<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Perdagangan Orang Justru Menyasar Warga Berpendidikan Tinggi, Sulit Cari Kerja Jadi Alasan</title><description>Salah satu faktor penyebabnya yakni sulitnya cari kerja di Tanah Air.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/15/337/3034625/kasus-perdagangan-orang-justru-menyasar-warga-berpendidikan-tinggi-sulit-cari-kerja-jadi-alasan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/15/337/3034625/kasus-perdagangan-orang-justru-menyasar-warga-berpendidikan-tinggi-sulit-cari-kerja-jadi-alasan"/><item><title>Kasus Perdagangan Orang Justru Menyasar Warga Berpendidikan Tinggi, Sulit Cari Kerja Jadi Alasan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/15/337/3034625/kasus-perdagangan-orang-justru-menyasar-warga-berpendidikan-tinggi-sulit-cari-kerja-jadi-alasan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/15/337/3034625/kasus-perdagangan-orang-justru-menyasar-warga-berpendidikan-tinggi-sulit-cari-kerja-jadi-alasan</guid><pubDate>Senin 15 Juli 2024 16:31 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/15/337/3034625/kasus-perdagangan-orang-justru-menyasar-warga-berpendidikan-tinggi-sulit-cari-kerja-jadi-alasan-8w5Nlg2AEN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi  (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/15/337/3034625/kasus-perdagangan-orang-justru-menyasar-warga-berpendidikan-tinggi-sulit-cari-kerja-jadi-alasan-8w5Nlg2AEN.jpg</image><title>Ilustrasi  (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengungkapkan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) menyasar orang-orang berpendidikan tinggi. Salah satu faktor penyebabnya yakni sulitnya cari kerja di Tanah Air.

&amp;ldquo;Bahwa TPPO itu tidak mengenal bahwa orang yang termasuk menengah ke bawah ya tapi juga ternyata kena juga kepada mereka-mereka yang berpendidikan,&amp;rdquo; ungkap Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum dalam dialog Deputy Meet The Press di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (15/7/2024).


BACA JUGA:
Ngeri, 698 WNI Menjadi Korban Perdagangan Orang dari Januari-Juli 2024


Woro pun menyoroti sulitnya mencari kerja di Indonesia, sehingga menjadi penyebab orang-orang berpendidikan tinggi menjadi korban TPPO. &amp;ldquo;Jadi, ini memang peluang kerja. Artinya kita bicara peluang kerja di Tanah Air ya, yang harus kita buka seluas-luasnya untuk bisa menangkap mereka-mereka ini yang mencari kerja. Yang lulus kuliah-kuliah ini juga ternyata susah,&amp;rdquo; katanya.

Oleh karena itu, Woro mengatakan bahwa pihaknya di Kemenko PMK juga telah mendorong kewirausahaan pemuda. &amp;ldquo;Ini yang juga menjadi catatan kita bagaimana membuka peluang, makanya kami di Kemenko PMK juga mendorong kewirausahaan pemuda.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Jadi membuka minat usaha pemuda kita, karena mendorong wirausaha itu tidak mudah. Kita orang yang biasa duduk di kantoran, duduk di belakang meja, tiba-tiba harus berwirausaha. Itu tidak mudah,&amp;rdquo; tambahnya.
Woro pun memastikan bahwa pihaknya yang bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memfasilitasi minat usaha pemuda sehingga menumbuhkan ekosistem kewirausahaan.



&amp;ldquo;Makanya yang kita lakukan disini juga dengan Kemenpora, dengan pihak-pihak lain adalah bagaimana membangun minat usaha pada pemuda, memfasilitasinya juga, hingga kemudian menumbuhkan ekosistem kewirausahaannya. Ini, kami kerjakan bersama-sama dengan pihak swasta maupun perguruan tinggi,&amp;rdquo; ujar Woro.



&amp;ldquo;Memang kembali lagi bicara tentang kewirausahaan pemuda ini bukan hal yang mudah ya, karena dibangunnya harus di usia yang dini,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengungkapkan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) menyasar orang-orang berpendidikan tinggi. Salah satu faktor penyebabnya yakni sulitnya cari kerja di Tanah Air.

&amp;ldquo;Bahwa TPPO itu tidak mengenal bahwa orang yang termasuk menengah ke bawah ya tapi juga ternyata kena juga kepada mereka-mereka yang berpendidikan,&amp;rdquo; ungkap Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum dalam dialog Deputy Meet The Press di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (15/7/2024).


BACA JUGA:
Ngeri, 698 WNI Menjadi Korban Perdagangan Orang dari Januari-Juli 2024


Woro pun menyoroti sulitnya mencari kerja di Indonesia, sehingga menjadi penyebab orang-orang berpendidikan tinggi menjadi korban TPPO. &amp;ldquo;Jadi, ini memang peluang kerja. Artinya kita bicara peluang kerja di Tanah Air ya, yang harus kita buka seluas-luasnya untuk bisa menangkap mereka-mereka ini yang mencari kerja. Yang lulus kuliah-kuliah ini juga ternyata susah,&amp;rdquo; katanya.

Oleh karena itu, Woro mengatakan bahwa pihaknya di Kemenko PMK juga telah mendorong kewirausahaan pemuda. &amp;ldquo;Ini yang juga menjadi catatan kita bagaimana membuka peluang, makanya kami di Kemenko PMK juga mendorong kewirausahaan pemuda.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Jadi membuka minat usaha pemuda kita, karena mendorong wirausaha itu tidak mudah. Kita orang yang biasa duduk di kantoran, duduk di belakang meja, tiba-tiba harus berwirausaha. Itu tidak mudah,&amp;rdquo; tambahnya.
Woro pun memastikan bahwa pihaknya yang bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memfasilitasi minat usaha pemuda sehingga menumbuhkan ekosistem kewirausahaan.



&amp;ldquo;Makanya yang kita lakukan disini juga dengan Kemenpora, dengan pihak-pihak lain adalah bagaimana membangun minat usaha pada pemuda, memfasilitasinya juga, hingga kemudian menumbuhkan ekosistem kewirausahaannya. Ini, kami kerjakan bersama-sama dengan pihak swasta maupun perguruan tinggi,&amp;rdquo; ujar Woro.



&amp;ldquo;Memang kembali lagi bicara tentang kewirausahaan pemuda ini bukan hal yang mudah ya, karena dibangunnya harus di usia yang dini,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
