<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Semeru Erupsi, Masyarakat Waspada Jaga Radius Aman</title><description>Gunung Semeru meluncurkan abu vulkanik dengan kolom 700 meter di atas puncak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/20/337/3037044/gunung-semeru-erupsi-masyarakat-waspada-jaga-radius-aman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/20/337/3037044/gunung-semeru-erupsi-masyarakat-waspada-jaga-radius-aman"/><item><title>Gunung Semeru Erupsi, Masyarakat Waspada Jaga Radius Aman</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/20/337/3037044/gunung-semeru-erupsi-masyarakat-waspada-jaga-radius-aman</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/20/337/3037044/gunung-semeru-erupsi-masyarakat-waspada-jaga-radius-aman</guid><pubDate>Sabtu 20 Juli 2024 14:02 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/20/337/3037044/gunung-semeru-erupsi-masyarakat-waspada-jaga-radius-aman-Cel6Xes2Nh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Semeru (Foto: PVMBG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/20/337/3037044/gunung-semeru-erupsi-masyarakat-waspada-jaga-radius-aman-Cel6Xes2Nh.jpg</image><title>Gunung Semeru (Foto: PVMBG)</title></images><description>JAKARTA - Gunung Semeru kembali erupsi pada Sabtu (20/7/2024) pukul 09.57 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan Gunung Semeru meluncurkan abu vulkanik dengan kolom 700 meter di atas puncak.

Gunung Semeru yang secara administratif terletak dalam dua kabupaten, yaitu Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur itu masih berstatus waspada atau level II.

&amp;ldquo;Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Sabtu, 20 Juli 2024, pukul 09:57 WIB. Tinggi kolom letusan teramati &amp;plusmn; 700 m di atas puncak (&amp;plusmn; 4376 m di atas permukaan laut),&amp;rdquo; ungkap Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Sigit Rian Alfian dalam keterangannya.

BACA JUGA:
Anak Anggota DPRD yang Bunuh Pasutri di Lampung Ternyata Punya Catatan Kriminal Mengerikan


Sigit mengatakan, saat ini abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya dan barat. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 87 detik.

Masyarakat diimbau agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 8 km dari puncak (pusat erupsi).

BACA JUGA:
Gempa M3,8 Guncang Biak Numfor Papua di Kedalaman 10 Km


Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

&amp;ldquo;Tidak beraktivitas dalam radius 3 Km dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),&amp;rdquo; katanya.



Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.



&amp;ldquo;Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,&amp;rdquo; katanya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Gunung Semeru kembali erupsi pada Sabtu (20/7/2024) pukul 09.57 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan Gunung Semeru meluncurkan abu vulkanik dengan kolom 700 meter di atas puncak.

Gunung Semeru yang secara administratif terletak dalam dua kabupaten, yaitu Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur itu masih berstatus waspada atau level II.

&amp;ldquo;Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Sabtu, 20 Juli 2024, pukul 09:57 WIB. Tinggi kolom letusan teramati &amp;plusmn; 700 m di atas puncak (&amp;plusmn; 4376 m di atas permukaan laut),&amp;rdquo; ungkap Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Sigit Rian Alfian dalam keterangannya.

BACA JUGA:
Anak Anggota DPRD yang Bunuh Pasutri di Lampung Ternyata Punya Catatan Kriminal Mengerikan


Sigit mengatakan, saat ini abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya dan barat. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 87 detik.

Masyarakat diimbau agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 8 km dari puncak (pusat erupsi).

BACA JUGA:
Gempa M3,8 Guncang Biak Numfor Papua di Kedalaman 10 Km


Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

&amp;ldquo;Tidak beraktivitas dalam radius 3 Km dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),&amp;rdquo; katanya.



Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.



&amp;ldquo;Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,&amp;rdquo; katanya.

</content:encoded></item></channel></rss>
