<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir Tinggi 2 Meter Rendam Halmahera Tengah, BPBD: Kami Cuma Bisa Nonton      </title><description>Banjir setinggi dua meter melanda Halmahera Tengah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/21/340/3037355/banjir-tinggi-2-meter-rendam-halmahera-tengah-bpbd-kami-cuma-bisa-nonton</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/21/340/3037355/banjir-tinggi-2-meter-rendam-halmahera-tengah-bpbd-kami-cuma-bisa-nonton"/><item><title>Banjir Tinggi 2 Meter Rendam Halmahera Tengah, BPBD: Kami Cuma Bisa Nonton      </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/21/340/3037355/banjir-tinggi-2-meter-rendam-halmahera-tengah-bpbd-kami-cuma-bisa-nonton</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/21/340/3037355/banjir-tinggi-2-meter-rendam-halmahera-tengah-bpbd-kami-cuma-bisa-nonton</guid><pubDate>Minggu 21 Juli 2024 14:04 WIB</pubDate><dc:creator>Ismail Sangaji</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/21/340/3037355/banjir-2-meter-rendam-halmahera-tengah-bpbd-kami-cuma-bisa-nonton-J8vsYOAaNa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir setinggi 2 meter terjang Halmahera Tengah. (Foto: Ismail Sangaji)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/21/340/3037355/banjir-2-meter-rendam-halmahera-tengah-bpbd-kami-cuma-bisa-nonton-J8vsYOAaNa.jpg</image><title>Banjir setinggi 2 meter terjang Halmahera Tengah. (Foto: Ismail Sangaji)</title></images><description>


HALTENG - Sejumlah wilayah di Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara, terendam banjir dua minggu terakhir. Tinggi banjir yang mencapai 2 meter membuat Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halteng &amp;lsquo;cuma bisa nonton&amp;rsquo; alias tak bisa berbuat banyak.
Banjir akibat hujan intensitas tinggi itu merendam Desa Lukolamo, Weda Tengah dengan tinggi banjir dua meter lebih. Banjir makin parah setelah meluapnya Sungai Lukolamo. Sistem drainase yang buruk juga menambah parahnya banjir.

BACA JUGA:
Empat Kecamatan Terdampak Banjir di Kabupaten Luwu Utara Sulsel

Pihak BPBD Halmahera Tengah, Abd. Kadir Djamaludin mengatakan, saat ini pihaknya belum melakukan pendataan warga terdampak lantaran jalur akses darat masih tertutup banjir.
&amp;ldquo;Fokusnya (banjir) cuma di Lukolamo di sini, karena sungai yang besar itu dia meluap terus saluran drainase juga tidak berfungsi. Ketinggian air saat ini sudah melebihi saluran air. Jadi kita tidak bisa berbuat apa-apa paling cuma nonton,&amp;rdquo; kata Kadir, Minggu (21/7/2024).

BACA JUGA:
1.044 Bencana Melanda Indonesia hingga 16 Juli, Banjir Mendominasi

BPBD Halteng juga saat ini belum mengantongi jumlah korban banjir di dua wilayah tersebut sementara langkah penanganan yang akan dilakukan memprioritaskan evakuasi terhadap lansia dan anak-anak.&amp;ldquo;Yang paling utama itu evakuasi lansia jangan mereka terjebak didalam. Kalau korban sementara belum ada. Untuk data warga terdampak belum ada kerena pertambahan penduduk meningkat drastis di Lukolamo,&amp;rdquo; ucapnya.
Selain itu, banjir di wilayah Wairoro, Weda Selatan menyebabkan lahan pertanian dan rumah warga tergenang sejak dua pekan kemarin.</description><content:encoded>


HALTENG - Sejumlah wilayah di Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara, terendam banjir dua minggu terakhir. Tinggi banjir yang mencapai 2 meter membuat Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halteng &amp;lsquo;cuma bisa nonton&amp;rsquo; alias tak bisa berbuat banyak.
Banjir akibat hujan intensitas tinggi itu merendam Desa Lukolamo, Weda Tengah dengan tinggi banjir dua meter lebih. Banjir makin parah setelah meluapnya Sungai Lukolamo. Sistem drainase yang buruk juga menambah parahnya banjir.

BACA JUGA:
Empat Kecamatan Terdampak Banjir di Kabupaten Luwu Utara Sulsel

Pihak BPBD Halmahera Tengah, Abd. Kadir Djamaludin mengatakan, saat ini pihaknya belum melakukan pendataan warga terdampak lantaran jalur akses darat masih tertutup banjir.
&amp;ldquo;Fokusnya (banjir) cuma di Lukolamo di sini, karena sungai yang besar itu dia meluap terus saluran drainase juga tidak berfungsi. Ketinggian air saat ini sudah melebihi saluran air. Jadi kita tidak bisa berbuat apa-apa paling cuma nonton,&amp;rdquo; kata Kadir, Minggu (21/7/2024).

BACA JUGA:
1.044 Bencana Melanda Indonesia hingga 16 Juli, Banjir Mendominasi

BPBD Halteng juga saat ini belum mengantongi jumlah korban banjir di dua wilayah tersebut sementara langkah penanganan yang akan dilakukan memprioritaskan evakuasi terhadap lansia dan anak-anak.&amp;ldquo;Yang paling utama itu evakuasi lansia jangan mereka terjebak didalam. Kalau korban sementara belum ada. Untuk data warga terdampak belum ada kerena pertambahan penduduk meningkat drastis di Lukolamo,&amp;rdquo; ucapnya.
Selain itu, banjir di wilayah Wairoro, Weda Selatan menyebabkan lahan pertanian dan rumah warga tergenang sejak dua pekan kemarin.</content:encoded></item></channel></rss>
