<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Pegi Setiawan, Eks Wakapolri: Kalau di Amerika, Polisi Dipecat jika Salah Tangkap</title><description>Polisi di Amerika, lanjutnya, mungkin lebih tinggi gajinya dibandingkan pegawai lainnya di negara tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/10/337/3032432/soal-pegi-setiawan-eks-wakapolri-kalau-di-amerika-polisi-dipecat-jika-salah-tangkap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/10/337/3032432/soal-pegi-setiawan-eks-wakapolri-kalau-di-amerika-polisi-dipecat-jika-salah-tangkap"/><item><title>Soal Pegi Setiawan, Eks Wakapolri: Kalau di Amerika, Polisi Dipecat jika Salah Tangkap</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/10/337/3032432/soal-pegi-setiawan-eks-wakapolri-kalau-di-amerika-polisi-dipecat-jika-salah-tangkap</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/10/337/3032432/soal-pegi-setiawan-eks-wakapolri-kalau-di-amerika-polisi-dipecat-jika-salah-tangkap</guid><pubDate>Rabu 10 Juli 2024 14:56 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/10/337/3032432/soal-pegi-setiawan-eks-wakapolri-kalau-di-amerika-polisi-dipecat-jika-salah-tangkap-CENxd7VuWY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Eks Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno (Foto: Ari Sandita)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/10/337/3032432/soal-pegi-setiawan-eks-wakapolri-kalau-di-amerika-polisi-dipecat-jika-salah-tangkap-CENxd7VuWY.jpg</image><title>Eks Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno (Foto: Ari Sandita)</title></images><description>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wOC8xLzE4MjYyOS81L3g5MXBwYXM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Eks Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno mengungkapkan, perbedaan sistem penegakan di insitusi kepolisian yang ada di Indonesia dan di Amerika. Apalagi, berkaitan persoalan salah tangkap.
&quot;Contoh begini, kalau di Amerika itu polisi berbohong dipecat, tapi di Indonesia masih hanya minta maaf dan sebagainya, karena disana benar-benar tegas kalau polisi itu tak bisa dipercaya bicaranya, dipercaya otaknya sendiri itu yah buat apa jadi polisi,&quot; ujarnya di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Rabu (10/7/2024).

BACA JUGA:
Tertolak PPDB SMA, Mbak Ita  Pastikan Anak Pasutri Tunanetra di Semarang Tetap Bisa Bersekolah

Polisi di Amerika, lanjutnya, mungkin lebih tinggi gajinya dibandingkan pegawai lainnya di negara tersebut. Hanya saja, polisi harus benar-benar wajib menjalankan tugasnya dengan baik dan profesional. Maka itu, manakala ada polisi di Amerika yang melakukan salah tangkap, dia pun bakal mendapatkan sanksi pemecatan.
&quot;Salah tangkap juga diproses oleh Propam sana dan diproses, jadi ada pecat juga atau hanya etik, di sana lebih banyak diberhentikan tidak dengan hormat,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
 Diduga Beri Kesaksian Palsu, Aep dan Dede Dilaporkan ke Bareskrim Polri&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Ia mencontohkan, jangankan salah tangkap, masalah polisi yang berbohong saja bisa mendopatkan sanksi berupa pemecatan. Termasuk, melakukan pemeriksaan tanpa disertai prosedur yang sesuai aturan.
&quot;Contoh begini, dalam suatu penangkapan di rumah tersangka, seorang petugas polisi mengambil HP istri tersangka dan membaca, itu dipecat benar. Jadi, polisi di sana sudah dilengkapi kamera yang ditempel di baju jadi dia bisa pertanggungjawabkan langkah apa, dia profesional tidak,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wOC8xLzE4MjYyOS81L3g5MXBwYXM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Eks Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno mengungkapkan, perbedaan sistem penegakan di insitusi kepolisian yang ada di Indonesia dan di Amerika. Apalagi, berkaitan persoalan salah tangkap.
&quot;Contoh begini, kalau di Amerika itu polisi berbohong dipecat, tapi di Indonesia masih hanya minta maaf dan sebagainya, karena disana benar-benar tegas kalau polisi itu tak bisa dipercaya bicaranya, dipercaya otaknya sendiri itu yah buat apa jadi polisi,&quot; ujarnya di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Rabu (10/7/2024).

BACA JUGA:
Tertolak PPDB SMA, Mbak Ita  Pastikan Anak Pasutri Tunanetra di Semarang Tetap Bisa Bersekolah

Polisi di Amerika, lanjutnya, mungkin lebih tinggi gajinya dibandingkan pegawai lainnya di negara tersebut. Hanya saja, polisi harus benar-benar wajib menjalankan tugasnya dengan baik dan profesional. Maka itu, manakala ada polisi di Amerika yang melakukan salah tangkap, dia pun bakal mendapatkan sanksi pemecatan.
&quot;Salah tangkap juga diproses oleh Propam sana dan diproses, jadi ada pecat juga atau hanya etik, di sana lebih banyak diberhentikan tidak dengan hormat,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
 Diduga Beri Kesaksian Palsu, Aep dan Dede Dilaporkan ke Bareskrim Polri&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Ia mencontohkan, jangankan salah tangkap, masalah polisi yang berbohong saja bisa mendopatkan sanksi berupa pemecatan. Termasuk, melakukan pemeriksaan tanpa disertai prosedur yang sesuai aturan.
&quot;Contoh begini, dalam suatu penangkapan di rumah tersangka, seorang petugas polisi mengambil HP istri tersangka dan membaca, itu dipecat benar. Jadi, polisi di sana sudah dilengkapi kamera yang ditempel di baju jadi dia bisa pertanggungjawabkan langkah apa, dia profesional tidak,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
