<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Raja Majapahit, Gegara Bisul Lepas Jimat Kebalnya hingga Tewas Ditusuk</title><description>Penguasa Majapahit, Raja Jayanegara diyakini memiliki jimat kebal terhadap senjata tajam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/12/337/3033043/kisah-raja-majapahit-gegara-bisul-lepas-jimat-kebalnya-hingga-tewas-ditusuk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/12/337/3033043/kisah-raja-majapahit-gegara-bisul-lepas-jimat-kebalnya-hingga-tewas-ditusuk"/><item><title>Kisah Raja Majapahit, Gegara Bisul Lepas Jimat Kebalnya hingga Tewas Ditusuk</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/12/337/3033043/kisah-raja-majapahit-gegara-bisul-lepas-jimat-kebalnya-hingga-tewas-ditusuk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/12/337/3033043/kisah-raja-majapahit-gegara-bisul-lepas-jimat-kebalnya-hingga-tewas-ditusuk</guid><pubDate>Jum'at 12 Juli 2024 05:05 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/11/337/3033043/kisah-raja-majapahit-gegara-bisul-lepas-jimat-kebalnya-hingga-tewas-ditusuk-HcFine4S1v.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/11/337/3033043/kisah-raja-majapahit-gegara-bisul-lepas-jimat-kebalnya-hingga-tewas-ditusuk-HcFine4S1v.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Penguasa Majapahit, Raja Jayanegara diyakini memiliki jimat kebal terhadap senjata tajam. Namun, ia harus mengakhiri hidupnya secara tragis karena bisul.
Dirangkum dari berbagai sumber, bermula saat Jayanegara naik takhta setelah kematian ayahnya, Raja Wijaya. Namun, kenaikannya tidak diterima dengan baik oleh rakyat dan pengikut istana karena ia adalah anak dari seorang selir, sehingga dianggap tidak layak menjadi raja.

BACA JUGA:
Hakim: Keluarga hingga Kolega Syahrul Yasin Limpo Menikmati Uang Korupsi

Perilaku buruk Jayanegara semakin merusak reputasinya. Sebagai raja, ia sering melecehkan dayang-dayang istana dan bahkan istri-istri abdi dalem, termasuk istri dari Ra Tanca.&amp;nbsp;
Tragedi bermula ketika Raja Jayanegara menderita bisul parah yang mengganggu aktivitas sehari-harinya dan membuatnya kesulitan berjalan. Gajah Mada, yang prihatin dengan penderitaan raja, memanggil tabib Ra Tanca untuk menyembuhkan penyakit bisul tersebut.

BACA JUGA:
Polisi Korban Bom Gereja di Surabaya Terharu, Anaknya Lolos Jadi Polwan Cantik

Namun, Ra Tanca memiliki dendam pribadi terhadap Raja Jayanegara. Ra Tanca pun mempersiapkan peralatan operasi, yang sebenarnya akan digunakan untuk mengakhiri hidup Raja Jayanegara.&amp;nbsp;
Dengan cerdik, Ra Tanca meminta Raja Jayanegara melepaskan jimat kebalnya sebelum operasi dilakukan. Momen itu dimanfaatkan oleh Ra Tanca untuk menusuk Raja Jayanegara hingga tewas.</description><content:encoded>JAKARTA - Penguasa Majapahit, Raja Jayanegara diyakini memiliki jimat kebal terhadap senjata tajam. Namun, ia harus mengakhiri hidupnya secara tragis karena bisul.
Dirangkum dari berbagai sumber, bermula saat Jayanegara naik takhta setelah kematian ayahnya, Raja Wijaya. Namun, kenaikannya tidak diterima dengan baik oleh rakyat dan pengikut istana karena ia adalah anak dari seorang selir, sehingga dianggap tidak layak menjadi raja.

BACA JUGA:
Hakim: Keluarga hingga Kolega Syahrul Yasin Limpo Menikmati Uang Korupsi

Perilaku buruk Jayanegara semakin merusak reputasinya. Sebagai raja, ia sering melecehkan dayang-dayang istana dan bahkan istri-istri abdi dalem, termasuk istri dari Ra Tanca.&amp;nbsp;
Tragedi bermula ketika Raja Jayanegara menderita bisul parah yang mengganggu aktivitas sehari-harinya dan membuatnya kesulitan berjalan. Gajah Mada, yang prihatin dengan penderitaan raja, memanggil tabib Ra Tanca untuk menyembuhkan penyakit bisul tersebut.

BACA JUGA:
Polisi Korban Bom Gereja di Surabaya Terharu, Anaknya Lolos Jadi Polwan Cantik

Namun, Ra Tanca memiliki dendam pribadi terhadap Raja Jayanegara. Ra Tanca pun mempersiapkan peralatan operasi, yang sebenarnya akan digunakan untuk mengakhiri hidup Raja Jayanegara.&amp;nbsp;
Dengan cerdik, Ra Tanca meminta Raja Jayanegara melepaskan jimat kebalnya sebelum operasi dilakukan. Momen itu dimanfaatkan oleh Ra Tanca untuk menusuk Raja Jayanegara hingga tewas.</content:encoded></item></channel></rss>
