<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kabareskrim Akui Kesulitan Tangani Peretasan Server PDN Kemenkominfo</title><description>Peraih Adhi Makayasa 1991 ini menegaskan, pihaknya masih mengevaluasi soal kasus peretasan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/15/337/3034616/kabareskrim-akui-kesulitan-tangani-peretasan-server-pdn-kemenkominfo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/15/337/3034616/kabareskrim-akui-kesulitan-tangani-peretasan-server-pdn-kemenkominfo"/><item><title>Kabareskrim Akui Kesulitan Tangani Peretasan Server PDN Kemenkominfo</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/15/337/3034616/kabareskrim-akui-kesulitan-tangani-peretasan-server-pdn-kemenkominfo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/15/337/3034616/kabareskrim-akui-kesulitan-tangani-peretasan-server-pdn-kemenkominfo</guid><pubDate>Senin 15 Juli 2024 16:19 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/15/337/3034616/kabareskrim-akui-kesulitan-tangani-peretasan-server-pdn-kemenkominfo-tCIUfnkuMP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kabareskrim Komjen Wahyu Widada/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/15/337/3034616/kabareskrim-akui-kesulitan-tangani-peretasan-server-pdn-kemenkominfo-tCIUfnkuMP.jpg</image><title>Kabareskrim Komjen Wahyu Widada/Okezone</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wMS8xLzE4MjM2NS81L3g5MTlzZjI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA -&amp;nbsp; Polri mengakui tidak mudah untuk menangani peretasan server Pusat Data Nasional (PDN) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).
Demikian diutarakan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komjen Wahyu Widada, di Mabes Polri,&amp;nbsp;Jakarta Selatan, Senin (15/7/2024).

BACA JUGA:
PDN Lumpuh Diserang Hacker, Jokowi : Sudah Kita Evaluasi Semua

Peraih Adhi Makayasa 1991 ini menegaskan, pihaknya masih mengevaluasi soal kasus peretasan. Namun, hal tersebut membutuhkan proses yang cukup panjang.

BACA JUGA:
Peretasan Data PDN, 86 Layanan Berhasil Dipulihkan

&quot;Dalam proses penegakan hukum kan tidak terus ujug-ujug, semua melalui proses pendalaman, kan ransomeware itu bukan suatu hal yang mudah ditangani,&quot; kata Wahyu.
Jenderal bintang tiga ini mengungkap, bahwa pihaknya telah bertemu dengan kepolisian Australia, dan mereka mengatakan bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk memecahkan masalah peretasan.&quot;Beberapa waktu lalu, kemarin saya juga ketemu teman-teman dari Australia butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa mengcrack memecahkan ini, masalahnya,&quot; kata mantan Kapolda Aceh ini.

&quot;Tetapi kita akan terus melakukan evaluasi dan juga untuk mengkaji ini semua mudah-mudahan bisa menyelesaikan dalam waktu secepatnya,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wMS8xLzE4MjM2NS81L3g5MTlzZjI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA -&amp;nbsp; Polri mengakui tidak mudah untuk menangani peretasan server Pusat Data Nasional (PDN) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).
Demikian diutarakan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komjen Wahyu Widada, di Mabes Polri,&amp;nbsp;Jakarta Selatan, Senin (15/7/2024).

BACA JUGA:
PDN Lumpuh Diserang Hacker, Jokowi : Sudah Kita Evaluasi Semua

Peraih Adhi Makayasa 1991 ini menegaskan, pihaknya masih mengevaluasi soal kasus peretasan. Namun, hal tersebut membutuhkan proses yang cukup panjang.

BACA JUGA:
Peretasan Data PDN, 86 Layanan Berhasil Dipulihkan

&quot;Dalam proses penegakan hukum kan tidak terus ujug-ujug, semua melalui proses pendalaman, kan ransomeware itu bukan suatu hal yang mudah ditangani,&quot; kata Wahyu.
Jenderal bintang tiga ini mengungkap, bahwa pihaknya telah bertemu dengan kepolisian Australia, dan mereka mengatakan bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk memecahkan masalah peretasan.&quot;Beberapa waktu lalu, kemarin saya juga ketemu teman-teman dari Australia butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa mengcrack memecahkan ini, masalahnya,&quot; kata mantan Kapolda Aceh ini.

&quot;Tetapi kita akan terus melakukan evaluasi dan juga untuk mengkaji ini semua mudah-mudahan bisa menyelesaikan dalam waktu secepatnya,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
