<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mayat dengan Kepala Terbungkus dan Kaki Tangan Diikat Ternyata Pekerja di TPST Bantargebang</title><description>Sehari-hari Waryanto bekerja untuk membersihkan kawasan TPST Bantargebang, salah satunya memotong rumput.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/18/338/3036055/mayat-dengan-kepala-terbungkus-dan-kaki-tangan-diikat-ternyata-pekerja-di-tpst-bantargebang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/18/338/3036055/mayat-dengan-kepala-terbungkus-dan-kaki-tangan-diikat-ternyata-pekerja-di-tpst-bantargebang"/><item><title>Mayat dengan Kepala Terbungkus dan Kaki Tangan Diikat Ternyata Pekerja di TPST Bantargebang</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/18/338/3036055/mayat-dengan-kepala-terbungkus-dan-kaki-tangan-diikat-ternyata-pekerja-di-tpst-bantargebang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/18/338/3036055/mayat-dengan-kepala-terbungkus-dan-kaki-tangan-diikat-ternyata-pekerja-di-tpst-bantargebang</guid><pubDate>Kamis 18 Juli 2024 13:38 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/18/338/3036055/mayat-dengan-kepala-terbungkus-dan-kaki-tangan-diikat-ternyata-pekerja-di-tpst-bantargebang-yWwFz3Cxpz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi mayat (Foto: Dok Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/18/338/3036055/mayat-dengan-kepala-terbungkus-dan-kaki-tangan-diikat-ternyata-pekerja-di-tpst-bantargebang-yWwFz3Cxpz.jpg</image><title>Ilustrasi mayat (Foto: Dok Freepik)</title></images><description>BEKASI - Jasad pria yang ditemukan di saluran air di belakang tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi pada Rabu 17 Juli 2024 bernama Waryanto (51). Ia sehari-hari bekerja di TPST Bantargebang.

&quot;Alhamdulillah, identitas sudah kami temukan, almarhum adalah pegawai dari TPST sini namanya Pak Waryanto informasi beliau sudah lama bekerja di TPST sini,&quot; ujar Kapolsek Bantargebang AKP Ririn Sri Damayanti, Kamis (17/7/2024).

BACA JUGA:
Kronologi Penemuan Mayat Pria Terikat di TPST Bantargebang, Kepala Dibungkus Karung hingga Dimakan Biawak


Sehari-hari Waryanto bekerja untuk membersihkan kawasan TPST Bantargebang, salah satunya memotong rumput. Waryanto disebut telah bekerja selama sepuluh tahun.

&quot;Beliau sudah bekerja sekitar sepuluh tahun,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Diduga Dibunuh, Mayat Pria dalam Selokan di Bandung Ternyata Warga Cianjur


Jasad Waryanto ditemukan warga yang hendak memancing di saluran air. Polisi masih melakukan penyelidikan ada atau tidaknya dugaan pembunuhan dalam kasus ini.

&quot;Sambil menunggu autopsi kita sudah melakukan penyelidikan mohon doanya agar kami bisa mengungkap dan menemukan apa yang sebenarnya terjadi di TKP ini,&quot; ujarnya.

Sejauh ini, polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi. Saksi yang diperiksa termasuk pria yang pertama kali menemukan jenazah.

&quot;Ada empat (saksi) salah satunya pak T yang mau memancing belut di saluran ini,&quot; tutupnya.

Sebelumnya, mayat mengapung ditemukan di saluran air penampungan belakang TPST Bantargebang, Kota Bekasi. Mayat tersebut ditemukan dalam kondisi kaki dan tangan terikat.

BACA JUGA:
Kronologi Wartawan Wanita Dilecehkan di KRL, Pelaku Rekam Bagian Intimnya&amp;nbsp;




Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Muhammad Firdaus mengatakan mayat ditemukan pada Rabu 17 Juli. Peristiwa bermula saat seorang saksi bernama Tiyo (28) hendak memancing di saluran air.



&quot;Peristiwa bermula sekitar pukul 16.00 WIB saksi Tiyo bersama Nurdin sedang mau mancing belut di tepi saluran tersebut,&quot; kata Firdaus, Kamis 18 Juli 2024.

</description><content:encoded>BEKASI - Jasad pria yang ditemukan di saluran air di belakang tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi pada Rabu 17 Juli 2024 bernama Waryanto (51). Ia sehari-hari bekerja di TPST Bantargebang.

&quot;Alhamdulillah, identitas sudah kami temukan, almarhum adalah pegawai dari TPST sini namanya Pak Waryanto informasi beliau sudah lama bekerja di TPST sini,&quot; ujar Kapolsek Bantargebang AKP Ririn Sri Damayanti, Kamis (17/7/2024).

BACA JUGA:
Kronologi Penemuan Mayat Pria Terikat di TPST Bantargebang, Kepala Dibungkus Karung hingga Dimakan Biawak


Sehari-hari Waryanto bekerja untuk membersihkan kawasan TPST Bantargebang, salah satunya memotong rumput. Waryanto disebut telah bekerja selama sepuluh tahun.

&quot;Beliau sudah bekerja sekitar sepuluh tahun,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Diduga Dibunuh, Mayat Pria dalam Selokan di Bandung Ternyata Warga Cianjur


Jasad Waryanto ditemukan warga yang hendak memancing di saluran air. Polisi masih melakukan penyelidikan ada atau tidaknya dugaan pembunuhan dalam kasus ini.

&quot;Sambil menunggu autopsi kita sudah melakukan penyelidikan mohon doanya agar kami bisa mengungkap dan menemukan apa yang sebenarnya terjadi di TKP ini,&quot; ujarnya.

Sejauh ini, polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi. Saksi yang diperiksa termasuk pria yang pertama kali menemukan jenazah.

&quot;Ada empat (saksi) salah satunya pak T yang mau memancing belut di saluran ini,&quot; tutupnya.

Sebelumnya, mayat mengapung ditemukan di saluran air penampungan belakang TPST Bantargebang, Kota Bekasi. Mayat tersebut ditemukan dalam kondisi kaki dan tangan terikat.

BACA JUGA:
Kronologi Wartawan Wanita Dilecehkan di KRL, Pelaku Rekam Bagian Intimnya&amp;nbsp;




Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Muhammad Firdaus mengatakan mayat ditemukan pada Rabu 17 Juli. Peristiwa bermula saat seorang saksi bernama Tiyo (28) hendak memancing di saluran air.



&quot;Peristiwa bermula sekitar pukul 16.00 WIB saksi Tiyo bersama Nurdin sedang mau mancing belut di tepi saluran tersebut,&quot; kata Firdaus, Kamis 18 Juli 2024.

</content:encoded></item></channel></rss>
