<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPR Kecewa 5 Pemuda NU Temui Presiden Israel: Mereka Hanya Peroleh Sensasi Sesaat</title><description>DPR mengaku kecewa dengan liwa pemuda Nahdlatul Ulama (NU) yang bertemu dengan Presiden Israel Isaac Herzog.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/16/337/3035193/dpr-kecewa-5-pemuda-nu-temui-presiden-israel-mereka-hanya-peroleh-sensasi-sesaat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/16/337/3035193/dpr-kecewa-5-pemuda-nu-temui-presiden-israel-mereka-hanya-peroleh-sensasi-sesaat"/><item><title>DPR Kecewa 5 Pemuda NU Temui Presiden Israel: Mereka Hanya Peroleh Sensasi Sesaat</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/16/337/3035193/dpr-kecewa-5-pemuda-nu-temui-presiden-israel-mereka-hanya-peroleh-sensasi-sesaat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/16/337/3035193/dpr-kecewa-5-pemuda-nu-temui-presiden-israel-mereka-hanya-peroleh-sensasi-sesaat</guid><pubDate>Selasa 16 Juli 2024 16:56 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/16/337/3035193/dpr-kecewa-5-pemuda-nu-temui-presiden-israel-mereka-hanya-peroleh-sensasi-sesaat-DD2OW4Tp2X.jpg" expression="full" type="image/jpeg">DPR kecewa 4 nahdliyin bertemu dengan Presiden Israel (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/16/337/3035193/dpr-kecewa-5-pemuda-nu-temui-presiden-israel-mereka-hanya-peroleh-sensasi-sesaat-DD2OW4Tp2X.jpg</image><title>DPR kecewa 4 nahdliyin bertemu dengan Presiden Israel (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB, Luqman Hakim mengaku kecewa dengan liwa pemuda Nahdlatul Ulama (NU) yang bertemu dengan Presiden Israel Isaac Herzog. Sebagai warga Indonesia, ia menegaskan nahdliyin tidak menunjukkan dukungan terhadap Israel. Apalagi, posisi Indonesia telah membela kemerdekaan Palestina.

&amp;ldquo;Saya sendiri tentu kecewa dengan peristiwa ini. Saya sudah berkali menyampaikan agar bangsa Indonesia meningkatkan dukungan kepada perjuangan kemerdekaan Palestina dengan menginisiasi pendekatan dukungan militer bersama negara-negara lain di dunia,&amp;rdquo; ujar Luqman dalam keterangannya, Selasa (16/7/2024).


BACA JUGA:
Viral Logo NU Dipelesetkan Jadi Netanyahu United, PBNU : Tidak Elok


Ia pun menilai, langkah lima pemuda NU itu merupakan perbuatan tak elok. Pertemuan tersebut juga dianggap telah melukai perasaan masyarakat, apalagi pertemuan dilakukan di tengah kondisi militer Israel yang masih terus menggempur Palestina.

&amp;ldquo;Saya tidak tahu apa tujuan mereka (warga NU) berlima pergi ke Israel. Tetapi pertemuan mereka dengan Presiden Israel menurut saya tidaklah elok. Pertemuan itu juga berpotensi melukai perasaan masyarakat luas yang meyakini kemerdekaan adalah hak segala bangsa, termasuk hak bangsa Palestina,&amp;rdquo; katanya.


BACA JUGA:
 Upaya Cegah Kasus TPPO, Ditjen Imigrasi Tunda Penerbitan 3.541 Paspor&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Kendati demikian, Luqman mendukung rencana PBNU yang akan segera memanggil lima pemuda NU itu. Menurutnya, PBNU perlu meminta pertanggungjawaban kelima cendekiawan tersebut.

&amp;ldquo;Karena menurut saya, pertemuan mereka dengan Presiden Israel sama sekali tidak ada manfaat bagi Palestina, bagi Indonesia dan bagi NU itu sendiri. Yang mereka peroleh hanyalah publisitas dan sensasi sesaat, yang celakanya menimbulkan luka bagi masyarakat luas,&amp;rdquo; terang Luqman.Luqman menilai, klarifikasi diperlukan untuk memastikan bahwa sikap lima warga NU itu telah sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan dan kemanusiaan.

&amp;ldquo;Sudah tepat rencana PBNU memanggil mereka untuk mendapatkan pembinaan, meski mereka berangkat ke sana atas nama pribadi-pribadi,&amp;rdquo; ujar Luqman.</description><content:encoded>JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB, Luqman Hakim mengaku kecewa dengan liwa pemuda Nahdlatul Ulama (NU) yang bertemu dengan Presiden Israel Isaac Herzog. Sebagai warga Indonesia, ia menegaskan nahdliyin tidak menunjukkan dukungan terhadap Israel. Apalagi, posisi Indonesia telah membela kemerdekaan Palestina.

&amp;ldquo;Saya sendiri tentu kecewa dengan peristiwa ini. Saya sudah berkali menyampaikan agar bangsa Indonesia meningkatkan dukungan kepada perjuangan kemerdekaan Palestina dengan menginisiasi pendekatan dukungan militer bersama negara-negara lain di dunia,&amp;rdquo; ujar Luqman dalam keterangannya, Selasa (16/7/2024).


BACA JUGA:
Viral Logo NU Dipelesetkan Jadi Netanyahu United, PBNU : Tidak Elok


Ia pun menilai, langkah lima pemuda NU itu merupakan perbuatan tak elok. Pertemuan tersebut juga dianggap telah melukai perasaan masyarakat, apalagi pertemuan dilakukan di tengah kondisi militer Israel yang masih terus menggempur Palestina.

&amp;ldquo;Saya tidak tahu apa tujuan mereka (warga NU) berlima pergi ke Israel. Tetapi pertemuan mereka dengan Presiden Israel menurut saya tidaklah elok. Pertemuan itu juga berpotensi melukai perasaan masyarakat luas yang meyakini kemerdekaan adalah hak segala bangsa, termasuk hak bangsa Palestina,&amp;rdquo; katanya.


BACA JUGA:
 Upaya Cegah Kasus TPPO, Ditjen Imigrasi Tunda Penerbitan 3.541 Paspor&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Kendati demikian, Luqman mendukung rencana PBNU yang akan segera memanggil lima pemuda NU itu. Menurutnya, PBNU perlu meminta pertanggungjawaban kelima cendekiawan tersebut.

&amp;ldquo;Karena menurut saya, pertemuan mereka dengan Presiden Israel sama sekali tidak ada manfaat bagi Palestina, bagi Indonesia dan bagi NU itu sendiri. Yang mereka peroleh hanyalah publisitas dan sensasi sesaat, yang celakanya menimbulkan luka bagi masyarakat luas,&amp;rdquo; terang Luqman.Luqman menilai, klarifikasi diperlukan untuk memastikan bahwa sikap lima warga NU itu telah sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan dan kemanusiaan.

&amp;ldquo;Sudah tepat rencana PBNU memanggil mereka untuk mendapatkan pembinaan, meski mereka berangkat ke sana atas nama pribadi-pribadi,&amp;rdquo; ujar Luqman.</content:encoded></item></channel></rss>
