<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siswa SD di Sampang Mogok Belajar Hari Pertama Sekolah Protes Tabungan Tak Cair   </title><description>Tidak diberikannya uang tabungan milik siswa dari kelas I - VI telah menjadi polemik di lingkungan pendidikan Kabupaten Sampang.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/16/519/3035327/siswa-sd-di-sampang-mogok-belajar-hari-pertama-sekolah-protes-tabungan-tak-cair</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/16/519/3035327/siswa-sd-di-sampang-mogok-belajar-hari-pertama-sekolah-protes-tabungan-tak-cair"/><item><title>Siswa SD di Sampang Mogok Belajar Hari Pertama Sekolah Protes Tabungan Tak Cair   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/16/519/3035327/siswa-sd-di-sampang-mogok-belajar-hari-pertama-sekolah-protes-tabungan-tak-cair</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/16/519/3035327/siswa-sd-di-sampang-mogok-belajar-hari-pertama-sekolah-protes-tabungan-tak-cair</guid><pubDate>Selasa 16 Juli 2024 21:48 WIB</pubDate><dc:creator>Diwan Mohammad Zahri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/16/519/3035327/siswa-sd-di-sampang-mogok-belajar-hari-pertama-sekolah-protes-tabungan-tak-cair-a8t6Hi8y09.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Siswa SD di Madura mogok belajar (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/16/519/3035327/siswa-sd-di-sampang-mogok-belajar-hari-pertama-sekolah-protes-tabungan-tak-cair-a8t6Hi8y09.jpg</image><title>Siswa SD di Madura mogok belajar (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wNC8xLzE4MjUxNC81L3g5MWl0anM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SAMPANG - Aksi mogok belajar dilakukan oleh para siswa SDN Taddan 2, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura.pada Senin 15 Juli 2024.
Pemicunya, para wali murid enggan menyekolahkan putra-putrinya alias mogok sekolah karena diduga uang tabungan mereka tidak kunjung cair.
Tidak diberikannya uang tabungan milik siswa dari kelas I - VI telah menjadi polemik di lingkungan pendidikan Kabupaten Sampang.

BACA JUGA:
Uang Tabungan Tak Cair, Siswa SD Mogok Belajar di Hari Pertama Masuk Sekolah

Sebelumnya uang tabungan itu dikabarkan dititipkan ke salah satu perusahaan travel haji dan umrah di Pamekasan oleh Kepala Sekolah SDN Taddan 2. Namun, tak kunjung diberikan ke siswa hingga waktu yang telah ditentukan.

BACA JUGA:
Puluhan Siswa SD di Meranti Keracunan, Diduga Usai Konsumsi Minuman Sachet

Bahkan wali murid sempat melaksanakan aksi protes, mendatangi lembaga sekolah.
Pelaksana Harian (Plh) Kelala Sekolah SDN Taddan 2 Jumilah Arif mengatakan bahwa saat ini para siswa kembali masuk seperti biasanya, sebab uang tabungan mereka telah diberikan.
&quot;Uang tabungan milik siswa telah diberikan pada Senin kemarin,&quot; ujarnya, Selasa (16/7/2024).Menurutnya, alasan wali murid tidak ingin menyekolahkan anaknya (mogok sekolah) karena juga tidak ingin anak mereka bertemu atau dibina oleh Kepsek sebelumnya.

&quot;Warga meminta agar Kepsek sebelumnya diganti dan sekarang telah diganti saya sebagai Plh. Warga tadi antusias menunggu Plh yang baru,&quot; terangnya.

Dirinya berharap, kondisi sekolah seterusnya tidak ada permasalahan lagi agar jalannya proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) normal dan siswa bisa melamar dengan tenang.

&quot;Saya akan kembalikan kepercayaan wali murid seperti semula, karena kasihan jika para siswa disini tidak sekolah,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wNC8xLzE4MjUxNC81L3g5MWl0anM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SAMPANG - Aksi mogok belajar dilakukan oleh para siswa SDN Taddan 2, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura.pada Senin 15 Juli 2024.
Pemicunya, para wali murid enggan menyekolahkan putra-putrinya alias mogok sekolah karena diduga uang tabungan mereka tidak kunjung cair.
Tidak diberikannya uang tabungan milik siswa dari kelas I - VI telah menjadi polemik di lingkungan pendidikan Kabupaten Sampang.

BACA JUGA:
Uang Tabungan Tak Cair, Siswa SD Mogok Belajar di Hari Pertama Masuk Sekolah

Sebelumnya uang tabungan itu dikabarkan dititipkan ke salah satu perusahaan travel haji dan umrah di Pamekasan oleh Kepala Sekolah SDN Taddan 2. Namun, tak kunjung diberikan ke siswa hingga waktu yang telah ditentukan.

BACA JUGA:
Puluhan Siswa SD di Meranti Keracunan, Diduga Usai Konsumsi Minuman Sachet

Bahkan wali murid sempat melaksanakan aksi protes, mendatangi lembaga sekolah.
Pelaksana Harian (Plh) Kelala Sekolah SDN Taddan 2 Jumilah Arif mengatakan bahwa saat ini para siswa kembali masuk seperti biasanya, sebab uang tabungan mereka telah diberikan.
&quot;Uang tabungan milik siswa telah diberikan pada Senin kemarin,&quot; ujarnya, Selasa (16/7/2024).Menurutnya, alasan wali murid tidak ingin menyekolahkan anaknya (mogok sekolah) karena juga tidak ingin anak mereka bertemu atau dibina oleh Kepsek sebelumnya.

&quot;Warga meminta agar Kepsek sebelumnya diganti dan sekarang telah diganti saya sebagai Plh. Warga tadi antusias menunggu Plh yang baru,&quot; terangnya.

Dirinya berharap, kondisi sekolah seterusnya tidak ada permasalahan lagi agar jalannya proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) normal dan siswa bisa melamar dengan tenang.

&quot;Saya akan kembalikan kepercayaan wali murid seperti semula, karena kasihan jika para siswa disini tidak sekolah,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
