<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bertemu Presiden Israel, Zainul Maarif Terbukti Melanggar Etik dan Mundur dari Unusia</title><description>Zainul Maarif dinyatakan melanggar etik buntut kunjungannya bertemu Presiden Israel, Isaac Herzog.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/20/337/3036974/bertemu-presiden-israel-zainul-maarif-terbukti-melanggar-etik-dan-mundur-dari-unusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/20/337/3036974/bertemu-presiden-israel-zainul-maarif-terbukti-melanggar-etik-dan-mundur-dari-unusia"/><item><title>Bertemu Presiden Israel, Zainul Maarif Terbukti Melanggar Etik dan Mundur dari Unusia</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/20/337/3036974/bertemu-presiden-israel-zainul-maarif-terbukti-melanggar-etik-dan-mundur-dari-unusia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/20/337/3036974/bertemu-presiden-israel-zainul-maarif-terbukti-melanggar-etik-dan-mundur-dari-unusia</guid><pubDate>Sabtu 20 Juli 2024 10:45 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/20/337/3036974/bertemu-presiden-israel-zainul-maarif-terbukti-melanggar-etik-dan-mundur-dari-unusia-7jPFbWH1us.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Zainul Maarif (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/20/337/3036974/bertemu-presiden-israel-zainul-maarif-terbukti-melanggar-etik-dan-mundur-dari-unusia-7jPFbWH1us.jpg</image><title>Zainul Maarif (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8xOC8xLzE4MjkxOC81L3g5MmRqam8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Cendikiawan Nahdlatul Ulama (NU) Zainul Maarif menjalani sidang di Mahkamah Etik Pegawai Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) pada 17 Juli 2024. Dalam sidang, Zainul Maarif dinyatakan melanggar etik buntut kunjungannya bertemu Presiden Israel, Isaac Herzog.

&quot;Sidang memutuskan bahwa yang bersangkutan terbukti melakukan pelanggaran etik,&quot; ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat Unusia Dwi Putri dalam keterangannya, dikutip Sabtu (20/7/2024).

BACA JUGA:
Sepeda Listrik Terjaring Operasi Patuh Jaya di Bangkalan


Zainul Maarif juga menyatakan mundur sebagai pegawai Unusia. Pernyataan mundur disampaikan secara tertulis oleh yang bersangkutan pada 19 Juli 2024.

Menurut Dwi, dalam proses klarifikasi, Zain Maarif telah mengonfirmasi beberapa pertanyaan yang diajukan Mahkamah Etik tentang seluruh aktivitas yang berkaitan dengan kegiatan di Israel, mulai dari pemberangkatan, selama di sana, sampai setelah pulang dari Israel.

BACA JUGA:
Emak-Emak Dibekap Perampok saat Nonton TV di Rumah, Uang dan Perhiasan Raib


Berdasarkan hasil klarifikasi, Mahkamah Etik Pegawai menyimpulkan, bahwa aktivitas Zainul Maarif ke Israel merupakan undangan pribadi dan tidak memiliki sangkut paut sama sekali dengan Unusia. Namun, yang bersangkutan menggunakan atribut Unusia tanpa meminta dan mendapat persetujuan Pimpinan Unusia.

&quot;Tindakan dan perbuatan yang bersangkutan ke Israel tidak mewakili sikap Unusia dan justru bertolak belakang, serta berdampak negatif terhadap Unusia sebagai institusi pendidikan tempat yang bersangkutan bekerja,&quot; katanya.

Selanjutnya, terlepas bahwa tindakan dan perbuatan yang bersangkutan merupakan bagian dari ekspresi kebebasan berpendapat pribadinya sebagai warga negara. Namun, tindakan dan perbuatan berupa kunjungan, pertemuan-pertemuan, dan mengunggah foto serta video beserta caption di media sosial, menunjukan tidak adanya kepekaan dan sensibilitas terhadap kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel terhadap Palestina.



Tindakan tersebut juga dapat dimaknai melegitimasi perbuatan rezim Israel terhadap warga Palestina, yang bertentangan dengan sikap resmi Jam&amp;rsquo;iyah Nahdlatul Ulama yang mendukung perjuangan warga Palestina.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8xOC8xLzE4MjkxOC81L3g5MmRqam8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Cendikiawan Nahdlatul Ulama (NU) Zainul Maarif menjalani sidang di Mahkamah Etik Pegawai Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) pada 17 Juli 2024. Dalam sidang, Zainul Maarif dinyatakan melanggar etik buntut kunjungannya bertemu Presiden Israel, Isaac Herzog.

&quot;Sidang memutuskan bahwa yang bersangkutan terbukti melakukan pelanggaran etik,&quot; ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat Unusia Dwi Putri dalam keterangannya, dikutip Sabtu (20/7/2024).

BACA JUGA:
Sepeda Listrik Terjaring Operasi Patuh Jaya di Bangkalan


Zainul Maarif juga menyatakan mundur sebagai pegawai Unusia. Pernyataan mundur disampaikan secara tertulis oleh yang bersangkutan pada 19 Juli 2024.

Menurut Dwi, dalam proses klarifikasi, Zain Maarif telah mengonfirmasi beberapa pertanyaan yang diajukan Mahkamah Etik tentang seluruh aktivitas yang berkaitan dengan kegiatan di Israel, mulai dari pemberangkatan, selama di sana, sampai setelah pulang dari Israel.

BACA JUGA:
Emak-Emak Dibekap Perampok saat Nonton TV di Rumah, Uang dan Perhiasan Raib


Berdasarkan hasil klarifikasi, Mahkamah Etik Pegawai menyimpulkan, bahwa aktivitas Zainul Maarif ke Israel merupakan undangan pribadi dan tidak memiliki sangkut paut sama sekali dengan Unusia. Namun, yang bersangkutan menggunakan atribut Unusia tanpa meminta dan mendapat persetujuan Pimpinan Unusia.

&quot;Tindakan dan perbuatan yang bersangkutan ke Israel tidak mewakili sikap Unusia dan justru bertolak belakang, serta berdampak negatif terhadap Unusia sebagai institusi pendidikan tempat yang bersangkutan bekerja,&quot; katanya.

Selanjutnya, terlepas bahwa tindakan dan perbuatan yang bersangkutan merupakan bagian dari ekspresi kebebasan berpendapat pribadinya sebagai warga negara. Namun, tindakan dan perbuatan berupa kunjungan, pertemuan-pertemuan, dan mengunggah foto serta video beserta caption di media sosial, menunjukan tidak adanya kepekaan dan sensibilitas terhadap kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel terhadap Palestina.



Tindakan tersebut juga dapat dimaknai melegitimasi perbuatan rezim Israel terhadap warga Palestina, yang bertentangan dengan sikap resmi Jam&amp;rsquo;iyah Nahdlatul Ulama yang mendukung perjuangan warga Palestina.



</content:encoded></item></channel></rss>
