<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cegah Bullying, BPIP Tekankan Pentingnya Penerapan Nilai-Nilai Pancasila</title><description>Yudian menekankan pentingnya dalam pencegahan bullying atau perundungan bagi individu berkebutuhan khusus.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/08/337/3031402/cegah-bullying-bpip-tekankan-pentingnya-penerapan-nilai-nilai-pancasila</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/08/337/3031402/cegah-bullying-bpip-tekankan-pentingnya-penerapan-nilai-nilai-pancasila"/><item><title>Cegah Bullying, BPIP Tekankan Pentingnya Penerapan Nilai-Nilai Pancasila</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/08/337/3031402/cegah-bullying-bpip-tekankan-pentingnya-penerapan-nilai-nilai-pancasila</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/08/337/3031402/cegah-bullying-bpip-tekankan-pentingnya-penerapan-nilai-nilai-pancasila</guid><pubDate>Senin 08 Juli 2024 14:04 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/08/337/3031402/cegah-bullying-bpip-tekankan-pentingnya-penerapan-nilai-nilai-pancasila-XFzvDQdV29.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BPIP Yudian Wahyudi (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/08/337/3031402/cegah-bullying-bpip-tekankan-pentingnya-penerapan-nilai-nilai-pancasila-XFzvDQdV29.jpg</image><title>Kepala BPIP Yudian Wahyudi (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi menekankan pentingnya dalam pencegahan bullying atau perundungan bagi individu berkebutuhan khusus. Terutama dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila.

&quot;Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas memastikan kesetaraan kesempatan, penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak, serta aksesibilitas dan akomodasi layak bagi penyandang disabilitas untuk mewujudkan kehidupan yang lebih berkualitas, adil, sejahtera, dan bermartabat,&quot; ujar Yudian dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (8/7/2024).

BACA JUGA:
Polda Jabar Secepatnya Bebaskan Pegi Setiawan, Tunggu Salinan Putusan Praperadilan&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Hal tersebut diungkapkan Yudian saat menjadi Keynote Speaker dalam Kegiatan &quot;Advokasi Pembinaan Ideologi Pancasila guna Mencegah dan Menanggulangi Bullying sebagai Upaya Menuju Masyarakat Inklusif&quot; di Bandung, Kamis 4 Juli 2024.

Yudian mengatakan, bahwa Pancasila merupakan dasar negara yang tidak bisa diubah. Sebab, mengubahnya sama saja dengan membubarkan NKRI.

&quot;Pancasila sebagai dasar negara bersifat tetap, kuat, dan tidak dapat diubah oleh siapapun, karena mengubahnya sama saja dengan membubarkan NKRI,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Sembunyikan Sekilo Sabu di Sepatu, Calon Penumpang Lion Air Ditangkap di Bandara Kualanamu


Pancasila, sambung Yudian, harus diimplementasikan dalam keseharian. Selain itu, juga menjadi dasar dari semua peraturan hukum di Indonesia. Sesuai dengan slogan 'Pancasila dalam tindakan' yang marak sedang BPIP gaungkan, Pancasila sebagai dasar dan landasan kehidupan berbangsa bernegara, tidak hanya dihafal tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

&quot;Mari kita bersama-sama bergotong royong mencegah dan menanggulangi perundungan terhadap saudara dan anak-anak kita yang berkebutuhan khusus karena hal itu bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,&quot; ujarnya.

Sementara Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi BPIP Adhianti mengungkapkan, kegiatan Advokasi ini memiliki tujuan untuk memastikan nilai-nilai Pancasila terinternalisasi dalam tatanan kebijakan budaya masyarakat Indonesia.



&quot;Advokasi ini bertujuan memastikan nilai-nilai Pancasila terdistribusi dan terinternalisasi dalam semua aspek kehidupan berbangsa kita, termasuk kebijakan dan budaya masyarakat, untuk membentuk moralitas bangsa yang beradab, berperikemanusiaan, berkeadilan, dan anti diskriminasi,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Marshel Maju Pilkada 2024 Bareng Ariza: Keberuntungan Buat Saya




Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Wahyu Mijaya mengungkapkan, mendukung upaya BPIP dalam Advokasi Pembinaan Ideologi Pancasila. Selain itu, juga menekankan pentingnya pendidikan inklusif serta kebijakan anti perundungan di sekolah.



&quot;Pendidikan memegang peran krusial dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini. Kami bertekad untuk memastikan perlindungan dan kesempatan yang setara bagi semua siswa, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus,&quot; ujarnya.



&quot;Melalui kolaborasi dengan pemerintah, sekolah, dan masyarakat, kami bertujuan menciptakan pendidikan yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dan membentuk generasi yang adil, beradab, dan berkeadilan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi menekankan pentingnya dalam pencegahan bullying atau perundungan bagi individu berkebutuhan khusus. Terutama dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila.

&quot;Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas memastikan kesetaraan kesempatan, penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak, serta aksesibilitas dan akomodasi layak bagi penyandang disabilitas untuk mewujudkan kehidupan yang lebih berkualitas, adil, sejahtera, dan bermartabat,&quot; ujar Yudian dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (8/7/2024).

BACA JUGA:
Polda Jabar Secepatnya Bebaskan Pegi Setiawan, Tunggu Salinan Putusan Praperadilan&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Hal tersebut diungkapkan Yudian saat menjadi Keynote Speaker dalam Kegiatan &quot;Advokasi Pembinaan Ideologi Pancasila guna Mencegah dan Menanggulangi Bullying sebagai Upaya Menuju Masyarakat Inklusif&quot; di Bandung, Kamis 4 Juli 2024.

Yudian mengatakan, bahwa Pancasila merupakan dasar negara yang tidak bisa diubah. Sebab, mengubahnya sama saja dengan membubarkan NKRI.

&quot;Pancasila sebagai dasar negara bersifat tetap, kuat, dan tidak dapat diubah oleh siapapun, karena mengubahnya sama saja dengan membubarkan NKRI,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Sembunyikan Sekilo Sabu di Sepatu, Calon Penumpang Lion Air Ditangkap di Bandara Kualanamu


Pancasila, sambung Yudian, harus diimplementasikan dalam keseharian. Selain itu, juga menjadi dasar dari semua peraturan hukum di Indonesia. Sesuai dengan slogan 'Pancasila dalam tindakan' yang marak sedang BPIP gaungkan, Pancasila sebagai dasar dan landasan kehidupan berbangsa bernegara, tidak hanya dihafal tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

&quot;Mari kita bersama-sama bergotong royong mencegah dan menanggulangi perundungan terhadap saudara dan anak-anak kita yang berkebutuhan khusus karena hal itu bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,&quot; ujarnya.

Sementara Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi BPIP Adhianti mengungkapkan, kegiatan Advokasi ini memiliki tujuan untuk memastikan nilai-nilai Pancasila terinternalisasi dalam tatanan kebijakan budaya masyarakat Indonesia.



&quot;Advokasi ini bertujuan memastikan nilai-nilai Pancasila terdistribusi dan terinternalisasi dalam semua aspek kehidupan berbangsa kita, termasuk kebijakan dan budaya masyarakat, untuk membentuk moralitas bangsa yang beradab, berperikemanusiaan, berkeadilan, dan anti diskriminasi,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Marshel Maju Pilkada 2024 Bareng Ariza: Keberuntungan Buat Saya




Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Wahyu Mijaya mengungkapkan, mendukung upaya BPIP dalam Advokasi Pembinaan Ideologi Pancasila. Selain itu, juga menekankan pentingnya pendidikan inklusif serta kebijakan anti perundungan di sekolah.



&quot;Pendidikan memegang peran krusial dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini. Kami bertekad untuk memastikan perlindungan dan kesempatan yang setara bagi semua siswa, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus,&quot; ujarnya.



&quot;Melalui kolaborasi dengan pemerintah, sekolah, dan masyarakat, kami bertujuan menciptakan pendidikan yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dan membentuk generasi yang adil, beradab, dan berkeadilan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
