<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Abu Vulkanik 1.000 Meter   </title><description>Gunung Lewotobi Laki-laki kembali mengalami erupsi, Senin (15/7/2024), pukul 06.37 WITA.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/15/337/3034298/gunung-lewotobi-laki-laki-erupsi-pagi-ini-abu-vulkanik-1-000-meter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/15/337/3034298/gunung-lewotobi-laki-laki-erupsi-pagi-ini-abu-vulkanik-1-000-meter"/><item><title> Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Abu Vulkanik 1.000 Meter   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/15/337/3034298/gunung-lewotobi-laki-laki-erupsi-pagi-ini-abu-vulkanik-1-000-meter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/15/337/3034298/gunung-lewotobi-laki-laki-erupsi-pagi-ini-abu-vulkanik-1-000-meter</guid><pubDate>Senin 15 Juli 2024 06:05 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/15/337/3034298/gunung-lewotobi-laki-laki-erupsi-pagi-ini-abu-vulkanik-1000-meter-bz1YMkozCa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Lewotobi laki-laki erupsi (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/15/337/3034298/gunung-lewotobi-laki-laki-erupsi-pagi-ini-abu-vulkanik-1000-meter-bz1YMkozCa.jpg</image><title>Gunung Lewotobi laki-laki erupsi (foto: dok ist)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8xMi8xLzE4MjczNy81L3g5MjBhZnU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Gunung Lewotobi Laki-laki kembali mengalami erupsi, Senin (15/7/2024), pukul 06.37 WITA. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan gunungapi meluncurkan abu vulkanik setinggi 1000 meter di atas puncak.
Diketahui, Gunung Api Lewotobi Laki-laki terletak di Kab/Kota Flores Timur, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.5389&amp;deg;LU, Longitude 122.7682&amp;deg;BT dan memiliki ketinggian 1584 mdpl.

BACA JUGA:
Gunung Api Ibu Erupsi, Tinggi Kolom Letusan Capai Dua Ribu Meter

&amp;ldquo;Terjadi erupsi G. Lewotobi Laki-laki pada hari Senin, 15 Juli 2024, pukul 06:37 WITA. Tinggi kolom letusan teramati &amp;plusmn; 1000 m di atas puncak (&amp;plusmn; 2584 m di atas permukaan laut),&amp;rdquo; ungkap Petugas Pos Pengamatan Gunung Api, Herman S Mboro dalam keterangannya.
Herman melaporkan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya dan barat. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.

BACA JUGA:
 Gunung Ibu Terus Erupsi, PVMBG: 235 Kali Letusan Sejak Awal Tahun 2024&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Sementara itu, Herman meminta masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/ wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 2 KM dari pusat erupsi G. Lewotobi Laki-laki serta sektoral 3 km pada arah Utara-Timur Laut dan 5 KM pada sektor Timur Laut.
&amp;ldquo;Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya,&amp;rdquo; imbaunya.
Herman juga meminta masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
&amp;ldquo;Masyarakat yang terdampak hujan abu G. Lewotobi Laki-laki memakai masker atau penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan,&amp;rdquo; tutupnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8xMi8xLzE4MjczNy81L3g5MjBhZnU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Gunung Lewotobi Laki-laki kembali mengalami erupsi, Senin (15/7/2024), pukul 06.37 WITA. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan gunungapi meluncurkan abu vulkanik setinggi 1000 meter di atas puncak.
Diketahui, Gunung Api Lewotobi Laki-laki terletak di Kab/Kota Flores Timur, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.5389&amp;deg;LU, Longitude 122.7682&amp;deg;BT dan memiliki ketinggian 1584 mdpl.

BACA JUGA:
Gunung Api Ibu Erupsi, Tinggi Kolom Letusan Capai Dua Ribu Meter

&amp;ldquo;Terjadi erupsi G. Lewotobi Laki-laki pada hari Senin, 15 Juli 2024, pukul 06:37 WITA. Tinggi kolom letusan teramati &amp;plusmn; 1000 m di atas puncak (&amp;plusmn; 2584 m di atas permukaan laut),&amp;rdquo; ungkap Petugas Pos Pengamatan Gunung Api, Herman S Mboro dalam keterangannya.
Herman melaporkan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya dan barat. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.

BACA JUGA:
 Gunung Ibu Terus Erupsi, PVMBG: 235 Kali Letusan Sejak Awal Tahun 2024&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Sementara itu, Herman meminta masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/ wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 2 KM dari pusat erupsi G. Lewotobi Laki-laki serta sektoral 3 km pada arah Utara-Timur Laut dan 5 KM pada sektor Timur Laut.
&amp;ldquo;Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya,&amp;rdquo; imbaunya.
Herman juga meminta masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
&amp;ldquo;Masyarakat yang terdampak hujan abu G. Lewotobi Laki-laki memakai masker atau penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan,&amp;rdquo; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
