<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Dua Kubu Jemaat Rusuh di Cawang Jaktim, Polisi: Kedua Pihak Ingkari Kesepakatan</title><description>Keputusan tersebut terkait waktu penggunaan gereja.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/08/338/3031633/dua-kubu-jemaat-rusuh-di-cawang-jaktim-polisi-kedua-pihak-ingkari-kesepakatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/08/338/3031633/dua-kubu-jemaat-rusuh-di-cawang-jaktim-polisi-kedua-pihak-ingkari-kesepakatan"/><item><title>   Dua Kubu Jemaat Rusuh di Cawang Jaktim, Polisi: Kedua Pihak Ingkari Kesepakatan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/08/338/3031633/dua-kubu-jemaat-rusuh-di-cawang-jaktim-polisi-kedua-pihak-ingkari-kesepakatan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/08/338/3031633/dua-kubu-jemaat-rusuh-di-cawang-jaktim-polisi-kedua-pihak-ingkari-kesepakatan</guid><pubDate>Senin 08 Juli 2024 21:08 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/08/338/3031633/dua-kubu-jemaat-rusuh-di-cawang-jaktim-polisi-kedua-pihak-ingkari-kesepakatan-MoTW5IH0cG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/08/338/3031633/dua-kubu-jemaat-rusuh-di-cawang-jaktim-polisi-kedua-pihak-ingkari-kesepakatan-MoTW5IH0cG.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8xNy8xLzE4MTgzMi81L3g5MGc3eGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Polisi mengungkap penyebab kerusuhan yang terjadi antara jemaat Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Taman Harapan dan Gereja Anugerah Bahtera Kristis (GABK) Taman Harapan di Cawang, Jakarta Timur, akibat kedua belah pihak tidak mentaati keputusan bersama.
Keputusan tersebut terkait waktu penggunaan gereja. &amp;ldquo;Pada tanggal 21 Februari 2024 sudah ada kesepakatan bersama antar kedua belah pihak. Gedung gereja tersebut dapat digunakan secara bersama - sama dengan jam yang berbeda,&amp;rdquo; kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, Senin (8/7/2024).

BACA JUGA:
Pamit Hendak ke Gereja, Wanita Tewas Tertabrak Kereta di Bekasi

Nicolas menyebut, pembuatan kesepakatan bersama saat itu dipimpin oleh dirinya sendiri sebagai aparat penegak hukum.
Dalam mediasi tersebut, kedua jemaat gereja GPIB dan GABK sepakat bahwa penggunaan gereja pada hari Minggu dengan waktu yang berbeda.  Selain itu, kedua kubu jemaat juga sepakat bahwa perawatan dan lain-lainnya ditanggung bersama.

BACA JUGA:
5 Fakta Dua Kelompok Jemaat Gereja Bentrok di Cawang Usai Dilarang Beribadah

&amp;ldquo;Saya yang pimpin mediasi waktu itu. Saat itu ada juga dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dari Jakarta Timur Pastor Frans dan Pendeta Hosea. Kedua belah GPIB dan GABK sepakat menggunakan gereja secara bersama - sama,&amp;rdquo; kata Nicolas.Sebelumnya diberitakan, bentrok antar warga pecah di Jalan Budhi, Cawang, Jakarta Timur. Kerusuhan ini mulanya diduga dari adanya larangan beribadah terhadap jemaat GABK, pada Senin malam 24 Juni 2024.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8xNy8xLzE4MTgzMi81L3g5MGc3eGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Polisi mengungkap penyebab kerusuhan yang terjadi antara jemaat Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Taman Harapan dan Gereja Anugerah Bahtera Kristis (GABK) Taman Harapan di Cawang, Jakarta Timur, akibat kedua belah pihak tidak mentaati keputusan bersama.
Keputusan tersebut terkait waktu penggunaan gereja. &amp;ldquo;Pada tanggal 21 Februari 2024 sudah ada kesepakatan bersama antar kedua belah pihak. Gedung gereja tersebut dapat digunakan secara bersama - sama dengan jam yang berbeda,&amp;rdquo; kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, Senin (8/7/2024).

BACA JUGA:
Pamit Hendak ke Gereja, Wanita Tewas Tertabrak Kereta di Bekasi

Nicolas menyebut, pembuatan kesepakatan bersama saat itu dipimpin oleh dirinya sendiri sebagai aparat penegak hukum.
Dalam mediasi tersebut, kedua jemaat gereja GPIB dan GABK sepakat bahwa penggunaan gereja pada hari Minggu dengan waktu yang berbeda.  Selain itu, kedua kubu jemaat juga sepakat bahwa perawatan dan lain-lainnya ditanggung bersama.

BACA JUGA:
5 Fakta Dua Kelompok Jemaat Gereja Bentrok di Cawang Usai Dilarang Beribadah

&amp;ldquo;Saya yang pimpin mediasi waktu itu. Saat itu ada juga dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dari Jakarta Timur Pastor Frans dan Pendeta Hosea. Kedua belah GPIB dan GABK sepakat menggunakan gereja secara bersama - sama,&amp;rdquo; kata Nicolas.Sebelumnya diberitakan, bentrok antar warga pecah di Jalan Budhi, Cawang, Jakarta Timur. Kerusuhan ini mulanya diduga dari adanya larangan beribadah terhadap jemaat GABK, pada Senin malam 24 Juni 2024.



</content:encoded></item></channel></rss>
