<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Benarkah Suhu Dingin yang Terjadi di Pulau Jawa Dampak dari Musim Dingin Australia? Ini Penjelasannya</title><description>Namun, cuaca di wilayah Jawa mengalami suhu dingin yang seharusnya panas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/20/337/3036416/benarkah-suhu-dingin-yang-terjadi-di-pulau-jawa-dampak-dari-musim-dingin-australia-ini-penjelasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/20/337/3036416/benarkah-suhu-dingin-yang-terjadi-di-pulau-jawa-dampak-dari-musim-dingin-australia-ini-penjelasannya"/><item><title> Benarkah Suhu Dingin yang Terjadi di Pulau Jawa Dampak dari Musim Dingin Australia? Ini Penjelasannya</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/20/337/3036416/benarkah-suhu-dingin-yang-terjadi-di-pulau-jawa-dampak-dari-musim-dingin-australia-ini-penjelasannya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/20/337/3036416/benarkah-suhu-dingin-yang-terjadi-di-pulau-jawa-dampak-dari-musim-dingin-australia-ini-penjelasannya</guid><pubDate>Sabtu 20 Juli 2024 07:54 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/19/337/3036416/benarkah-suhu-dingin-yang-terjadi-di-pulau-jawa-dampak-dari-musim-dingin-australia-ini-penjelasannya-sSrIfEGpuU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Jawa alami suhu dingin ( Foto : Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/19/337/3036416/benarkah-suhu-dingin-yang-terjadi-di-pulau-jawa-dampak-dari-musim-dingin-australia-ini-penjelasannya-sSrIfEGpuU.jpg</image><title>Ilustrasi Jawa alami suhu dingin ( Foto : Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Benarkah suhu dingin yang terjadi di Pulau Jawa dampak dari musim dingin Australia? Ini penjelasannya menarik untuk dikulik.
Padahal, Indonesia seharusnya memasuki musim panas. Namun, cuaca di wilayah Jawa mengalami suhu dingin yang seharusnya panas.

BACA JUGA:
Mengenal Angin Monsun Australia yang Jadi Biang Kerok Suhu Dingin di Pulau Jawa&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Lantas benarkah suhu dingin yang terjadi di Pulau Jawa dampak dari musim dingin Australia? Ini penjelasannya:
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukan, suhu minimum di Bandung Raya di antara 16 - 19 derajat celcius. Sedangkan suhu maksimum di antara 29-30 derajat celcius.

BACA JUGA:
 BMKG: Gempa Enggano Bengkulu Tidak Berpotensi Tsunami

Staf Data dan Informasi BMKG Bandung, Yuni Yulianti mengatakan, saat ini di wilayah Bandung Raya dan Jawa Barat umumnya memasuki periode awal musim kemarau.
&quot;Di mana Juli dan Agustus diprediksi merupakan puncak musim kemarau di wilayah Jawa Barat termasuk wilayah Bandung Raya,&quot; ucap Yuni saat dihubungi, Selasa (16/7/2024).
Yuni menjelaskan, angin yang dominan bertiup di wilayah Jabar termasuk Bandung Raya adalah angin monsun Australia atau sering disebut juga dengan angin timuran yang membawa udara dingin dan kering.
Kemudian juga di bulan Juli ini tutupan awan konvektif signifikan ataupun juga tutupan awannya berkurang. Sehingga untuk siang hari panas matahari yang dipancarkan itu maksimum, kemudian karena tidak ada awan maka ketika malam itu panas juga akan dipantulkan secara maksimum lagi, sehingga pada siang hari panasnya terik dan pada malam, dini hari dan pagi hari suhunya menjadi dingin,&quot; jelasnya.
Yuni mengatakan, berdasarkan catatan BMKG Bandung suhu terendah di Juli ini mencapai 16,2 derajat celcius pada Senin (15/7/2024). Pihaknya memprediksi hal ini masih akan berlangsung sampai dengan Agustus nanti.
&quot;Agustus itu diprediksi merupakan puncak musim kemarau, jadi suhunya masih seperti ini untuk dini hari dan pagi hari, masih pada kisaran di antara 16-19 derajat celcius. Kemudian untuk siang harinya masih pada kisaran di antara 29-30 derajat celcius,&quot; terangnya.
&quot;Jadi fenomena ini, suhu dingin di pagi hari diprediksi secara empiris akan berlangsung hingga Agustus,&quot; tambahnya.
Menurutnya, perbedaan suhu ini akan sedikit banyak berdampak terhadap kesehatan. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk memperbanyak minum air putih.
</description><content:encoded>JAKARTA - Benarkah suhu dingin yang terjadi di Pulau Jawa dampak dari musim dingin Australia? Ini penjelasannya menarik untuk dikulik.
Padahal, Indonesia seharusnya memasuki musim panas. Namun, cuaca di wilayah Jawa mengalami suhu dingin yang seharusnya panas.

BACA JUGA:
Mengenal Angin Monsun Australia yang Jadi Biang Kerok Suhu Dingin di Pulau Jawa&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Lantas benarkah suhu dingin yang terjadi di Pulau Jawa dampak dari musim dingin Australia? Ini penjelasannya:
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukan, suhu minimum di Bandung Raya di antara 16 - 19 derajat celcius. Sedangkan suhu maksimum di antara 29-30 derajat celcius.

BACA JUGA:
 BMKG: Gempa Enggano Bengkulu Tidak Berpotensi Tsunami

Staf Data dan Informasi BMKG Bandung, Yuni Yulianti mengatakan, saat ini di wilayah Bandung Raya dan Jawa Barat umumnya memasuki periode awal musim kemarau.
&quot;Di mana Juli dan Agustus diprediksi merupakan puncak musim kemarau di wilayah Jawa Barat termasuk wilayah Bandung Raya,&quot; ucap Yuni saat dihubungi, Selasa (16/7/2024).
Yuni menjelaskan, angin yang dominan bertiup di wilayah Jabar termasuk Bandung Raya adalah angin monsun Australia atau sering disebut juga dengan angin timuran yang membawa udara dingin dan kering.
Kemudian juga di bulan Juli ini tutupan awan konvektif signifikan ataupun juga tutupan awannya berkurang. Sehingga untuk siang hari panas matahari yang dipancarkan itu maksimum, kemudian karena tidak ada awan maka ketika malam itu panas juga akan dipantulkan secara maksimum lagi, sehingga pada siang hari panasnya terik dan pada malam, dini hari dan pagi hari suhunya menjadi dingin,&quot; jelasnya.
Yuni mengatakan, berdasarkan catatan BMKG Bandung suhu terendah di Juli ini mencapai 16,2 derajat celcius pada Senin (15/7/2024). Pihaknya memprediksi hal ini masih akan berlangsung sampai dengan Agustus nanti.
&quot;Agustus itu diprediksi merupakan puncak musim kemarau, jadi suhunya masih seperti ini untuk dini hari dan pagi hari, masih pada kisaran di antara 16-19 derajat celcius. Kemudian untuk siang harinya masih pada kisaran di antara 29-30 derajat celcius,&quot; terangnya.
&quot;Jadi fenomena ini, suhu dingin di pagi hari diprediksi secara empiris akan berlangsung hingga Agustus,&quot; tambahnya.
Menurutnya, perbedaan suhu ini akan sedikit banyak berdampak terhadap kesehatan. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk memperbanyak minum air putih.
</content:encoded></item></channel></rss>
