<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Moeldoko Tolak Usulan TNI Boleh Berbisnis!</title><description>Moeldoko mengatakan, bahwa pihaknya tidak setuju dengan usulan anggota TNI yang bisa dan menjalankan bisnis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/22/337/3038015/moeldoko-tolak-usulan-tni-boleh-berbisnis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/22/337/3038015/moeldoko-tolak-usulan-tni-boleh-berbisnis"/><item><title>Moeldoko Tolak Usulan TNI Boleh Berbisnis!</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/22/337/3038015/moeldoko-tolak-usulan-tni-boleh-berbisnis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/22/337/3038015/moeldoko-tolak-usulan-tni-boleh-berbisnis</guid><pubDate>Senin 22 Juli 2024 22:08 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/22/337/3038015/moeldoko-tolak-usulan-tni-boleh-berbisnis-DJS1gH2HFg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Moeldoko (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/22/337/3038015/moeldoko-tolak-usulan-tni-boleh-berbisnis-DJS1gH2HFg.jpg</image><title>Moeldoko (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8yNy8xLzE4MTEzMS81L3g4ejU0dGc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, bahwa pihaknya tidak setuju dengan usulan anggota TNI boleh menjalankan bisnis.
&quot;Saya secara pribadi tidak setuju TNI boleh bisnis. Nanti gimana urusan kerjaannya ? TNI profesional. Jangan bergeser dari itu,&quot; kata Moeldoko di Kantor KSP, Jakarta, Senin (22/7/2024).
Menurut Moeldoko, TNI dulu memiliki yayasan untuk berbisnis. Namun, saat ini yayasan untuk berbisnis tersebut sudah tidak ada lagi.
&quot;Kalau dulu, TNI memiliki yayasan. Akhirnya lembaga lembaga yayasan yang cenderung digunakan untuk alat bisnis sudah tidak ada lagi di TNI,&quot; kata Moeldoko.

BACA JUGA:
Breaking News! Gempa M5,7 Guncang Maluku Tenggara

Moeldoko pun meminta semua pihak untuk ikut mengawal perkembangan dari revisi Undang Undang TNI/Polri.
&quot;Saya pikir semua dari kita ikut mengawal, ikut melihat perkembangannya. Saya selalu mengatakan masyarakat jangan terlalu kuatir. Bahwa TNI akan kembali, enggak,&quot; kata Moeldoko.

BACA JUGA:
Bolehkan TNI Berbisnis, KSAD: Anggota Kami Banyak yang Jadi Ojol



Moeldoko berharap masyarakat tidak perlu menanggapi secara berlebihan dan khawatir. Sebab, dirinya meyakini bahwa TNI saat ini ingin menjadi profesional.

&quot;Kalau dulu masyarakat yang menginginkan tni profesional. Sekarang justru TNI yang menginginkan, jadikan kami prajurit yang profesional. Syaratnya apa ? Supaya kebutuhan alutsista nya dilengkapi, kesejahteraannya juga diperbaiki. Itu. Jadi menurut saya tidak perlu berlebihan mensikapi itu,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8yNy8xLzE4MTEzMS81L3g4ejU0dGc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, bahwa pihaknya tidak setuju dengan usulan anggota TNI boleh menjalankan bisnis.
&quot;Saya secara pribadi tidak setuju TNI boleh bisnis. Nanti gimana urusan kerjaannya ? TNI profesional. Jangan bergeser dari itu,&quot; kata Moeldoko di Kantor KSP, Jakarta, Senin (22/7/2024).
Menurut Moeldoko, TNI dulu memiliki yayasan untuk berbisnis. Namun, saat ini yayasan untuk berbisnis tersebut sudah tidak ada lagi.
&quot;Kalau dulu, TNI memiliki yayasan. Akhirnya lembaga lembaga yayasan yang cenderung digunakan untuk alat bisnis sudah tidak ada lagi di TNI,&quot; kata Moeldoko.

BACA JUGA:
Breaking News! Gempa M5,7 Guncang Maluku Tenggara

Moeldoko pun meminta semua pihak untuk ikut mengawal perkembangan dari revisi Undang Undang TNI/Polri.
&quot;Saya pikir semua dari kita ikut mengawal, ikut melihat perkembangannya. Saya selalu mengatakan masyarakat jangan terlalu kuatir. Bahwa TNI akan kembali, enggak,&quot; kata Moeldoko.

BACA JUGA:
Bolehkan TNI Berbisnis, KSAD: Anggota Kami Banyak yang Jadi Ojol



Moeldoko berharap masyarakat tidak perlu menanggapi secara berlebihan dan khawatir. Sebab, dirinya meyakini bahwa TNI saat ini ingin menjadi profesional.

&quot;Kalau dulu masyarakat yang menginginkan tni profesional. Sekarang justru TNI yang menginginkan, jadikan kami prajurit yang profesional. Syaratnya apa ? Supaya kebutuhan alutsista nya dilengkapi, kesejahteraannya juga diperbaiki. Itu. Jadi menurut saya tidak perlu berlebihan mensikapi itu,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
