<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rumah Pasutri di Sukabumi Roboh, Sudah Tiga Bulan Miring tapi Tak Dapat Bantuan   </title><description>Rumah roboh terjadi di Kampung Cibalok RT 01 RW 03 Desa Ginanjar, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/21/525/3037364/rumah-pasutri-di-sukabumi-roboh-sudah-tiga-bulan-miring-tapi-tak-dapat-bantuan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/21/525/3037364/rumah-pasutri-di-sukabumi-roboh-sudah-tiga-bulan-miring-tapi-tak-dapat-bantuan"/><item><title>Rumah Pasutri di Sukabumi Roboh, Sudah Tiga Bulan Miring tapi Tak Dapat Bantuan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/21/525/3037364/rumah-pasutri-di-sukabumi-roboh-sudah-tiga-bulan-miring-tapi-tak-dapat-bantuan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/21/525/3037364/rumah-pasutri-di-sukabumi-roboh-sudah-tiga-bulan-miring-tapi-tak-dapat-bantuan</guid><pubDate>Minggu 21 Juli 2024 14:40 WIB</pubDate><dc:creator>Ilham Nugraha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/21/525/3037364/rumah-pasutri-di-sukabumi-roboh-sudah-tiga-bulan-miring-tapi-tak-dapat-bantuan-vpxXuMfp1q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rumah pasutri di Sukabumi mengalami kerusakan parah. (Foto: Ilham Nugraha)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/21/525/3037364/rumah-pasutri-di-sukabumi-roboh-sudah-tiga-bulan-miring-tapi-tak-dapat-bantuan-vpxXuMfp1q.jpg</image><title>Rumah pasutri di Sukabumi mengalami kerusakan parah. (Foto: Ilham Nugraha)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xNS8xLzE4MDcyNy81L3g4eWpibWs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SUKABUMI - Nasib pilu dialami pasangan suami istri (pasutri) Hadi (64) dan Yati (49). Rumah warga Kampung Cibalok RT 01 RW 03 Desa Ginanjar, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, roboh pada Minggu pagi (21/7/2024). Selama ini, pasutri itu hidup dalam kemiskinan dan tak mendapatkan bantuan perbaikan rumah dari pemerintah setempat.

Rumah berukuran 6x5 meter ini dihuni oleh Hadi, seorang buruh harian lepas, dan istrinya. Kondisi rumah sudah lama memprihatinkan dengan dinding bambu yang mulai miring. Tak lagi kuat menahan beban, rumah itu pun roboh.

BACA JUGA:
4.500 Warga Mengungsi Akibat Banjir Rob di Karawang, 3 Rumah Roboh Diterjang Air Laut

Meski lokasinya tidak jauh dari lintasan tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) dan dekat dengan kecamatan penyangga antara Bogor dan Sukabumi, rumah pasangan suami istri ini tampaknya terabaikan dari perhatian pemerintah.

&quot;Saya sudah beberapa kali melaporkan kondisi rumah ini kepada pemerintah desa setempat, namun tetap dibiarkan. Tadi pagi saya mendapat laporan bahwa rumah tersebut roboh, dan warga bergotong royong membongkarnya,&quot; kata Andra, warga sekitar.

BACA JUGA:
 Pipa PDAM di Cibangkong Bandung Pecah, 2 Rumah Roboh dan 79 KK Terdampak&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Menurut Andra, kondisi rumah tersebut sudah mengkhawatirkan sejak tiga bulan lalu. Dinding bambu yang miring dan struktur bangunan yang nyaris roboh seharusnya menjadi perhatian serius.

&quot;Kurang lebih tiga bulan ke belakang saya melihat rumah tersebut sudah miring dan nyaris roboh. Eh, tadi pagi dapat laporan rumah itu roboh,&quot; ungkap Andra.Menanggapi kejadian ini, Camat Ciambar Arif Solihin menyatakan bahwa pihaknya akan segera mengambil tindakan.



&quot;Saya barusan sudah berkomunikasi dengan kepala desa, dan siap untuk menangani masalah ini. Kami dari kecamatan akan berupaya mencari bantuan tambahan untuk penanganannya,&quot; tegas Arif.







</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xNS8xLzE4MDcyNy81L3g4eWpibWs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SUKABUMI - Nasib pilu dialami pasangan suami istri (pasutri) Hadi (64) dan Yati (49). Rumah warga Kampung Cibalok RT 01 RW 03 Desa Ginanjar, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, roboh pada Minggu pagi (21/7/2024). Selama ini, pasutri itu hidup dalam kemiskinan dan tak mendapatkan bantuan perbaikan rumah dari pemerintah setempat.

Rumah berukuran 6x5 meter ini dihuni oleh Hadi, seorang buruh harian lepas, dan istrinya. Kondisi rumah sudah lama memprihatinkan dengan dinding bambu yang mulai miring. Tak lagi kuat menahan beban, rumah itu pun roboh.

BACA JUGA:
4.500 Warga Mengungsi Akibat Banjir Rob di Karawang, 3 Rumah Roboh Diterjang Air Laut

Meski lokasinya tidak jauh dari lintasan tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) dan dekat dengan kecamatan penyangga antara Bogor dan Sukabumi, rumah pasangan suami istri ini tampaknya terabaikan dari perhatian pemerintah.

&quot;Saya sudah beberapa kali melaporkan kondisi rumah ini kepada pemerintah desa setempat, namun tetap dibiarkan. Tadi pagi saya mendapat laporan bahwa rumah tersebut roboh, dan warga bergotong royong membongkarnya,&quot; kata Andra, warga sekitar.

BACA JUGA:
 Pipa PDAM di Cibangkong Bandung Pecah, 2 Rumah Roboh dan 79 KK Terdampak&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Menurut Andra, kondisi rumah tersebut sudah mengkhawatirkan sejak tiga bulan lalu. Dinding bambu yang miring dan struktur bangunan yang nyaris roboh seharusnya menjadi perhatian serius.

&quot;Kurang lebih tiga bulan ke belakang saya melihat rumah tersebut sudah miring dan nyaris roboh. Eh, tadi pagi dapat laporan rumah itu roboh,&quot; ungkap Andra.Menanggapi kejadian ini, Camat Ciambar Arif Solihin menyatakan bahwa pihaknya akan segera mengambil tindakan.



&quot;Saya barusan sudah berkomunikasi dengan kepala desa, dan siap untuk menangani masalah ini. Kami dari kecamatan akan berupaya mencari bantuan tambahan untuk penanganannya,&quot; tegas Arif.







</content:encoded></item></channel></rss>
