<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyekapan Duren Sawit, Puluhan Pelaku Tertawa saat Korban Disiksa dan Ditelanjangi untuk Meme</title><description>Selama tiga bulan itu rangkaian penyiksaan fisik hampir di sekujur tubuh pun pernah diterima korban.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/10/338/3032243/penyekapan-duren-sawit-puluhan-pelaku-tertawa-saat-korban-disiksa-dan-ditelanjangi-untuk-meme</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/10/338/3032243/penyekapan-duren-sawit-puluhan-pelaku-tertawa-saat-korban-disiksa-dan-ditelanjangi-untuk-meme"/><item><title>Penyekapan Duren Sawit, Puluhan Pelaku Tertawa saat Korban Disiksa dan Ditelanjangi untuk Meme</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/10/338/3032243/penyekapan-duren-sawit-puluhan-pelaku-tertawa-saat-korban-disiksa-dan-ditelanjangi-untuk-meme</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/10/338/3032243/penyekapan-duren-sawit-puluhan-pelaku-tertawa-saat-korban-disiksa-dan-ditelanjangi-untuk-meme</guid><pubDate>Rabu 10 Juli 2024 08:21 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/10/338/3032243/penyekapan-duren-sawit-puluhan-pelaku-tertawa-saat-korban-disiksa-dan-ditelanjangi-untuk-meme-Ks4ZTkPvka.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemuda Disekap dan Disiksa di Duren Sawit</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/10/338/3032243/penyekapan-duren-sawit-puluhan-pelaku-tertawa-saat-korban-disiksa-dan-ditelanjangi-untuk-meme-Ks4ZTkPvka.jpg</image><title>Pemuda Disekap dan Disiksa di Duren Sawit</title></images><description>


JAKARTA- Seorang pemuda berinisial MRR (23) menjadi korban penyekapan hingga berujung penyiksaan di sebuah kafe di Duren Sawit, Jakarta Timur. Pelaku penyiksaan berjumlah  puluhan orang.
Paman korban, Yusman mengatakan, pelaku tak menunjukkan penyesalannya setelah menganiaya korban. Pasalnya, penyiksaan itu menjadi bahan olokan puluhan pelaku.
&quot;Mereka ketawa-ketawa, mereka senang. Foto MRR ditelanjangi dijadikan ikon (meme) di akun grup mereka,&quot; kata Yusman kepada wartawan, dikutip Rabu (10/7/2024).

BACA JUGA:
Ini Motif Pemuda di Jaktim Disekap dan Disiksa Berbulan-bulan hingga Kelaminnya Ditaburi Bubuk Cabai

MRR disebut disekap selama tiga bulan. Selama tiga bulan itu rangkaian penyiksaan fisik hampir di sekujur tubuh pun pernah diterima korban.
Korban juga menderita gangguan saraf, tulang ekor bengkok hingga rasa trauma. Bahkan, Yusman menyebut korban kini memiliki rasa takut berlebih meski sudah berada di rumah.

BACA JUGA:
2 WNI Korban Penyekapan di Kamboja Dibebaskan!

&quot;Biasanya anak ini ceria, sekarang sering blank (bengong). Ketakutannya tinggi, melihat mobil-mobil (melintas) dianggapnya pelaku. Ketemu teman-temannya saja enggak mau,&quot; ujarnya.
Dilanjutkannya, keluarga korban juga mendapatkan intimidasi sebab sejumlah orang tak dikenal kerap mendatangi kediaman. Atas dasar itulah kini keluarga juga ikut diungsikan.
&quot;Memang sampai hari ini sifatnya ancaman dan teror dari para pelaku. Datang ke rumah ada empat mobil, nongkrong depan rumah sampai diusir pak RT tapi besoknya datang lagi,&quot; pungkasnya.Peristiwa penyekapan dan penyiksaan terhadap MRR bermula ketika MRR melakukan kerja sama dengan pria berinisial HR. Kerja sama itu yakni untuk melakukan jual beli mobil.
Awalnya proses kerja sama berlangsung lancar hingga pada transaksi keempat MRR tidak dapat mengembalikan sejumlah uang hasil kerja sama. Usut punya usut, MRR ternyata menggunakan uang itu untuk keperluan pribadi yang mendesak.
Geram dengan perbuatan MRR, HR yang juga terlapor dari kasus ini pun melakukan pertemuan dengan MRR. Belakangan pertemuan itu justru menghasilkan perbuatan penyiksaan.</description><content:encoded>


JAKARTA- Seorang pemuda berinisial MRR (23) menjadi korban penyekapan hingga berujung penyiksaan di sebuah kafe di Duren Sawit, Jakarta Timur. Pelaku penyiksaan berjumlah  puluhan orang.
Paman korban, Yusman mengatakan, pelaku tak menunjukkan penyesalannya setelah menganiaya korban. Pasalnya, penyiksaan itu menjadi bahan olokan puluhan pelaku.
&quot;Mereka ketawa-ketawa, mereka senang. Foto MRR ditelanjangi dijadikan ikon (meme) di akun grup mereka,&quot; kata Yusman kepada wartawan, dikutip Rabu (10/7/2024).

BACA JUGA:
Ini Motif Pemuda di Jaktim Disekap dan Disiksa Berbulan-bulan hingga Kelaminnya Ditaburi Bubuk Cabai

MRR disebut disekap selama tiga bulan. Selama tiga bulan itu rangkaian penyiksaan fisik hampir di sekujur tubuh pun pernah diterima korban.
Korban juga menderita gangguan saraf, tulang ekor bengkok hingga rasa trauma. Bahkan, Yusman menyebut korban kini memiliki rasa takut berlebih meski sudah berada di rumah.

BACA JUGA:
2 WNI Korban Penyekapan di Kamboja Dibebaskan!

&quot;Biasanya anak ini ceria, sekarang sering blank (bengong). Ketakutannya tinggi, melihat mobil-mobil (melintas) dianggapnya pelaku. Ketemu teman-temannya saja enggak mau,&quot; ujarnya.
Dilanjutkannya, keluarga korban juga mendapatkan intimidasi sebab sejumlah orang tak dikenal kerap mendatangi kediaman. Atas dasar itulah kini keluarga juga ikut diungsikan.
&quot;Memang sampai hari ini sifatnya ancaman dan teror dari para pelaku. Datang ke rumah ada empat mobil, nongkrong depan rumah sampai diusir pak RT tapi besoknya datang lagi,&quot; pungkasnya.Peristiwa penyekapan dan penyiksaan terhadap MRR bermula ketika MRR melakukan kerja sama dengan pria berinisial HR. Kerja sama itu yakni untuk melakukan jual beli mobil.
Awalnya proses kerja sama berlangsung lancar hingga pada transaksi keempat MRR tidak dapat mengembalikan sejumlah uang hasil kerja sama. Usut punya usut, MRR ternyata menggunakan uang itu untuk keperluan pribadi yang mendesak.
Geram dengan perbuatan MRR, HR yang juga terlapor dari kasus ini pun melakukan pertemuan dengan MRR. Belakangan pertemuan itu justru menghasilkan perbuatan penyiksaan.</content:encoded></item></channel></rss>
