<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Pembentukan Pansus Impor Beras Dinilai Berpihak kepada Petani   </title><description>Pembentukan Panitia Khusus atau (Pansus) di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait masalah impor beras yang telah dilaporkan ke KPK&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/12/337/3033667/pembentukan-pansus-impor-beras-dinilai-berpihak-kepada-petani</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/12/337/3033667/pembentukan-pansus-impor-beras-dinilai-berpihak-kepada-petani"/><item><title> Pembentukan Pansus Impor Beras Dinilai Berpihak kepada Petani   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/12/337/3033667/pembentukan-pansus-impor-beras-dinilai-berpihak-kepada-petani</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/12/337/3033667/pembentukan-pansus-impor-beras-dinilai-berpihak-kepada-petani</guid><pubDate>Jum'at 12 Juli 2024 23:42 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/12/337/3033667/pembentukan-pansus-impor-beras-dinilai-berpihak-kepada-petani-wHmm2rLBm1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/12/337/3033667/pembentukan-pansus-impor-beras-dinilai-berpihak-kepada-petani-wHmm2rLBm1.jpg</image><title>Illustrasi (foto: dok Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Pembentukan Panitia Khusus atau (Pansus) di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait masalah impor beras yang telah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat segera dibentuk. Keberadaan Pansus dinilai berpihak kepada rakyat atau petani bukan untuk para importir.

&quot;Pansus diperlukan untuk menata pengelolaan pangan yang berpihak kepada rakyat atau petani bukan untuk para importir. Diharapkan selain proses hukum berjalan di KPK, di DPR ada juga upaya secara politik untuk menata pengelolaan ketersediaan pangan terutama beras yang berpihak kepada petani bukan pada para importir dan segelintir orang,&quot; kata Direktur Rumah Politik, Fernando Emas dalam keterangannya, Jumat (12/7/2024).

BACA JUGA:
Pansus Skandal Mark Up Impor Beras Rp2,7 Triliun Segera Dibentuk

Fernando juga menagih, DPR RI dapat segera membuktikan keberpihakannya kepada para petani dengan segera membentuk Pansus soal impor beras, kata Fernando, jangan berpihak kepada para importir.

&amp;ldquo;Saatnya DPR membuktikan memang benar sebagai wakil rakyat yang berpihak kepada para petani, dengan membentuk Pansus dan bukan berpihak kepada para importir beras atau kebutuhan pangan lainnya,&amp;rdquo; bebernya.

BACA JUGA:
Skandal Impor Beras Disebut Rugikan Negara Rp8,5 Triliun dalam Dua Tahun

Ia juga berharap, ke depan pemerintah dapat membuat kebijakan yang benar-benar berpihak kepada para petani. Fernando mengingatkan, pemerintah tidak sekedar janji-janji dalam membuat kebijakan untuk para petani.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Suhardi Duka menyebut hadirnya Badan Pangan Nasional atau Bapanas yang dikomandoi oleh Arief Prasetyo Adi, tidak fokus pada perbaikan hulu produksi lantaran merubah orientasi pangan menjadi impor.

Hal itu disampaikan Suhardi menanggapi dugaan skandal mark up impor impor 2,2 juta ton beras senilai Rp2,7 triliun dan kerugian negara akibat demurrage impor beras senilai Rp294,5 miliar. Kasus ini menyeret nama Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi dan Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Bayu Krisnamurthi.



&amp;ldquo;Saya menilai dengan hadirnya Bapanas, terjadi perubahan orientasi tentang pangan yang tadinya kita fokus untuk memperbaiki hulu dan produksi kini berubah menjadi ketersediaan dengan orientasi impor,&amp;rdquo; kata Suhardi.



Diketahui, harga rata-rata beras terpantau masih mengalami kenaikan sepekan ini. Berdasarkan data yang tersaji di Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), pada Rabu (10/7/2024) pukul 09.02 WIB, harga beras premium naik Rp140 atau sebesar 0,90% ke level Rp15.660 per kilogram.



Harga beras medium juga naik tipis sebesar 0,22% atau Rp30 menjadi Rp13.550 per kilogram. Bukan hanya beras premium dan beras medium, harga beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) Bulog juga terpantau naik menjadi Rp12.600 per kilogram. Harga rata-rata beras SPHP naik tipis 0,08% atau Rp10.</description><content:encoded>
JAKARTA - Pembentukan Panitia Khusus atau (Pansus) di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait masalah impor beras yang telah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat segera dibentuk. Keberadaan Pansus dinilai berpihak kepada rakyat atau petani bukan untuk para importir.

&quot;Pansus diperlukan untuk menata pengelolaan pangan yang berpihak kepada rakyat atau petani bukan untuk para importir. Diharapkan selain proses hukum berjalan di KPK, di DPR ada juga upaya secara politik untuk menata pengelolaan ketersediaan pangan terutama beras yang berpihak kepada petani bukan pada para importir dan segelintir orang,&quot; kata Direktur Rumah Politik, Fernando Emas dalam keterangannya, Jumat (12/7/2024).

BACA JUGA:
Pansus Skandal Mark Up Impor Beras Rp2,7 Triliun Segera Dibentuk

Fernando juga menagih, DPR RI dapat segera membuktikan keberpihakannya kepada para petani dengan segera membentuk Pansus soal impor beras, kata Fernando, jangan berpihak kepada para importir.

&amp;ldquo;Saatnya DPR membuktikan memang benar sebagai wakil rakyat yang berpihak kepada para petani, dengan membentuk Pansus dan bukan berpihak kepada para importir beras atau kebutuhan pangan lainnya,&amp;rdquo; bebernya.

BACA JUGA:
Skandal Impor Beras Disebut Rugikan Negara Rp8,5 Triliun dalam Dua Tahun

Ia juga berharap, ke depan pemerintah dapat membuat kebijakan yang benar-benar berpihak kepada para petani. Fernando mengingatkan, pemerintah tidak sekedar janji-janji dalam membuat kebijakan untuk para petani.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Suhardi Duka menyebut hadirnya Badan Pangan Nasional atau Bapanas yang dikomandoi oleh Arief Prasetyo Adi, tidak fokus pada perbaikan hulu produksi lantaran merubah orientasi pangan menjadi impor.

Hal itu disampaikan Suhardi menanggapi dugaan skandal mark up impor impor 2,2 juta ton beras senilai Rp2,7 triliun dan kerugian negara akibat demurrage impor beras senilai Rp294,5 miliar. Kasus ini menyeret nama Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi dan Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Bayu Krisnamurthi.



&amp;ldquo;Saya menilai dengan hadirnya Bapanas, terjadi perubahan orientasi tentang pangan yang tadinya kita fokus untuk memperbaiki hulu dan produksi kini berubah menjadi ketersediaan dengan orientasi impor,&amp;rdquo; kata Suhardi.



Diketahui, harga rata-rata beras terpantau masih mengalami kenaikan sepekan ini. Berdasarkan data yang tersaji di Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), pada Rabu (10/7/2024) pukul 09.02 WIB, harga beras premium naik Rp140 atau sebesar 0,90% ke level Rp15.660 per kilogram.



Harga beras medium juga naik tipis sebesar 0,22% atau Rp30 menjadi Rp13.550 per kilogram. Bukan hanya beras premium dan beras medium, harga beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) Bulog juga terpantau naik menjadi Rp12.600 per kilogram. Harga rata-rata beras SPHP naik tipis 0,08% atau Rp10.</content:encoded></item></channel></rss>
