<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Diminta Tegas Usai Warga Bakar Mobil Dinas TNI-Polri Protes Anggota OPM Dilumpuhkan</title><description>Puan mengatakan, tindakan anarkis OPM harus disikapi dengan penegakan hukum yang tegas</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/18/337/3036326/pemerintah-diminta-tegas-usai-warga-bakar-mobil-dinas-tni-polri-protes-anggota-opm-dilumpuhkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/18/337/3036326/pemerintah-diminta-tegas-usai-warga-bakar-mobil-dinas-tni-polri-protes-anggota-opm-dilumpuhkan"/><item><title>Pemerintah Diminta Tegas Usai Warga Bakar Mobil Dinas TNI-Polri Protes Anggota OPM Dilumpuhkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/18/337/3036326/pemerintah-diminta-tegas-usai-warga-bakar-mobil-dinas-tni-polri-protes-anggota-opm-dilumpuhkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/18/337/3036326/pemerintah-diminta-tegas-usai-warga-bakar-mobil-dinas-tni-polri-protes-anggota-opm-dilumpuhkan</guid><pubDate>Kamis 18 Juli 2024 21:48 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/18/337/3036326/pemerintah-diminta-tegas-usai-warga-bakar-mobil-dinas-tni-polri-protes-anggota-opm-dilumpuhkan-dstluKhWTM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/18/337/3036326/pemerintah-diminta-tegas-usai-warga-bakar-mobil-dinas-tni-polri-protes-anggota-opm-dilumpuhkan-dstluKhWTM.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNC8xLzE4MDMwNi81L3g4eHhvamc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti kondisi yang sempat memanas usai tiga anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) dilumpuhkan pada Selasa 16 Juli 2024 lalu. Puan meminta Pemerintah untuk bertindak tegas, namun tetap mengedepankan sisi humanis dalam mengatasi masalah itu.
&amp;ldquo;Pemerintah harus segera ambil langkah tegas yang komperhensif dalam menyelesaikan permasalahan di Papua ini mengingat kejadian terus berulang. Tapi pendekatan humanis tetap harus diperhatikan,&amp;rdquo; kata Puan dalam keterangannya, Kamis (18/7/2024).

BACA JUGA:
Kecam OPM Bakar Gedung SMP, DPR Minta Pemerintah Buka Sekolah Darurat

Puan mengatakan, tindakan anarkis OPM harus disikapi dengan penegakan hukum yang tegas. &amp;ldquo;Tapi langkah-langkah strategis yang mengedepankan sisi kemanusiaan juga tetap harus dilakukan,&quot; tutur Puan.
&quot;Perhatikan pendekatan sosial budaya untuk merangkul masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman,&amp;rdquo; imbuhnya.

BACA JUGA:
Rekam Jejak Teranus Enumbi, Pentolan OPM Buruan TNI Polri yang Dikenal Kejam dan Bengis

Puan pun meminta personel TNI-Polri memastikan keamanan dan kondusivitas di Puncak Jaya pascaterjadinya kerusuhan. Ia juga mendorong optimalisasi kolaborasi dan kekompakan personel TNI/Polri dalam menyelesaikan konflik di Papua.
&amp;ldquo;Semua upaya ini demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat di Papua,&amp;rdquo; ucap Puan.Diketahui, situasi di Puncak Jaya, Papua Tengah, sempat memanas usai tiga anggota OPM tewas ditembak oleh anggota TNI pada Selasa (16/7/2024) lalu. Penembakan tersebut bermula saat sejumlah anggota OPM menyerang Satgas Yonif RK 753/AVT.

Massa lalu melancarkan protes dan mengatakan para korban bukan anggota OPM. Buntut protes itu, sebanyak enam unit mobil milik TNI-Polri dibakar massa. Mereka juga meminta ganti rugi total Rp 3 miliar untuk ketiga orang yang ditembak sebagai denda adat.

Personel TNI sendiri telah menyita satu pucuk pistol rakitan dan bendera Bintang Kejora usai menembak mati 3 anggota OPM tersebut. Barang bukti itu diduga milik kelompok OPM pimpinan Teranus Enumbi yang terus menerus meneror warga sipil. Kelompok ini juga disebut sering merusak fasilitas umum hingga menyerang aparat keamanan.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNC8xLzE4MDMwNi81L3g4eHhvamc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti kondisi yang sempat memanas usai tiga anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) dilumpuhkan pada Selasa 16 Juli 2024 lalu. Puan meminta Pemerintah untuk bertindak tegas, namun tetap mengedepankan sisi humanis dalam mengatasi masalah itu.
&amp;ldquo;Pemerintah harus segera ambil langkah tegas yang komperhensif dalam menyelesaikan permasalahan di Papua ini mengingat kejadian terus berulang. Tapi pendekatan humanis tetap harus diperhatikan,&amp;rdquo; kata Puan dalam keterangannya, Kamis (18/7/2024).

BACA JUGA:
Kecam OPM Bakar Gedung SMP, DPR Minta Pemerintah Buka Sekolah Darurat

Puan mengatakan, tindakan anarkis OPM harus disikapi dengan penegakan hukum yang tegas. &amp;ldquo;Tapi langkah-langkah strategis yang mengedepankan sisi kemanusiaan juga tetap harus dilakukan,&quot; tutur Puan.
&quot;Perhatikan pendekatan sosial budaya untuk merangkul masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman,&amp;rdquo; imbuhnya.

BACA JUGA:
Rekam Jejak Teranus Enumbi, Pentolan OPM Buruan TNI Polri yang Dikenal Kejam dan Bengis

Puan pun meminta personel TNI-Polri memastikan keamanan dan kondusivitas di Puncak Jaya pascaterjadinya kerusuhan. Ia juga mendorong optimalisasi kolaborasi dan kekompakan personel TNI/Polri dalam menyelesaikan konflik di Papua.
&amp;ldquo;Semua upaya ini demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat di Papua,&amp;rdquo; ucap Puan.Diketahui, situasi di Puncak Jaya, Papua Tengah, sempat memanas usai tiga anggota OPM tewas ditembak oleh anggota TNI pada Selasa (16/7/2024) lalu. Penembakan tersebut bermula saat sejumlah anggota OPM menyerang Satgas Yonif RK 753/AVT.

Massa lalu melancarkan protes dan mengatakan para korban bukan anggota OPM. Buntut protes itu, sebanyak enam unit mobil milik TNI-Polri dibakar massa. Mereka juga meminta ganti rugi total Rp 3 miliar untuk ketiga orang yang ditembak sebagai denda adat.

Personel TNI sendiri telah menyita satu pucuk pistol rakitan dan bendera Bintang Kejora usai menembak mati 3 anggota OPM tersebut. Barang bukti itu diduga milik kelompok OPM pimpinan Teranus Enumbi yang terus menerus meneror warga sipil. Kelompok ini juga disebut sering merusak fasilitas umum hingga menyerang aparat keamanan.



</content:encoded></item></channel></rss>
