<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diduga Sungai Tercemar Limbah, Ratusan Ikan Mati dan Warga di Jambi Kesulitan Air Bersih</title><description>Sejak sepekan ini, warga Desa Sukamaju, Mestong, Kabupaten Muarojambi, Jambi resah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/09/340/3031781/diduga-sungai-tercemar-limbah-ratusan-ikan-mati-dan-warga-di-jambi-kesulitan-air-bersih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/09/340/3031781/diduga-sungai-tercemar-limbah-ratusan-ikan-mati-dan-warga-di-jambi-kesulitan-air-bersih"/><item><title>Diduga Sungai Tercemar Limbah, Ratusan Ikan Mati dan Warga di Jambi Kesulitan Air Bersih</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/09/340/3031781/diduga-sungai-tercemar-limbah-ratusan-ikan-mati-dan-warga-di-jambi-kesulitan-air-bersih</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/09/340/3031781/diduga-sungai-tercemar-limbah-ratusan-ikan-mati-dan-warga-di-jambi-kesulitan-air-bersih</guid><pubDate>Selasa 09 Juli 2024 10:39 WIB</pubDate><dc:creator>Azhari Sultan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/09/340/3031781/diduga-sungai-tercemar-limbah-ratusan-ikan-mati-dan-warga-di-jambi-kesulitan-air-bersih-GJ7daRAKfT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sungai di Jambi diduga tercemar limbah (Foto: Azhari Sultan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/09/340/3031781/diduga-sungai-tercemar-limbah-ratusan-ikan-mati-dan-warga-di-jambi-kesulitan-air-bersih-GJ7daRAKfT.jpg</image><title>Sungai di Jambi diduga tercemar limbah (Foto: Azhari Sultan)</title></images><description>MUAROJAMBI - Sejak sepekan ini, warga Desa Sukamaju, Mestong, Kabupaten Muarojambi, Jambi resah. Pasalnya, air sungai yang biasanya digunakan untuk keperluan sehari-hari diduga tercemar limbah sebuah perusahaan kelapa sawit yang tidak jauh dari pemukiman warga.
Akibatnya, selain menimbulkan bau tak sedap juga banyak ikan di aliran sungai mati secara mendadak. Tidak hanya itu, keresahan warga makin bertambah lantaran mulai kesulitan untuk mengambil air bersih.

BACA JUGA:
Pegi Setiawan: Ini Anugerah dari Allah Kepada Saya

Salah seorang warga, Thamrin mengaku selama ini warga hanya mengandalkan air dari aliran sungai guna keperluan kebutuhan setiap harinya. &quot;Akibat tercemar air yang diduga limbah ini, warga susah mandi, nyuci pakaian dan lainnya,&quot; ucapnya, Selasa (9/7/2024).

BACA JUGA:
Hari Ini, Anggota Pansus Haji Bakal Ditetapkan di Paripurna DPR

Menurutnya, sedangkan kalau kemarau air sungai kering. &quot;Kalau tidak cepat ditangani, kami (warga) susah mendapatkan air bersih. Kami berharap tidak membuang limbah di kolam atau di sungai,&quot; ujarnya.&amp;nbsp;
&quot;Kami juga meminta kepada pemerintah daerah untuk bisa menutup aliran limbah yang mengalir ke sungai dan kolam warga,&quot; tutur Thamrin.
Pihak Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Muarojambi yang mendapatkan laporan warga langsung mendatangi lokasi kejadian.
Dengan menggunakan peralatan yang ada, mereka langsung mengambil sampel air yang diduga telah tercemar limbah.



&quot;Kita mengambil sampel air sungai untuk diuji di laboratorium dari hulu ke hilir termasuk di lokasi kejadian,&quot; ungkap Ade Kurniawan, petugas DLHD Muarojambi.

BACA JUGA:
Lansia Coba Bunuh Diri Lompat dari JPO Pasar Bantargebang, Diselamatkan Warga




Nantinya, kata dia, air dan ikan yang mati hasil sampel akan dibawa ke laboratorium pengujian kelayakan air.



Warga juga berharap, agar pihak perusahaan tidak lagi membuang limbahnya secara sembarangan sehingga air sungai dapat digunakan sebagai mana biasanya.



</description><content:encoded>MUAROJAMBI - Sejak sepekan ini, warga Desa Sukamaju, Mestong, Kabupaten Muarojambi, Jambi resah. Pasalnya, air sungai yang biasanya digunakan untuk keperluan sehari-hari diduga tercemar limbah sebuah perusahaan kelapa sawit yang tidak jauh dari pemukiman warga.
Akibatnya, selain menimbulkan bau tak sedap juga banyak ikan di aliran sungai mati secara mendadak. Tidak hanya itu, keresahan warga makin bertambah lantaran mulai kesulitan untuk mengambil air bersih.

BACA JUGA:
Pegi Setiawan: Ini Anugerah dari Allah Kepada Saya

Salah seorang warga, Thamrin mengaku selama ini warga hanya mengandalkan air dari aliran sungai guna keperluan kebutuhan setiap harinya. &quot;Akibat tercemar air yang diduga limbah ini, warga susah mandi, nyuci pakaian dan lainnya,&quot; ucapnya, Selasa (9/7/2024).

BACA JUGA:
Hari Ini, Anggota Pansus Haji Bakal Ditetapkan di Paripurna DPR

Menurutnya, sedangkan kalau kemarau air sungai kering. &quot;Kalau tidak cepat ditangani, kami (warga) susah mendapatkan air bersih. Kami berharap tidak membuang limbah di kolam atau di sungai,&quot; ujarnya.&amp;nbsp;
&quot;Kami juga meminta kepada pemerintah daerah untuk bisa menutup aliran limbah yang mengalir ke sungai dan kolam warga,&quot; tutur Thamrin.
Pihak Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Muarojambi yang mendapatkan laporan warga langsung mendatangi lokasi kejadian.
Dengan menggunakan peralatan yang ada, mereka langsung mengambil sampel air yang diduga telah tercemar limbah.



&quot;Kita mengambil sampel air sungai untuk diuji di laboratorium dari hulu ke hilir termasuk di lokasi kejadian,&quot; ungkap Ade Kurniawan, petugas DLHD Muarojambi.

BACA JUGA:
Lansia Coba Bunuh Diri Lompat dari JPO Pasar Bantargebang, Diselamatkan Warga




Nantinya, kata dia, air dan ikan yang mati hasil sampel akan dibawa ke laboratorium pengujian kelayakan air.



Warga juga berharap, agar pihak perusahaan tidak lagi membuang limbahnya secara sembarangan sehingga air sungai dapat digunakan sebagai mana biasanya.



</content:encoded></item></channel></rss>
