<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>    Alami Erupsi, Gunung Merapi Berstatus Siaga   </title><description>Gunung Merapi mengalami erupsi pada Sabtu (20/7/2024) pukul 19.46 WIB. Gunung api tersebut mengeluarkan guguran lava</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/21/337/3037484/alami-erupsi-gunung-merapi-berstatus-siaga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/21/337/3037484/alami-erupsi-gunung-merapi-berstatus-siaga"/><item><title>    Alami Erupsi, Gunung Merapi Berstatus Siaga   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/21/337/3037484/alami-erupsi-gunung-merapi-berstatus-siaga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/21/337/3037484/alami-erupsi-gunung-merapi-berstatus-siaga</guid><pubDate>Minggu 21 Juli 2024 21:30 WIB</pubDate><dc:creator>Ayu Utami Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/21/337/3037484/alami-erupsi-gunung-merapi-berstatus-siaga-tUkLuF1H71.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: dok BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/21/337/3037484/alami-erupsi-gunung-merapi-berstatus-siaga-tUkLuF1H71.jpg</image><title>Illustrasi (foto: dok BNPB)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8xMi8xLzE4MjczNy81L3g5MjBhZnU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Gunung Merapi mengalami erupsi pada Sabtu (20/7/2024) pukul 19.46 WIB. Gunung api tersebut mengeluarkan guguran lava dan awan panas.
Mengutip dari laman Magma Indonesia, laporan aktivitas pada Minggu (21/7/2024)  periode 12:00 - 18:00 WIB status Gunung Merapi tersebut berada di level III atau siaga.
&quot;Gunung api tertutup Kabut 0-III. Asap kawah nihil. Cuaca mendung, angin tenang ke arah barat,&quot; demikian keterangan yang tertera dalam laporan.

BACA JUGA:
Gunung Semeru Erupsi, Masyarakat Waspada Jaga Radius Aman

Selain itu, dalam laporan tersebut terjadi 10 kali gempa dengan amplitudo 3-13 mm dan lama gempa 21.32-155.88 detik. Serta satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 5 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 181.44 detik.
Warga dihimbau untuk tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi berbahaya. Sebab lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi bisa menjangkau wilayah yang berada di radius 3 kilometer dari puncak.

BACA JUGA:
Gunung Ibu Erupsi Lagi, Luncurkan Abu Vulkanik 1.500 Meter
&quot;Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya,&quot; tulis laporan tersebut.
&quot;Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8xMi8xLzE4MjczNy81L3g5MjBhZnU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Gunung Merapi mengalami erupsi pada Sabtu (20/7/2024) pukul 19.46 WIB. Gunung api tersebut mengeluarkan guguran lava dan awan panas.
Mengutip dari laman Magma Indonesia, laporan aktivitas pada Minggu (21/7/2024)  periode 12:00 - 18:00 WIB status Gunung Merapi tersebut berada di level III atau siaga.
&quot;Gunung api tertutup Kabut 0-III. Asap kawah nihil. Cuaca mendung, angin tenang ke arah barat,&quot; demikian keterangan yang tertera dalam laporan.

BACA JUGA:
Gunung Semeru Erupsi, Masyarakat Waspada Jaga Radius Aman

Selain itu, dalam laporan tersebut terjadi 10 kali gempa dengan amplitudo 3-13 mm dan lama gempa 21.32-155.88 detik. Serta satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 5 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 181.44 detik.
Warga dihimbau untuk tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi berbahaya. Sebab lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi bisa menjangkau wilayah yang berada di radius 3 kilometer dari puncak.

BACA JUGA:
Gunung Ibu Erupsi Lagi, Luncurkan Abu Vulkanik 1.500 Meter
&quot;Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya,&quot; tulis laporan tersebut.
&quot;Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
