<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> 5 Tokoh Intelektual NU Bertemu Presiden Israel Dinilai Bisa Membahayakan Agenda Kebangsaan   </title><description>Lima tokoh intelektual Nahdlatul Ulama (NU) berkunjung ke Israel, dan bertemu dengan Presiden Isaac Herzog.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/16/337/3035093/5-tokoh-intelektual-nu-bertemu-presiden-israel-dinilai-bisa-membahayakan-agenda-kebangsaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/16/337/3035093/5-tokoh-intelektual-nu-bertemu-presiden-israel-dinilai-bisa-membahayakan-agenda-kebangsaan"/><item><title> 5 Tokoh Intelektual NU Bertemu Presiden Israel Dinilai Bisa Membahayakan Agenda Kebangsaan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/16/337/3035093/5-tokoh-intelektual-nu-bertemu-presiden-israel-dinilai-bisa-membahayakan-agenda-kebangsaan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/16/337/3035093/5-tokoh-intelektual-nu-bertemu-presiden-israel-dinilai-bisa-membahayakan-agenda-kebangsaan</guid><pubDate>Selasa 16 Juli 2024 15:11 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/16/337/3035093/5-tokoh-intelektual-nu-bertemu-presiden-israel-dinilai-bisa-membahayakan-agenda-kebangsaan-1wLn0w2t8Q.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Lima tokoh NU bertemu Presiden Israel Isaac Herzog (foto: dok ist/nu online)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/16/337/3035093/5-tokoh-intelektual-nu-bertemu-presiden-israel-dinilai-bisa-membahayakan-agenda-kebangsaan-1wLn0w2t8Q.jpeg</image><title>Lima tokoh NU bertemu Presiden Israel Isaac Herzog (foto: dok ist/nu online)</title></images><description>
JAKARTA - Lima tokoh intelektual Nahdlatul Ulama (NU) berkunjung ke Israel, dan bertemu dengan Presiden Isaac Herzog. Sontak saja tindakan kelima cindekiawan menuai kecaman, karena Indonesia jelas mendukung Palestina yang kini sedang menghadapi genosida oleh pasukan Zionis.

Sikap kelima tokoh NU bertemu Presiden Israel Isaac Herzog dinyatakan tak mendapat mandat dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Tapi, perbuatan itu tentu mencoreng nama baik NU dan melukai perasaan mayoritas umat Islam di Indonesia.

BACA JUGA:
Viral Logo NU Dipelesetkan Jadi Netanyahu United, PBNU : Tidak Elok

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Politik Sabang Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan menegaskan, pertemuan lima aktivis NU dengan Presiden Israel, Isaac Herzog, merupakan pengkhianatan terhadap cita-cita Menteri Pertahanan (Menhan) yang juga Presiden terpilih, Prabowo Subianto yang ingin memerdekakan Palestina saat ini.

&quot;Indonesia sendiri secara resmi tidak mengakui negara Israel, sehingga tidak mungkin ada kunjungan orang Indonesia ke pejabat negara Israel tanpa sebuah hubungan konspiratif, yang mungkin membahayakan agenda kebangsaan kita,&quot; kata Syahganda dalam keterangannya, Selasa (16/7/2024).

BACA JUGA:
PBNU Panggil 5 Nahdliyin yang Temui Presiden Israel Siang Ini, Terancam Diberhentikan
Oleh karena itu, Syahganda meminta kepada Prabowo Subianto jika dilantik sebagai Presiden RI harus menunjuk menteri agama dari kalangan intelijen agar mampu mengawasi langsung kelompok-kelompok tertentu, dan agendanya terkait Israel, di Indonesia.



&quot;Sebab, rencana Prabowo menggerakkan 3 batalyon tentara ke Palestina dan penggalangan secara intensif masyarakat Internasional, untuk pembebasan Palestina, akan terhambat jika ada unsur-unsur masyarakat yang mungkin terinfiltrasi agenda Israel di Indonesia,&quot; bebernya.



Lebih lanjut Syahganda mengatakan, bahwa agenda Prabowo untuk membebaskan Palestina dari penjajahan Israel harus didukung secara totalitas oleh rakyat Indonesia.



&quot;Dukungan itu bisa berupa ikut serta dalam gerakan BDS (Boycott, Divestment, Sanction), penggalangan donasi maupun doa untuk rakyat Palestina. Pemerintah sendiri juga harus mulai memboikot penggunaan produk-produk Israel,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>
JAKARTA - Lima tokoh intelektual Nahdlatul Ulama (NU) berkunjung ke Israel, dan bertemu dengan Presiden Isaac Herzog. Sontak saja tindakan kelima cindekiawan menuai kecaman, karena Indonesia jelas mendukung Palestina yang kini sedang menghadapi genosida oleh pasukan Zionis.

Sikap kelima tokoh NU bertemu Presiden Israel Isaac Herzog dinyatakan tak mendapat mandat dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Tapi, perbuatan itu tentu mencoreng nama baik NU dan melukai perasaan mayoritas umat Islam di Indonesia.

BACA JUGA:
Viral Logo NU Dipelesetkan Jadi Netanyahu United, PBNU : Tidak Elok

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Politik Sabang Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan menegaskan, pertemuan lima aktivis NU dengan Presiden Israel, Isaac Herzog, merupakan pengkhianatan terhadap cita-cita Menteri Pertahanan (Menhan) yang juga Presiden terpilih, Prabowo Subianto yang ingin memerdekakan Palestina saat ini.

&quot;Indonesia sendiri secara resmi tidak mengakui negara Israel, sehingga tidak mungkin ada kunjungan orang Indonesia ke pejabat negara Israel tanpa sebuah hubungan konspiratif, yang mungkin membahayakan agenda kebangsaan kita,&quot; kata Syahganda dalam keterangannya, Selasa (16/7/2024).

BACA JUGA:
PBNU Panggil 5 Nahdliyin yang Temui Presiden Israel Siang Ini, Terancam Diberhentikan
Oleh karena itu, Syahganda meminta kepada Prabowo Subianto jika dilantik sebagai Presiden RI harus menunjuk menteri agama dari kalangan intelijen agar mampu mengawasi langsung kelompok-kelompok tertentu, dan agendanya terkait Israel, di Indonesia.



&quot;Sebab, rencana Prabowo menggerakkan 3 batalyon tentara ke Palestina dan penggalangan secara intensif masyarakat Internasional, untuk pembebasan Palestina, akan terhambat jika ada unsur-unsur masyarakat yang mungkin terinfiltrasi agenda Israel di Indonesia,&quot; bebernya.



Lebih lanjut Syahganda mengatakan, bahwa agenda Prabowo untuk membebaskan Palestina dari penjajahan Israel harus didukung secara totalitas oleh rakyat Indonesia.



&quot;Dukungan itu bisa berupa ikut serta dalam gerakan BDS (Boycott, Divestment, Sanction), penggalangan donasi maupun doa untuk rakyat Palestina. Pemerintah sendiri juga harus mulai memboikot penggunaan produk-produk Israel,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
