<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Seorang Ibu Membiarkan Putri Balitanya Bermain dengan Ratusan Anak Buaya</title><description>Foto ini menunjukkan gadis tak kenal takut itu dengan gembira berbaring di kolam, ditutupi dengan beberapa anak buaya.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/19/18/3036628/seorang-ibu-membiarkan-putri-balitanya-bermain-dengan-ratusan-anak-buaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/19/18/3036628/seorang-ibu-membiarkan-putri-balitanya-bermain-dengan-ratusan-anak-buaya"/><item><title>Seorang Ibu Membiarkan Putri Balitanya Bermain dengan Ratusan Anak Buaya</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/19/18/3036628/seorang-ibu-membiarkan-putri-balitanya-bermain-dengan-ratusan-anak-buaya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/19/18/3036628/seorang-ibu-membiarkan-putri-balitanya-bermain-dengan-ratusan-anak-buaya</guid><pubDate>Jum'at 19 Juli 2024 14:29 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/19/18/3036628/seorang-ibu-membiarkan-putri-balitanya-bermain-dengan-ratusan-anak-buaya-c9zkFkkLLD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Seorang ibu membiarkan putri balitanya bermain dengan ratusan anak buaya (Foto: SCMP/TikTok)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/19/18/3036628/seorang-ibu-membiarkan-putri-balitanya-bermain-dengan-ratusan-anak-buaya-c9zkFkkLLD.jpg</image><title>Seorang ibu membiarkan putri balitanya bermain dengan ratusan anak buaya (Foto: SCMP/TikTok)</title></images><description>THAILAND - Gambar seorang anak perempuan berusia empat tahun di Thailand bermain dengan ratusan buaya yang baru lahir telah memicu kekhawatiran dan kritikan pedas di dunia maya.
Menurut saluran TV Thailand Thaich8 News, pada awal Juli, seorang ibu asal  Thailand Kwanrudee Siripreecha mengunggah beberapa video putrinya bermain dengan lebih dari 200 bayi buaya.
Foto ini menunjukkan gadis tak kenal takut itu dengan gembira berbaring di kolam, ditutupi dengan banyak anak buaya. Balita itu juga terlihat memegang beberapa anak buaya.


BACA JUGA:
Mirip Kasus Kopi Sianida Jessica Wongso, Ini Kronologi 6 Turis Asing Tewas Usai Minum Teh Sianida di Thailand


Profil Facebook Kwanrudee menunjukkan bahwa dia menjalankan peternakan buaya di Thailand.


BACA JUGA:
Polisi Thailand Sebut Keracunan Sianida Membunuh 6 Warga Asing di Hotel Bangkok, Termasuk Tersangka


Thailand adalah salah satu produsen dan eksportir produk buaya terbesar di dunia, termasuk kulit, daging, dan produk sampingan lainnya.
Menurut Departemen Perikanan Thailand, negara ini memiliki lebih dari 1.000 peternakan yang menghasilkan 1,2 juta buaya.

Sumber online menunjukkan bahwa produk berbahan dasar buaya, seperti tas tangan Himalaya Birkin, biasanya bisa dijual dengan harga hingga 2,4 juta baht (USD66.000) sementara setelan kulit buaya bisa dijual dengan harga sekitar 200.000 baht.

Daging reptil ini dijual dengan harga hingga 300 baht (USD8) per kilo.

Kwanrudee mengatakan kepada Thaich8 News bahwa putrinya telah terpesona dengan bayi buaya sejak dia berusia dua tahun.

&amp;ldquo;Putri saya suka memasukkan reptil yang baru lahir ke dalam mangkuk air dan melihat mereka berenang,&amp;rdquo; katanya.
Kwanrudee mengatakan buaya yang diajak bermain putrinya berumur kurang dari 15 hari.

&amp;ldquo;Mereka belum tumbuh gigi, jadi mereka tidak menggigit,&amp;rdquo; lanjutnya.



Dia juga memantau putrinya dengan cermat saat dia bermain dan akan menariknya keluar dari kolam jika ada tanda-tanda bahaya.



&amp;ldquo;Saat bayi buaya ini tumbuh lebih besar, tumbuh lebih banyak gigi, dan memiliki kulit lebih tebal, putri saya tidak bisa lagi bermain dengan mereka,&amp;rdquo; katanya.



Namun, sang ibu menuai kritikan pedas di media sosial.



&amp;ldquo;Bahkan jika bayi buaya tidak menggigit putri Anda, airnya mungkin penuh dengan sekresi dan bakteri mereka,&amp;rdquo; tulis seorang warganet.



&amp;ldquo;Bermain dengan buaya mungkin membuat anak-anak lain salah paham akan bahaya yang mereka timbulkan,&amp;rdquo; kata yang lain.



&amp;ldquo;Bukankah ini terlalu berisiko? Jika sesuatu terjadi pada gadis kecil itu, ibunya akan bertanggung jawab secara hukum,&amp;rdquo; ungkap warganet lainnya di Facebook.



</description><content:encoded>THAILAND - Gambar seorang anak perempuan berusia empat tahun di Thailand bermain dengan ratusan buaya yang baru lahir telah memicu kekhawatiran dan kritikan pedas di dunia maya.
Menurut saluran TV Thailand Thaich8 News, pada awal Juli, seorang ibu asal  Thailand Kwanrudee Siripreecha mengunggah beberapa video putrinya bermain dengan lebih dari 200 bayi buaya.
Foto ini menunjukkan gadis tak kenal takut itu dengan gembira berbaring di kolam, ditutupi dengan banyak anak buaya. Balita itu juga terlihat memegang beberapa anak buaya.


BACA JUGA:
Mirip Kasus Kopi Sianida Jessica Wongso, Ini Kronologi 6 Turis Asing Tewas Usai Minum Teh Sianida di Thailand


Profil Facebook Kwanrudee menunjukkan bahwa dia menjalankan peternakan buaya di Thailand.


BACA JUGA:
Polisi Thailand Sebut Keracunan Sianida Membunuh 6 Warga Asing di Hotel Bangkok, Termasuk Tersangka


Thailand adalah salah satu produsen dan eksportir produk buaya terbesar di dunia, termasuk kulit, daging, dan produk sampingan lainnya.
Menurut Departemen Perikanan Thailand, negara ini memiliki lebih dari 1.000 peternakan yang menghasilkan 1,2 juta buaya.

Sumber online menunjukkan bahwa produk berbahan dasar buaya, seperti tas tangan Himalaya Birkin, biasanya bisa dijual dengan harga hingga 2,4 juta baht (USD66.000) sementara setelan kulit buaya bisa dijual dengan harga sekitar 200.000 baht.

Daging reptil ini dijual dengan harga hingga 300 baht (USD8) per kilo.

Kwanrudee mengatakan kepada Thaich8 News bahwa putrinya telah terpesona dengan bayi buaya sejak dia berusia dua tahun.

&amp;ldquo;Putri saya suka memasukkan reptil yang baru lahir ke dalam mangkuk air dan melihat mereka berenang,&amp;rdquo; katanya.
Kwanrudee mengatakan buaya yang diajak bermain putrinya berumur kurang dari 15 hari.

&amp;ldquo;Mereka belum tumbuh gigi, jadi mereka tidak menggigit,&amp;rdquo; lanjutnya.



Dia juga memantau putrinya dengan cermat saat dia bermain dan akan menariknya keluar dari kolam jika ada tanda-tanda bahaya.



&amp;ldquo;Saat bayi buaya ini tumbuh lebih besar, tumbuh lebih banyak gigi, dan memiliki kulit lebih tebal, putri saya tidak bisa lagi bermain dengan mereka,&amp;rdquo; katanya.



Namun, sang ibu menuai kritikan pedas di media sosial.



&amp;ldquo;Bahkan jika bayi buaya tidak menggigit putri Anda, airnya mungkin penuh dengan sekresi dan bakteri mereka,&amp;rdquo; tulis seorang warganet.



&amp;ldquo;Bermain dengan buaya mungkin membuat anak-anak lain salah paham akan bahaya yang mereka timbulkan,&amp;rdquo; kata yang lain.



&amp;ldquo;Bukankah ini terlalu berisiko? Jika sesuatu terjadi pada gadis kecil itu, ibunya akan bertanggung jawab secara hukum,&amp;rdquo; ungkap warganet lainnya di Facebook.



</content:encoded></item></channel></rss>
