<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lansia Ditemukan Tewas di Tumpukan Kayu Bakar, Polisi Lakukan Autopsi</title><description>Kini mayatnya telah dievakuasi dititipkan ke RS Thomsen Gunungsitoli untuk kemudian dilakukan autopsi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/20/608/3036900/lansia-ditemukan-tewas-di-tumpukan-kayu-bakar-polisi-lakukan-autopsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/20/608/3036900/lansia-ditemukan-tewas-di-tumpukan-kayu-bakar-polisi-lakukan-autopsi"/><item><title>Lansia Ditemukan Tewas di Tumpukan Kayu Bakar, Polisi Lakukan Autopsi</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/20/608/3036900/lansia-ditemukan-tewas-di-tumpukan-kayu-bakar-polisi-lakukan-autopsi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/20/608/3036900/lansia-ditemukan-tewas-di-tumpukan-kayu-bakar-polisi-lakukan-autopsi</guid><pubDate>Sabtu 20 Juli 2024 06:30 WIB</pubDate><dc:creator>Jonirman Tafonao</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/20/608/3036900/lansia-ditemukan-tewas-di-tumpukan-kayu-bakar-polisi-lakukan-autopsi-RUBq3IuzbE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lansia ditemuakan tak bernyawa di tumpukan kayu bakar (Foto: dok polisi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/20/608/3036900/lansia-ditemukan-tewas-di-tumpukan-kayu-bakar-polisi-lakukan-autopsi-RUBq3IuzbE.jpg</image><title>Lansia ditemuakan tak bernyawa di tumpukan kayu bakar (Foto: dok polisi)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8xNC8xLzE4MjgwNS81L3g5MjVvNHk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
NIAS - Sosok mayat lansia berinisial FL alias Ama Gabuyu ditemukan tewas dengan posisi duduk bersandar dengan tumpukan kayu bakar di Dusun III Desa Banua Sibohou, Kecamatan Botomuzoi, Nias, Sumatera Utara pada Jumat 19 Juli 2024.
Kini mayatnya telah dievakuasi dititipkan ke RS Thomsen Gunungsitoli untuk kemudian dilakukan autopsi.
Kapolsek Hiliduho AKP Sonifati Zalukhu menjelaskan, bahwa pada Jumat (19/7/2024) sekira pukul 08.30 Wib, salah seorang warga bernama Nehemia Lase saat melintas di depan rumah korban, saat itu pintu rumah korban dalam keadaan terbuka.

BACA JUGA:
 Geger! Warga Pamijahan Bogor Temukan Mayat Bayi di Saluran Water Way&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Selanjutnya, ketika Nehemia Lase menghampiri rumah sambil memanggil korban, tidak ada jawaban. Karena penasaran Nehemia Lase mendekati pintu dan berusaha mendatangi dapur.
&quot;Pada saat itu Nehemia Lase melihat  posisi korban seperti duduk bersandar dengan tumpukan kayu bakar dalam keadaan tidak bernyawa. Melihat kondisi tersebut ia memberitahukan kepada warga apa yang ia lihat,&quot; kata Sonifati Zalukhu, Jumat (19/7/2024) malam.

BACA JUGA:
Usut Mayat Terikat di TPST Bantargebang, Polisi Tunggu Hasil Autopsi

Menurut dia, setelah mendapatkan laporkan atas kejadian tersebut pihaknya langsung berkoodinasi dengan Puskesmas Botomuzoi untuk mendatangi TKP.Setelah melakukan olah TKP oleh Kepolisian serta pemeriksaan luar tim medis, selanjutnya mayat dibawa ke RS Thomsen Gunungsitoli untuk dititipkan di kamar mayat.

&quot;Mayat kita titipkan di kamar mayat RS Thomsen sambil menunggu koordinasi dengan forensik di Medan untuk dilakukan autopsi agar mendapatkan kepastian penyebab korban meninggal dunia,&quot; ungkapnya.

Dari Informasi yang didapatkan dari warga sekitar, bahwa sekitar 3 tahun korban seorang diri di rumahnya karena istri dan anaknya telah merantau di luar Pulau Nias.



</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8xNC8xLzE4MjgwNS81L3g5MjVvNHk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
NIAS - Sosok mayat lansia berinisial FL alias Ama Gabuyu ditemukan tewas dengan posisi duduk bersandar dengan tumpukan kayu bakar di Dusun III Desa Banua Sibohou, Kecamatan Botomuzoi, Nias, Sumatera Utara pada Jumat 19 Juli 2024.
Kini mayatnya telah dievakuasi dititipkan ke RS Thomsen Gunungsitoli untuk kemudian dilakukan autopsi.
Kapolsek Hiliduho AKP Sonifati Zalukhu menjelaskan, bahwa pada Jumat (19/7/2024) sekira pukul 08.30 Wib, salah seorang warga bernama Nehemia Lase saat melintas di depan rumah korban, saat itu pintu rumah korban dalam keadaan terbuka.

BACA JUGA:
 Geger! Warga Pamijahan Bogor Temukan Mayat Bayi di Saluran Water Way&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Selanjutnya, ketika Nehemia Lase menghampiri rumah sambil memanggil korban, tidak ada jawaban. Karena penasaran Nehemia Lase mendekati pintu dan berusaha mendatangi dapur.
&quot;Pada saat itu Nehemia Lase melihat  posisi korban seperti duduk bersandar dengan tumpukan kayu bakar dalam keadaan tidak bernyawa. Melihat kondisi tersebut ia memberitahukan kepada warga apa yang ia lihat,&quot; kata Sonifati Zalukhu, Jumat (19/7/2024) malam.

BACA JUGA:
Usut Mayat Terikat di TPST Bantargebang, Polisi Tunggu Hasil Autopsi

Menurut dia, setelah mendapatkan laporkan atas kejadian tersebut pihaknya langsung berkoodinasi dengan Puskesmas Botomuzoi untuk mendatangi TKP.Setelah melakukan olah TKP oleh Kepolisian serta pemeriksaan luar tim medis, selanjutnya mayat dibawa ke RS Thomsen Gunungsitoli untuk dititipkan di kamar mayat.

&quot;Mayat kita titipkan di kamar mayat RS Thomsen sambil menunggu koordinasi dengan forensik di Medan untuk dilakukan autopsi agar mendapatkan kepastian penyebab korban meninggal dunia,&quot; ungkapnya.

Dari Informasi yang didapatkan dari warga sekitar, bahwa sekitar 3 tahun korban seorang diri di rumahnya karena istri dan anaknya telah merantau di luar Pulau Nias.



</content:encoded></item></channel></rss>
