<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendagri Tegur Bobby Nasution karena Belum Tuntaskan Hibah Pendanaan Pilkada 2024</title><description>Pemkot Medan masih belum menuntaskan hibah Rp49,30 miliar untuk pilkada.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/10/337/3032180/mendagri-tegur-bobby-nasution-karena-belum-tuntaskan-hibah-pendanaan-pilkada-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/10/337/3032180/mendagri-tegur-bobby-nasution-karena-belum-tuntaskan-hibah-pendanaan-pilkada-2024"/><item><title>Mendagri Tegur Bobby Nasution karena Belum Tuntaskan Hibah Pendanaan Pilkada 2024</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/10/337/3032180/mendagri-tegur-bobby-nasution-karena-belum-tuntaskan-hibah-pendanaan-pilkada-2024</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/10/337/3032180/mendagri-tegur-bobby-nasution-karena-belum-tuntaskan-hibah-pendanaan-pilkada-2024</guid><pubDate>Rabu 10 Juli 2024 04:27 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyudi Aulia Siregar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/10/337/3032180/mendagri-tegur-bobby-nasution-karena-belum-tuntaskan-hibah-pendanaan-pilkada-2024-fKd9QHUCSv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendagri Tito Karnavian di Medan (MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/10/337/3032180/mendagri-tegur-bobby-nasution-karena-belum-tuntaskan-hibah-pendanaan-pilkada-2024-fKd9QHUCSv.jpg</image><title>Mendagri Tito Karnavian di Medan (MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wOC8xLzE4MjY0Mi81L3g5MXFyZmk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MEDAN - Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian menegur Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution lantaran belum tuntasnya hibah pendanaan untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Kota Medan.

Teguran itu disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024 wilayah Sumatra di Regale Convention Center, Jalan Adam Malik, Kota Medan, Selasa (9/7/2024).

Saat itu Tito tengah memaparkan data Ditjen Bina Keuangan Daerah (data bergerak) per 8 Juli 2024. Di data itu terdapat data daerah-daerah yang sisa anggaran untuk Pilkada masih tinggi. Salah satunya Kota Medan yang kini dipimpin sang menantu presiden Bobby Nasution.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menko Polhukam Beberkan 5 Kunci agar Pilkada Serentak 2024 Berjalan Sukses, Apa Saja?

&quot;Sebagian ada juga yang masih gede banget, ini saya agak khawatir nih jujur aja nih, Langkat masih Rp 37 miliar, Mandailing Natal masih Rp 35 miliar, ada yang besar lagi nih, Rp 49 miliar. Nah ini Kota Medan, Pak Bobby, tapi saya yakin uangnya banyak karena PAD-nya besar, jadi entenglah,&quot; kata Tito.

Adapun angka Rp 49 miliar yang disebut Tito merupakan angka sisa anggaran Kota Medan untuk KPU. Tertulis jika anggaran untuk KPU Medan sebesar Rp 82,16 miliar. Namun yang terealisasi baru Rp 32,87 miliar. Sehingga sisa anggarannya masih Rp49,30 miliar.

&quot;Kemudian Panwaslih hampir semuanya nggak ada yang besar, semua dipenuhi,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mendagri Tito Larang ASN Berkampanye Dukung Kandidat di Pilkada 2024

Lalu Tito menyebut kota/kabupaten di Sumatera Utara paling cepat merealisasikan anggaran ke aparat. Dia pun lantas berkelakar bahwa kepala daerah di Sumatera Utara takut pada aparat.

&quot;Ini rata-rata TNI, Polri, juga banyak yang sudah 0, tapi lebih banyak TNI-nya, artinya kepala daerah takutan sama TNI daripada Polri,&quot; kelakarnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wOC8xLzE4MjY0Mi81L3g5MXFyZmk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MEDAN - Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian menegur Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution lantaran belum tuntasnya hibah pendanaan untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Kota Medan.

Teguran itu disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024 wilayah Sumatra di Regale Convention Center, Jalan Adam Malik, Kota Medan, Selasa (9/7/2024).

Saat itu Tito tengah memaparkan data Ditjen Bina Keuangan Daerah (data bergerak) per 8 Juli 2024. Di data itu terdapat data daerah-daerah yang sisa anggaran untuk Pilkada masih tinggi. Salah satunya Kota Medan yang kini dipimpin sang menantu presiden Bobby Nasution.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menko Polhukam Beberkan 5 Kunci agar Pilkada Serentak 2024 Berjalan Sukses, Apa Saja?

&quot;Sebagian ada juga yang masih gede banget, ini saya agak khawatir nih jujur aja nih, Langkat masih Rp 37 miliar, Mandailing Natal masih Rp 35 miliar, ada yang besar lagi nih, Rp 49 miliar. Nah ini Kota Medan, Pak Bobby, tapi saya yakin uangnya banyak karena PAD-nya besar, jadi entenglah,&quot; kata Tito.

Adapun angka Rp 49 miliar yang disebut Tito merupakan angka sisa anggaran Kota Medan untuk KPU. Tertulis jika anggaran untuk KPU Medan sebesar Rp 82,16 miliar. Namun yang terealisasi baru Rp 32,87 miliar. Sehingga sisa anggarannya masih Rp49,30 miliar.

&quot;Kemudian Panwaslih hampir semuanya nggak ada yang besar, semua dipenuhi,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mendagri Tito Larang ASN Berkampanye Dukung Kandidat di Pilkada 2024

Lalu Tito menyebut kota/kabupaten di Sumatera Utara paling cepat merealisasikan anggaran ke aparat. Dia pun lantas berkelakar bahwa kepala daerah di Sumatera Utara takut pada aparat.

&quot;Ini rata-rata TNI, Polri, juga banyak yang sudah 0, tapi lebih banyak TNI-nya, artinya kepala daerah takutan sama TNI daripada Polri,&quot; kelakarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
