<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Derita Lansia Lebak Tinggal di Gubuk Reyot Selama Puluhan Tahun</title><description>Bagaimana tidak, lansia yang hidup seorang diri itu tinggal di sebuah gubuk reyot selama puluhan tahun.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/09/340/3031866/derita-lansia-lebak-tinggal-di-gubuk-reyot-selama-puluhan-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/09/340/3031866/derita-lansia-lebak-tinggal-di-gubuk-reyot-selama-puluhan-tahun"/><item><title>Derita Lansia Lebak Tinggal di Gubuk Reyot Selama Puluhan Tahun</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/09/340/3031866/derita-lansia-lebak-tinggal-di-gubuk-reyot-selama-puluhan-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/09/340/3031866/derita-lansia-lebak-tinggal-di-gubuk-reyot-selama-puluhan-tahun</guid><pubDate>Selasa 09 Juli 2024 13:10 WIB</pubDate><dc:creator>Fariz Abdullah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/09/340/3031866/derita-lansia-lebak-tinggal-di-gubuk-reyot-selama-puluhan-tahun-8WVSb6O57C.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lansia di Lebak tinggal di gubuk reot (Foto: Fariz Abdullah)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/09/340/3031866/derita-lansia-lebak-tinggal-di-gubuk-reyot-selama-puluhan-tahun-8WVSb6O57C.jpg</image><title>Lansia di Lebak tinggal di gubuk reot (Foto: Fariz Abdullah)</title></images><description>LEBAK - Samudi (66), warga Kampung Cipalit, Desa Banjarsari, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten memiliki kisah hidup yang memprihatinkan. Bagaimana tidak, lansia yang hidup seorang diri itu tinggal di sebuah gubuk reyot selama puluhan tahun.
Menurut dia, selama 10 tahun Samudi tinggal di gubuk yang terbuat dari bambu dan beratap terpal. Ketika hujan, tempat tinggalnya kerap mengalami kebocoran bahkan terancam roboh.
&quot;Saya tinggal sekitar 10 tahun, jadi istri sudah meninggal saya hidup sebatang kara. Kalau ada hujan bocor, dan takut roboh. Ya mau gimana lagi, pasrah aja,&quot; kata Samudi saat berada di rumahnya tersebut, Selasa (9/7/2024).

BACA JUGA:
Tok! DPR Sahkan Pembentukan Pansus Angket Pengawasan Haji&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Samudi berharap ada dermawan yang membantu untuk membangunkan rumahnya. Menurutnya, dengan kondisi dirinya saat ini, yang bekerja serabutan sangat sulit untuk membangun rumahnya.
&quot;Berharap ada bantuan dari pemerintah untuk bangun rumah, kalau bantuan BLT ada,&quot; tandasnya.
Diketahui, anak Samudi sudah sudah berumah tangga di luar daerah, namun karena keterbatasan ekonomi yang menyebabkan tidak bisa pulang menemui kondisi orang tuanya tersebut.

BACA JUGA:
Penampakan Selebgram Seksi yang Ditangkap Polisi karena Endorse Judi Online

Menanggapi kejadian tersebut, Eka Darmana Putra Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lebak, mengungkapkan pihaknya akan menindaklajuti dan membantu kondisi yang dialami oleh kakek Samudi.

&quot;Sudah kita respons. Kita cek belum punya KTP/KK operator desa sedang membantu proses perekamannya,&quot; singkat Eka saat dihubungi.

BACA JUGA:
DPR Setujui Penerimaan Hibah Alpalhankam dari dan ke Luar Negeri, Ini Daftarnya


Ia menambahkan, sekira pukul 14.00 WIB dari BAZNAS Lebak dan Relawan BPBD, pihak Pemerintah Desa Banjarsari dan Pemerintah Kecamatan Warunggunung sudah ke lokasi lansia.

&quot;Kades Banjarsari akan segera membawa lansia tersebut ke Gedung Balai Warga dan mengupayakan secepatnya memperbaiki rumah/saung, yang posisinya ada di kebun jauh dari warga sekitar,&quot; tandasnya.Sementara itu, Daud Rizal Kepala Desa Banjarsari, mengatakan, jika saat ini Samudi sudah pindah dan tinggal di Gedung Balai Warga. Selain itu, pihak desa sudah mengajukan rumahnya untuk mendapat bantuan program rumah tidak layak huni (RTLH).
&quot;Kami sudah tindaklanjuti ke Dinsos Lebak, Perkim Lebak, BPBD Lebak, dan BAZNAS Lebak. Insya Allah secepatnya pak Samudi akan mendapatkan bantuan, saat ini masih proses ya,&quot; kata Daud.

BACA JUGA:
Selebgram Cantik Di-Endorse Situs Judi Online, Ditangkap Polrestabes Bandung

Ia menjelaskan, soal kondisi Samudi yang mendiami gubuk reyot memprihatinkan, karena dirinya tidak mau merepotkan saudaranya sehingga memilih tinggal di perkebunan.
&quot;Karena tidak mau merepotkan saudaranya, akhirnya memilih tinggal di gubuk yang jauh dari kampung. Selain itu, kondisi saudaranya yang terbatas menjadi pilihannya,&quot; terangnya.
Lebih lanjut, Daud, menuturkan untuk proses perbaikan rumahnya berdasarkan atensi dari Pemkab Lebak, sedang ditindaklajuti.
&quot;Pembangunan rumah sedang proses, kami sudah ajukan masuk program RTLH, kami akan secepatnya untuk diproses,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>LEBAK - Samudi (66), warga Kampung Cipalit, Desa Banjarsari, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten memiliki kisah hidup yang memprihatinkan. Bagaimana tidak, lansia yang hidup seorang diri itu tinggal di sebuah gubuk reyot selama puluhan tahun.
Menurut dia, selama 10 tahun Samudi tinggal di gubuk yang terbuat dari bambu dan beratap terpal. Ketika hujan, tempat tinggalnya kerap mengalami kebocoran bahkan terancam roboh.
&quot;Saya tinggal sekitar 10 tahun, jadi istri sudah meninggal saya hidup sebatang kara. Kalau ada hujan bocor, dan takut roboh. Ya mau gimana lagi, pasrah aja,&quot; kata Samudi saat berada di rumahnya tersebut, Selasa (9/7/2024).

BACA JUGA:
Tok! DPR Sahkan Pembentukan Pansus Angket Pengawasan Haji&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Samudi berharap ada dermawan yang membantu untuk membangunkan rumahnya. Menurutnya, dengan kondisi dirinya saat ini, yang bekerja serabutan sangat sulit untuk membangun rumahnya.
&quot;Berharap ada bantuan dari pemerintah untuk bangun rumah, kalau bantuan BLT ada,&quot; tandasnya.
Diketahui, anak Samudi sudah sudah berumah tangga di luar daerah, namun karena keterbatasan ekonomi yang menyebabkan tidak bisa pulang menemui kondisi orang tuanya tersebut.

BACA JUGA:
Penampakan Selebgram Seksi yang Ditangkap Polisi karena Endorse Judi Online

Menanggapi kejadian tersebut, Eka Darmana Putra Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lebak, mengungkapkan pihaknya akan menindaklajuti dan membantu kondisi yang dialami oleh kakek Samudi.

&quot;Sudah kita respons. Kita cek belum punya KTP/KK operator desa sedang membantu proses perekamannya,&quot; singkat Eka saat dihubungi.

BACA JUGA:
DPR Setujui Penerimaan Hibah Alpalhankam dari dan ke Luar Negeri, Ini Daftarnya


Ia menambahkan, sekira pukul 14.00 WIB dari BAZNAS Lebak dan Relawan BPBD, pihak Pemerintah Desa Banjarsari dan Pemerintah Kecamatan Warunggunung sudah ke lokasi lansia.

&quot;Kades Banjarsari akan segera membawa lansia tersebut ke Gedung Balai Warga dan mengupayakan secepatnya memperbaiki rumah/saung, yang posisinya ada di kebun jauh dari warga sekitar,&quot; tandasnya.Sementara itu, Daud Rizal Kepala Desa Banjarsari, mengatakan, jika saat ini Samudi sudah pindah dan tinggal di Gedung Balai Warga. Selain itu, pihak desa sudah mengajukan rumahnya untuk mendapat bantuan program rumah tidak layak huni (RTLH).
&quot;Kami sudah tindaklanjuti ke Dinsos Lebak, Perkim Lebak, BPBD Lebak, dan BAZNAS Lebak. Insya Allah secepatnya pak Samudi akan mendapatkan bantuan, saat ini masih proses ya,&quot; kata Daud.

BACA JUGA:
Selebgram Cantik Di-Endorse Situs Judi Online, Ditangkap Polrestabes Bandung

Ia menjelaskan, soal kondisi Samudi yang mendiami gubuk reyot memprihatinkan, karena dirinya tidak mau merepotkan saudaranya sehingga memilih tinggal di perkebunan.
&quot;Karena tidak mau merepotkan saudaranya, akhirnya memilih tinggal di gubuk yang jauh dari kampung. Selain itu, kondisi saudaranya yang terbatas menjadi pilihannya,&quot; terangnya.
Lebih lanjut, Daud, menuturkan untuk proses perbaikan rumahnya berdasarkan atensi dari Pemkab Lebak, sedang ditindaklajuti.
&quot;Pembangunan rumah sedang proses, kami sudah ajukan masuk program RTLH, kami akan secepatnya untuk diproses,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
