:
Mengejutkan! 2 Calon Presiden Iran Mengundurkan Diri Sehari Jelang Pemilihan

Pada 2018, Presiden Amerika Serikat (AS) saat itu Donald Trump membatalkan perjanjian tersebut dan menerapkan kembali sanksi terhadap Iran. Tindakannya mendorong Teheran untuk semakin melanggar batas-batas nuklir perjanjian tersebut.
Pezeshkian telah berjanji untuk menghidupkan kembali perekonomian yang lesu, yang dilanda salah urus, korupsi negara, dan sanksi AS.Sebagai anggota parlemen sejak 2008, Pezeshkian, seorang warga Azeri yang mendukung hak-hak sesama etnis minoritas, mengkritik penindasan yang dilakukan oleh kelompok ulama terhadap perbedaan pendapat politik dan sosial.
Pada 2022, Pezeshkian menuntut klarifikasi dari pihak berwenang tentang kematian Mahsa Amini, seorang wanita yang meninggal dalam tahanan setelah dia ditangkap karena diduga melanggar undang-undang yang membatasi pakaian wanita.
&amp;ldquo;Kami akan menghormati undang-undang hijab, namun tidak boleh ada perilaku yang mengganggu atau tidak manusiawi terhadap perempuan,&amp;rdquo; kata Pezeshkian setelah memberikan suaranya pada putaran pertama.
Selama perang Iran-Irak pada 1980-an, Pezeshkian, seorang kombatan dan dokter, ditugaskan untuk mengerahkan tim medis ke garis depan. Dia menjabat menteri kesehatan pada 2001-2005 pada masa jabatan kedua Khatami.
Pezeshkian kehilangan istri dan salah satu anaknya dalam kecelakaan mobil pada 1994. Dia membesarkan dua putra dan seorang putrinya sendirian, memilih untuk tidak pernah menikah lagi.</content:encoded></item></channel></rss>
