<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Petugas Damkar Bongkar Kerusakan Alat, Wawali Depok: Kalau Ada Masalah Jangan Diviralin</title><description>Imam berharap ketika ada masalah tidak perlu dibawa ke publik apalagi media sosial (medsos).</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/22/338/3037755/petugas-damkar-bongkar-kerusakan-alat-wawali-depok-kalau-ada-masalah-jangan-diviralin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/22/338/3037755/petugas-damkar-bongkar-kerusakan-alat-wawali-depok-kalau-ada-masalah-jangan-diviralin"/><item><title>Petugas Damkar Bongkar Kerusakan Alat, Wawali Depok: Kalau Ada Masalah Jangan Diviralin</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/22/338/3037755/petugas-damkar-bongkar-kerusakan-alat-wawali-depok-kalau-ada-masalah-jangan-diviralin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/22/338/3037755/petugas-damkar-bongkar-kerusakan-alat-wawali-depok-kalau-ada-masalah-jangan-diviralin</guid><pubDate>Senin 22 Juli 2024 14:10 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/22/338/3037755/petugas-damkar-bongkar-kerusakan-alat-wawali-depok-kalau-ada-masalah-jangan-diviralin-8uWzurKzqV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petugas Damkar Depok viral usai bongkar kerusakan sarpras di dinas tempatnya bekerja. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/22/338/3037755/petugas-damkar-bongkar-kerusakan-alat-wawali-depok-kalau-ada-masalah-jangan-diviralin-8uWzurKzqV.jpg</image><title>Petugas Damkar Depok viral usai bongkar kerusakan sarpras di dinas tempatnya bekerja. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8yMS8xLzE4MzAxMy81L3g5MmtueTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
DEPOK - Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono mengomentari viral personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) UPT Cimanggis yang membuka sejumlah masalah di tempatnya bekerja. Imam berharap ketika ada masalah tidak perlu dibawa ke publik apalagi media sosial (medsos).

&quot;Oh damkar, ya kemarin yang diviralin alat untuk motong pohon, kan motong pohon enggak cuma di Damkar. Jadi kalau ada kesulitan di Damkar, kita koordinasi dengan DLHK. Selama ini juga DLHK yang bekerja, jadi enggak usah khawatir, kerja enggak sendiri, pasti kita punya sistem dan untuk pohon, kita banyak dibantu oleh DLHK,&quot; kata Imam kepada wartawan di Balai Kota Depok, Senin (22/7/2024).

BACA JUGA:
Sandi Petugas Damkar Depok Kembali Bikin Video: Lebih Baik Dicap Penghianat Dinas!

Imam mengatakan, jika ada masalah sebaiknya diselesaikan secara internal terlebih dahulu sebelum sampai ke publik. Dia pun menyebutkan hal itu berhubungan dengan etika seorang pegawai atau pekerja.

&quot;Sebuah etika lah ya. Apalagi sudah digaji oleh negara, digaji oleh pemerintah Kota Depok, sebaiknya sesuatu yang kurang di dalam, kita perbaiki bersama-sama. Jangan dibuat dikeluarin (ke medsos) ya,&quot; tukasnya.

BACA JUGA:
Viral Anggota Damkar Room Tour Kerusakan Alat, Pemkot Depok: Anggaran Cuma Rp700 Juta untuk 29 Kendaraan!

Imam menegaskan personel yang membuat gaduh akan mendapatkan pembinaan. Ia mengultimatum seluruh ASN dan non-ASN Kota Depok agar kalau ada permasalahan dikomunikasikan ke pimpinan masing-masing instansi terlebih dahulu.

&quot;Kita bekerja bersama-sama dalam membantu masyarakat. Jadi tolong bagi siapapun, ASN maupun non-ASN yang ada di Kota Depok Jika ada apa-apa tidak usah dibawa ke luar karena ASN punya Panca Parasetya. Yang pasti semuanya harus menjadi bagian dikomunikasikan ke dalam. Termasuk di dalamnya harusnya para non-ASN juga yang telah diberikan manfaat oleh pemerintah Kota Depok, enggak usahlah dibawa keluar persoalan-persoalan yang ada. Dibawa ke pimpinan silakan, dipecahkan bersama silakan,&quot; ungkapnya.Sebelumnya, viral pesan kritik seorang petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kota Depok bergaya 'room tour' memamerkan kerusakan sejumlah sarana prasarana (sarpras) seperti gergaji mesin hingga rem tangan unit pemadam tak berfungsi di media sosial (medsos). Bahkan petugas damkar mengeluhkan lamanya respons perbaikan dari pimpinan Damkar Kota Depok.



Selanjutnya, petugas itu menaiki sebuah mobil damkar dan memperlihatkan kondisi rem tangan yang tidak laik fungsi. Ia curhat kondisi itu membuat petugas cemas saat bertugas turun ke jalan memadamkan api.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8yMS8xLzE4MzAxMy81L3g5MmtueTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
DEPOK - Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono mengomentari viral personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) UPT Cimanggis yang membuka sejumlah masalah di tempatnya bekerja. Imam berharap ketika ada masalah tidak perlu dibawa ke publik apalagi media sosial (medsos).

&quot;Oh damkar, ya kemarin yang diviralin alat untuk motong pohon, kan motong pohon enggak cuma di Damkar. Jadi kalau ada kesulitan di Damkar, kita koordinasi dengan DLHK. Selama ini juga DLHK yang bekerja, jadi enggak usah khawatir, kerja enggak sendiri, pasti kita punya sistem dan untuk pohon, kita banyak dibantu oleh DLHK,&quot; kata Imam kepada wartawan di Balai Kota Depok, Senin (22/7/2024).

BACA JUGA:
Sandi Petugas Damkar Depok Kembali Bikin Video: Lebih Baik Dicap Penghianat Dinas!

Imam mengatakan, jika ada masalah sebaiknya diselesaikan secara internal terlebih dahulu sebelum sampai ke publik. Dia pun menyebutkan hal itu berhubungan dengan etika seorang pegawai atau pekerja.

&quot;Sebuah etika lah ya. Apalagi sudah digaji oleh negara, digaji oleh pemerintah Kota Depok, sebaiknya sesuatu yang kurang di dalam, kita perbaiki bersama-sama. Jangan dibuat dikeluarin (ke medsos) ya,&quot; tukasnya.

BACA JUGA:
Viral Anggota Damkar Room Tour Kerusakan Alat, Pemkot Depok: Anggaran Cuma Rp700 Juta untuk 29 Kendaraan!

Imam menegaskan personel yang membuat gaduh akan mendapatkan pembinaan. Ia mengultimatum seluruh ASN dan non-ASN Kota Depok agar kalau ada permasalahan dikomunikasikan ke pimpinan masing-masing instansi terlebih dahulu.

&quot;Kita bekerja bersama-sama dalam membantu masyarakat. Jadi tolong bagi siapapun, ASN maupun non-ASN yang ada di Kota Depok Jika ada apa-apa tidak usah dibawa ke luar karena ASN punya Panca Parasetya. Yang pasti semuanya harus menjadi bagian dikomunikasikan ke dalam. Termasuk di dalamnya harusnya para non-ASN juga yang telah diberikan manfaat oleh pemerintah Kota Depok, enggak usahlah dibawa keluar persoalan-persoalan yang ada. Dibawa ke pimpinan silakan, dipecahkan bersama silakan,&quot; ungkapnya.Sebelumnya, viral pesan kritik seorang petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kota Depok bergaya 'room tour' memamerkan kerusakan sejumlah sarana prasarana (sarpras) seperti gergaji mesin hingga rem tangan unit pemadam tak berfungsi di media sosial (medsos). Bahkan petugas damkar mengeluhkan lamanya respons perbaikan dari pimpinan Damkar Kota Depok.



Selanjutnya, petugas itu menaiki sebuah mobil damkar dan memperlihatkan kondisi rem tangan yang tidak laik fungsi. Ia curhat kondisi itu membuat petugas cemas saat bertugas turun ke jalan memadamkan api.</content:encoded></item></channel></rss>
