<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Buntut Polemik Pembersihan Guru Honorer di Jakarta, Heru Budi Bakal Panggil dan Ultimatum Kepsek   </title><description>Heru Budi Hartono bakal memanggil seluruh pimpinan Kepala Sekolah (Kepsek) se-Jakarta buntut polemik pembersihan guru&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/20/338/3037195/buntut-polemik-pembersihan-guru-honorer-di-jakarta-heru-budi-bakal-panggil-dan-ultimatum-kepsek</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/20/338/3037195/buntut-polemik-pembersihan-guru-honorer-di-jakarta-heru-budi-bakal-panggil-dan-ultimatum-kepsek"/><item><title> Buntut Polemik Pembersihan Guru Honorer di Jakarta, Heru Budi Bakal Panggil dan Ultimatum Kepsek   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/20/338/3037195/buntut-polemik-pembersihan-guru-honorer-di-jakarta-heru-budi-bakal-panggil-dan-ultimatum-kepsek</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/20/338/3037195/buntut-polemik-pembersihan-guru-honorer-di-jakarta-heru-budi-bakal-panggil-dan-ultimatum-kepsek</guid><pubDate>Sabtu 20 Juli 2024 22:31 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/20/338/3037195/buntut-polemik-pembersihan-guru-honorer-di-jakarta-heru-budi-bakal-panggil-dan-ultimatum-kepsek-TIy7hDUYbS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi (foto: dok MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/20/338/3037195/buntut-polemik-pembersihan-guru-honorer-di-jakarta-heru-budi-bakal-panggil-dan-ultimatum-kepsek-TIy7hDUYbS.jpg</image><title>Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi (foto: dok MPI)</title></images><description>
JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono bakal memanggil seluruh pimpinan Kepala Sekolah (Kepsek) se-Jakarta buntut polemik pembersihan guru honorer. Ia juga mengultimatum agar Kepsek tidak asal merekrut tenaga guru honorer tanpa seizin Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta.

&quot;Bagi kepala sekolah untuk tidak merekrut guru tanpa izin dari Dinas Pendidikan. Jadi selama ini kan sporadis kepala sekolah ada yang rekrut, kepala sekolahnya pindah, kepala sekolah baru rekrut, pindah rekrut lagi sehingga ya seperti ini. Maka administrasi kita rapihkan,&quot; tegas Heru kepada wartawan di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7/2024) malam.

BACA JUGA:
 Masuk Bursa Pilgub Jakarta 2024, Heru Budi: Saya Masih Fokus Kerja, Calon Lain Namanya Cukup Baik&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Heru akan mengumpulkan Kepsek se-Jakarta pada Minggu (21/7) siang untuk meluruskan informasi terkait guru honorer.

&quot;Sekali lagi Kepala Dinas Pendidikan melakukan ini dengan tujuan positif, saya ucapkan terima kasih kepada Pak Budi Plt. Dinas Pendidikan yang merapihkan ini. Semua sudah jelas tolong sampaikan kepada masyarakat, sampaikan kepada guru, besok siang saya akan kumpulkan kepala sekolah se-Jakarta supaya informasi ini tidak bias,&quot; ujarnya.

Sebelumnya, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) terus mengawal kondisi guru honorer yang makin memprihatinkan khususnya di wilayah DKI Jakarta imbas adanya kebijakan 'Cleansing' atau pembersihan.

BACA JUGA:
 Pusat Data Nasional Diretas, Heru Budi: Mudah-mudahan Data Milik Pemprov DKI Aman

Diketahui pada 4 Juli 2024, P2G sempat melaksanakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi X DPR-RI untuk membahas kondisi guru Honorer di beberapa daerah di Indonesia, seperti Provinsi Jawa Barat, Provinsi Lampung dan Provinsi DKI Jakarta. Diantaranya Kabupaten Garut, tasikmalaya, Kuningan, Ciamis, Bogor, bekasi, Subang, Indramayu, Banjar, Majalengka, Pangandaran, Lampung Utara, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.

Kepala Bidang Advokasi Guru Iman Zanatul Haeri menyatakan bahwa selepas RDPU dengan Komisi X DPR RI, kondisi guru honorer makin mencekam, terutama di DKI Jakarta.



&amp;ldquo;Pada 5 Juli 2024 atau pada minggu pertama masuk sekolah negeri tahun ajaran baru 2024/2025 di DKI Jakarta, para guru honorer mendapatkan pesan horor yaitu bahwa mereka sejak hari pertama masuk menjadi hari terakhir berada di sekolah. Selain itu Kepala sekolah mengirimkan formulir Cleansing Guru Honorer kepada para guru honorer agar mereka isi,&amp;rdquo; kata Iman dalam keterangannya, Selasa (16/7/2024).



&quot;Total guru honorer di sekolah negeri di DKI Jakarta terdata BKN adalah 4.835. Laporan yang masuk terdampak Cleansing perhari ini sudah 107 guru honorer. Jumlahnya sudah ratusan,&quot; tambahnya.

</description><content:encoded>
JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono bakal memanggil seluruh pimpinan Kepala Sekolah (Kepsek) se-Jakarta buntut polemik pembersihan guru honorer. Ia juga mengultimatum agar Kepsek tidak asal merekrut tenaga guru honorer tanpa seizin Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta.

&quot;Bagi kepala sekolah untuk tidak merekrut guru tanpa izin dari Dinas Pendidikan. Jadi selama ini kan sporadis kepala sekolah ada yang rekrut, kepala sekolahnya pindah, kepala sekolah baru rekrut, pindah rekrut lagi sehingga ya seperti ini. Maka administrasi kita rapihkan,&quot; tegas Heru kepada wartawan di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7/2024) malam.

BACA JUGA:
 Masuk Bursa Pilgub Jakarta 2024, Heru Budi: Saya Masih Fokus Kerja, Calon Lain Namanya Cukup Baik&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Heru akan mengumpulkan Kepsek se-Jakarta pada Minggu (21/7) siang untuk meluruskan informasi terkait guru honorer.

&quot;Sekali lagi Kepala Dinas Pendidikan melakukan ini dengan tujuan positif, saya ucapkan terima kasih kepada Pak Budi Plt. Dinas Pendidikan yang merapihkan ini. Semua sudah jelas tolong sampaikan kepada masyarakat, sampaikan kepada guru, besok siang saya akan kumpulkan kepala sekolah se-Jakarta supaya informasi ini tidak bias,&quot; ujarnya.

Sebelumnya, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) terus mengawal kondisi guru honorer yang makin memprihatinkan khususnya di wilayah DKI Jakarta imbas adanya kebijakan 'Cleansing' atau pembersihan.

BACA JUGA:
 Pusat Data Nasional Diretas, Heru Budi: Mudah-mudahan Data Milik Pemprov DKI Aman

Diketahui pada 4 Juli 2024, P2G sempat melaksanakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi X DPR-RI untuk membahas kondisi guru Honorer di beberapa daerah di Indonesia, seperti Provinsi Jawa Barat, Provinsi Lampung dan Provinsi DKI Jakarta. Diantaranya Kabupaten Garut, tasikmalaya, Kuningan, Ciamis, Bogor, bekasi, Subang, Indramayu, Banjar, Majalengka, Pangandaran, Lampung Utara, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.

Kepala Bidang Advokasi Guru Iman Zanatul Haeri menyatakan bahwa selepas RDPU dengan Komisi X DPR RI, kondisi guru honorer makin mencekam, terutama di DKI Jakarta.



&amp;ldquo;Pada 5 Juli 2024 atau pada minggu pertama masuk sekolah negeri tahun ajaran baru 2024/2025 di DKI Jakarta, para guru honorer mendapatkan pesan horor yaitu bahwa mereka sejak hari pertama masuk menjadi hari terakhir berada di sekolah. Selain itu Kepala sekolah mengirimkan formulir Cleansing Guru Honorer kepada para guru honorer agar mereka isi,&amp;rdquo; kata Iman dalam keterangannya, Selasa (16/7/2024).



&quot;Total guru honorer di sekolah negeri di DKI Jakarta terdata BKN adalah 4.835. Laporan yang masuk terdampak Cleansing perhari ini sudah 107 guru honorer. Jumlahnya sudah ratusan,&quot; tambahnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
