<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penembakan Pemulung, DPR Desak TNI Tindak Tegas Oknum Pelakunya   </title><description>Komisi yang membidangi pertahanan negara itu meminta TNI harus bawa pelaku ke pengadilan milter.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/16/337/3034838/penembakan-pemulung-dpr-desak-tni-tindak-tegas-oknum-pelakunya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/16/337/3034838/penembakan-pemulung-dpr-desak-tni-tindak-tegas-oknum-pelakunya"/><item><title>Penembakan Pemulung, DPR Desak TNI Tindak Tegas Oknum Pelakunya   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/16/337/3034838/penembakan-pemulung-dpr-desak-tni-tindak-tegas-oknum-pelakunya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/16/337/3034838/penembakan-pemulung-dpr-desak-tni-tindak-tegas-oknum-pelakunya</guid><pubDate>Selasa 16 Juli 2024 07:15 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/16/337/3034838/penembakan-pemulung-dpr-desak-tni-tindak-tegas-oknum-pelakunya-7UgsV6NOef.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/16/337/3034838/penembakan-pemulung-dpr-desak-tni-tindak-tegas-oknum-pelakunya-7UgsV6NOef.jpg</image><title>Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Komisi I DPR RI meminta pihak berwajib TNI untuk melakukan penegakan hukum atas kasus prajurit yang menembak pemulung di Palu. Komisi yang membidangi pertahanan negara itu meminta TNI harus bawa pelaku ke pengadilan milter.

&amp;ldquo;Untuk kasus di Palu, hukum wajib ditegakkan. Pangkoops AU harus berani mengusut sampai membawa pelaku yang bersangkutan ke pengadilan militer,&amp;rdquo; kata anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin dalam keterangan tertulis, Selasa (16/7/2024).

BACA JUGA:
Waspada! Banjir Rob Akibat Fase Bulan Purnama Mengintai hingga 31 Juli 2024


Adapun kasus penembakan ini terjadi saat pemulung bernama Jenri ditembak dengan senapan angin oleh oknum personel TNI AU saat kepergok masuk dengan melompat pagar ke kawasan rumah dinas TNI AU di Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Palu Selatan, Kamis 11 Juli 2024.

Hasanuddin menilai, peristiwa penembakan ini merupakan pelanggaran hukum yang cukup serius dan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun. &quot;Apalagi korban tidak melakukan tindakan yang membahayakan atau mengancam,&quot; ucapnya.

BACA JUGA:
Hobi Unik Raja Muda Majapahit Hayam Wuruk


Ia meyakini, TNI AU akan melakukan investigasi menyeluruh dan transparan terhadap peristiwa ini. Untuk itu, Hadanuddin meminta TNI bisa menindak tegas prajurit tersebut.

&amp;ldquo;Pelaku penembakan harus ditindak tegas. Tindakan tegas diperlukan untuk menegakkan keadilan dan mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa depan. Dan semoga korban dapat segera pulih kembali,&amp;rdquo; tutur Hasanuddin.
</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi I DPR RI meminta pihak berwajib TNI untuk melakukan penegakan hukum atas kasus prajurit yang menembak pemulung di Palu. Komisi yang membidangi pertahanan negara itu meminta TNI harus bawa pelaku ke pengadilan milter.

&amp;ldquo;Untuk kasus di Palu, hukum wajib ditegakkan. Pangkoops AU harus berani mengusut sampai membawa pelaku yang bersangkutan ke pengadilan militer,&amp;rdquo; kata anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin dalam keterangan tertulis, Selasa (16/7/2024).

BACA JUGA:
Waspada! Banjir Rob Akibat Fase Bulan Purnama Mengintai hingga 31 Juli 2024


Adapun kasus penembakan ini terjadi saat pemulung bernama Jenri ditembak dengan senapan angin oleh oknum personel TNI AU saat kepergok masuk dengan melompat pagar ke kawasan rumah dinas TNI AU di Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Palu Selatan, Kamis 11 Juli 2024.

Hasanuddin menilai, peristiwa penembakan ini merupakan pelanggaran hukum yang cukup serius dan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun. &quot;Apalagi korban tidak melakukan tindakan yang membahayakan atau mengancam,&quot; ucapnya.

BACA JUGA:
Hobi Unik Raja Muda Majapahit Hayam Wuruk


Ia meyakini, TNI AU akan melakukan investigasi menyeluruh dan transparan terhadap peristiwa ini. Untuk itu, Hadanuddin meminta TNI bisa menindak tegas prajurit tersebut.

&amp;ldquo;Pelaku penembakan harus ditindak tegas. Tindakan tegas diperlukan untuk menegakkan keadilan dan mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa depan. Dan semoga korban dapat segera pulih kembali,&amp;rdquo; tutur Hasanuddin.
</content:encoded></item></channel></rss>
