<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tim Sinkronisasi Prabowo-Gibran Pastikan Riset Makan Siang Gratis Tak Pakai Anggaran Negara</title><description>Sayangnya, Hasan tak mengungkap lebih jauh soal sumber pendanaan riset tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/20/337/3036897/tim-sinkronisasi-prabowo-gibran-pastikan-riset-makan-siang-gratis-tak-pakai-anggaran-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/20/337/3036897/tim-sinkronisasi-prabowo-gibran-pastikan-riset-makan-siang-gratis-tak-pakai-anggaran-negara"/><item><title>Tim Sinkronisasi Prabowo-Gibran Pastikan Riset Makan Siang Gratis Tak Pakai Anggaran Negara</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/20/337/3036897/tim-sinkronisasi-prabowo-gibran-pastikan-riset-makan-siang-gratis-tak-pakai-anggaran-negara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/20/337/3036897/tim-sinkronisasi-prabowo-gibran-pastikan-riset-makan-siang-gratis-tak-pakai-anggaran-negara</guid><pubDate>Sabtu 20 Juli 2024 04:30 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/20/337/3036897/tim-sinkronisasi-prabowo-gibran-pastikan-riset-makan-siang-gratis-tak-pakai-anggaran-negara-ICA5iWNciI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tim Sinkronisasi Prabowo-Gibran (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/20/337/3036897/tim-sinkronisasi-prabowo-gibran-pastikan-riset-makan-siang-gratis-tak-pakai-anggaran-negara-ICA5iWNciI.jpg</image><title>Tim Sinkronisasi Prabowo-Gibran (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8xOS8yMC8xODI5NTYvNS94OTJnYm04&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Anggota Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran&amp;nbsp;Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi memastikan riset yang tengah dilakukan oleh sejumlah tim pakar terkait program makan bergizi gratis tidak menggunakan anggaran negara.
Hasan menjelaskan, anggaran negara yang dipersiapkan untuk program makan bergizi gratis ini baru dipersiapkan postur anggarannya pada tahun 2025 mendatang. Terlebih, Prabowo Subianto selaku Presiden terpilih juga belum dilantik.
&quot;Jadi ketika melaksanakan riset juga tentu tidak bisa menggunakan instrumen-instrumen pemerintah,&quot; kata Hasan dalam jumpa persnya di media center Prabowo-Gibran, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (19/7/2024).

BACA JUGA:
Prabowo-Gibran Bantah Isu Makan Bergizi Jadi Rp7.500 per Anak

Sayangnya, Hasan tak mengungkap lebih jauh soal sumber pendanaan riset tersebut. Yang pasti, kata dia, riset ini tengah dilakukan di seluruh wilayah Indonesia yang turut menyertakan siswa SD, SMP, SMA, hingga ibu hamil.

BACA JUGA:
Ungkap Alasan Lantik Keponakan Prabowo Jadi Wamenkeu, Jokowi: Memuluskan Keberlanjutan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Kita berharap, mereka (tim pakar) bisa menjalankan riset dengan tenang, tanpa gangguan. Sehingga nanti hasilnya itu bisa betul-betul optimal dan bisa dijalankan dengan baik nanti,&quot; ujarnya.

Sebelumnya, Hasan menyampaikan bahwa terkait program makan bergizi gratis untuk siswa masih dilakukan riset oleh sejumlah pakar. Salah satunya untuk menentukan besaran harga persatuannya.

&quot;Saat ini tim pakar sedang melakukan pilot project, uji coba, ini itu evidence base by riset. Dari sana kita akan mendapatkan finding speending apa saja temuannya, apa yang diperbaiki yang harus diantisipasi, dan pada akhirnya itu mendapatkan kesimpulan,&quot; tuturnya.





</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8xOS8yMC8xODI5NTYvNS94OTJnYm04&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Anggota Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran&amp;nbsp;Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi memastikan riset yang tengah dilakukan oleh sejumlah tim pakar terkait program makan bergizi gratis tidak menggunakan anggaran negara.
Hasan menjelaskan, anggaran negara yang dipersiapkan untuk program makan bergizi gratis ini baru dipersiapkan postur anggarannya pada tahun 2025 mendatang. Terlebih, Prabowo Subianto selaku Presiden terpilih juga belum dilantik.
&quot;Jadi ketika melaksanakan riset juga tentu tidak bisa menggunakan instrumen-instrumen pemerintah,&quot; kata Hasan dalam jumpa persnya di media center Prabowo-Gibran, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (19/7/2024).

BACA JUGA:
Prabowo-Gibran Bantah Isu Makan Bergizi Jadi Rp7.500 per Anak

Sayangnya, Hasan tak mengungkap lebih jauh soal sumber pendanaan riset tersebut. Yang pasti, kata dia, riset ini tengah dilakukan di seluruh wilayah Indonesia yang turut menyertakan siswa SD, SMP, SMA, hingga ibu hamil.

BACA JUGA:
Ungkap Alasan Lantik Keponakan Prabowo Jadi Wamenkeu, Jokowi: Memuluskan Keberlanjutan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Kita berharap, mereka (tim pakar) bisa menjalankan riset dengan tenang, tanpa gangguan. Sehingga nanti hasilnya itu bisa betul-betul optimal dan bisa dijalankan dengan baik nanti,&quot; ujarnya.

Sebelumnya, Hasan menyampaikan bahwa terkait program makan bergizi gratis untuk siswa masih dilakukan riset oleh sejumlah pakar. Salah satunya untuk menentukan besaran harga persatuannya.

&quot;Saat ini tim pakar sedang melakukan pilot project, uji coba, ini itu evidence base by riset. Dari sana kita akan mendapatkan finding speending apa saja temuannya, apa yang diperbaiki yang harus diantisipasi, dan pada akhirnya itu mendapatkan kesimpulan,&quot; tuturnya.





</content:encoded></item></channel></rss>
