<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada, Gelombang Tinggi 4 Meter Intai Perairan Indonesia Ancam Keselamatan Nelayan</title><description>Gelombang tinggi itu potensi terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah-Jawa Timur pada 19 - 20 Juli 2024.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/19/337/3036579/waspada-gelombang-tinggi-4-meter-intai-perairan-indonesia-ancam-keselamatan-nelayan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/19/337/3036579/waspada-gelombang-tinggi-4-meter-intai-perairan-indonesia-ancam-keselamatan-nelayan"/><item><title>Waspada, Gelombang Tinggi 4 Meter Intai Perairan Indonesia Ancam Keselamatan Nelayan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/19/337/3036579/waspada-gelombang-tinggi-4-meter-intai-perairan-indonesia-ancam-keselamatan-nelayan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/19/337/3036579/waspada-gelombang-tinggi-4-meter-intai-perairan-indonesia-ancam-keselamatan-nelayan</guid><pubDate>Jum'at 19 Juli 2024 13:18 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/19/337/3036579/waspada-gelombang-tinggi-4-meter-intai-perairan-indonesia-ancam-keselamatan-nelayan-leL5vcKnHH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi gelombang tinggi (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/19/337/3036579/waspada-gelombang-tinggi-4-meter-intai-perairan-indonesia-ancam-keselamatan-nelayan-leL5vcKnHH.jpg</image><title>Ilustrasi gelombang tinggi (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 4 meter. Gelombang tinggi itu potensi terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah-Jawa Timur pada 19 - 20 Juli 2024.
Menurut BMKG, gelombang tinggi dipengaruhi pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Tenggara - Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 6 - 25 knot. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Timur - Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 10 - 30 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Makassar bagian selatan.
&quot;Kondisi ini, dapat menyebabkan peningkatan gelombang tinggi di kisaran 2.5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia Barat Lampung, Samudra Hindia Selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur,&amp;rdquo; tulis BMKG dalam keterangan resminya.

BACA JUGA:
Mobil Terbalik di Jalan Alternatif Sentul Gegara Ambil Handphone

Kemudian, sejumlah perairan Indonesia juga berpotensi mengalami gelombang setinggi 1.25 - 2.5 meter di perairan utara P. Sabang, perairan barat Aceh - Kep. Mentawai, perairan P. Enggano - Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudra Hindia Barat Aceh - Bengkulu, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Jawa - P. Sumba, Selat Bali - Lombok - Alas - Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu.
Selanjutnya di Samudra Hindia Selatan Banten - Jawa Tengah, perairan Kupang - P. Rote, Samudra Hindia Selatan Kupang, Laut Natuna, Selat Karimata, Laut Jawa, perairan utara Jawa Timur - P. Kangean, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, Teluk Bone, perairan Baubau - Wakatobi, Teluk Tolo, perairan Kep. Banggai - P. Sula.

BACA JUGA:
Segini Gaji dan Kekayaan Mba Ita Wali Kota Semarang yang Dicekal KPK

Daerah lainnya yang juga berpotensi gelombang tinggi di perairan selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku, perairan Kep. Sangihe - Talaud, perairan Halmahera, Laut Halmahera, Laut Seram, perairan selatan Papua Barat, perairan Sorong, perairan Fakfak - Kaimana, perairan P. Buru - P. Seram, Laut Banda, perairan Kep. Kai-Aru, perairan Kep. Sermata - Tanimbar, Laut Arafuru.BMKG mengingatkan potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran.
&amp;rdquo;Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti Perahu Nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m).

BACA JUGA:
Profil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu yang Kantornya Digeledah KPK

Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).
&amp;ldquo;Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,&amp;rdquo; imbaunya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 4 meter. Gelombang tinggi itu potensi terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah-Jawa Timur pada 19 - 20 Juli 2024.
Menurut BMKG, gelombang tinggi dipengaruhi pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Tenggara - Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 6 - 25 knot. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Timur - Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 10 - 30 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Makassar bagian selatan.
&quot;Kondisi ini, dapat menyebabkan peningkatan gelombang tinggi di kisaran 2.5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia Barat Lampung, Samudra Hindia Selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur,&amp;rdquo; tulis BMKG dalam keterangan resminya.

BACA JUGA:
Mobil Terbalik di Jalan Alternatif Sentul Gegara Ambil Handphone

Kemudian, sejumlah perairan Indonesia juga berpotensi mengalami gelombang setinggi 1.25 - 2.5 meter di perairan utara P. Sabang, perairan barat Aceh - Kep. Mentawai, perairan P. Enggano - Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudra Hindia Barat Aceh - Bengkulu, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Jawa - P. Sumba, Selat Bali - Lombok - Alas - Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu.
Selanjutnya di Samudra Hindia Selatan Banten - Jawa Tengah, perairan Kupang - P. Rote, Samudra Hindia Selatan Kupang, Laut Natuna, Selat Karimata, Laut Jawa, perairan utara Jawa Timur - P. Kangean, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, Teluk Bone, perairan Baubau - Wakatobi, Teluk Tolo, perairan Kep. Banggai - P. Sula.

BACA JUGA:
Segini Gaji dan Kekayaan Mba Ita Wali Kota Semarang yang Dicekal KPK

Daerah lainnya yang juga berpotensi gelombang tinggi di perairan selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku, perairan Kep. Sangihe - Talaud, perairan Halmahera, Laut Halmahera, Laut Seram, perairan selatan Papua Barat, perairan Sorong, perairan Fakfak - Kaimana, perairan P. Buru - P. Seram, Laut Banda, perairan Kep. Kai-Aru, perairan Kep. Sermata - Tanimbar, Laut Arafuru.BMKG mengingatkan potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran.
&amp;rdquo;Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti Perahu Nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m).

BACA JUGA:
Profil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu yang Kantornya Digeledah KPK

Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).
&amp;ldquo;Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,&amp;rdquo; imbaunya.</content:encoded></item></channel></rss>
