<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir Besar Terjang Desa di Halmahera Tengah Akibat Sungai Kobe Meluap</title><description>Banjir parah merendam Desa Lilief Waibulan di Kecamatan Weda Tengah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/22/340/3037563/banjir-besar-terjang-desa-di-halmahera-tengah-akibat-sungai-kobe-meluap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/22/340/3037563/banjir-besar-terjang-desa-di-halmahera-tengah-akibat-sungai-kobe-meluap"/><item><title>Banjir Besar Terjang Desa di Halmahera Tengah Akibat Sungai Kobe Meluap</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/22/340/3037563/banjir-besar-terjang-desa-di-halmahera-tengah-akibat-sungai-kobe-meluap</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/22/340/3037563/banjir-besar-terjang-desa-di-halmahera-tengah-akibat-sungai-kobe-meluap</guid><pubDate>Senin 22 Juli 2024 07:54 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/22/340/3037563/banjir-besar-terjang-desa-di-halmahera-tengah-akibat-sungai-kobe-meluap-l9eaedpTrm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir di Halmahera Tengah/BNPB</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/22/340/3037563/banjir-besar-terjang-desa-di-halmahera-tengah-akibat-sungai-kobe-meluap-l9eaedpTrm.jpg</image><title>Banjir di Halmahera Tengah/BNPB</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8xMi8xLzE4Mjc0Ni81L3g5MjE1c2s=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

MALUKU UTARA &amp;ndash; Banjir merendam Desa Lilief Waibulan di Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara akibat meluapnya Sungai Kobe, pada Minggu, 21 Juli 2024.
Banjir juga disebabkan oleh intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Provinsi Maluku Utara sejak Sabtu (20/7).

BACA JUGA:
5 Fakta Pelajar SD Menantang Maut ke Sekolah, Jembatan Putus Diterjang Banjir

&amp;ldquo;Banjir diperparah dengan adanya air pasang laut di daerah tersebut. Ketinggian muka air mencapai satu meter,&amp;rdquo; ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Senin (22/7/2024).

BACA JUGA:
Curah Hujan di Jakarta Meningkat Akhir Juli dan Agustus 2024, Waspada Banjir!&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Tengah masih melakukan upaya penanganan darurat berupa evakuasi warga terdampak dan pendataan korban terdampak serta kaji cepat kerugian materil.
BNPB mengimbau masyarakat Kabupaten Halmahera Utara untuk selalu waspada akan adanya banjir susulan mengingat prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga tinggi pada Senin (22/7).


&amp;ldquo;Jika terjadi hujan lebat lebih dari satu jam, warga diharap mengungsi ke tempat yang lebih aman,&amp;rdquo; ujarnya.

Sebagai antisipasi dampak banjir, warga dapat menyimpan dan mengamankan barang berharga seperti dokumen ataupun peralatan elektronik dengan membungkus plastik,&amp;rdquo;pungkasnya.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8xMi8xLzE4Mjc0Ni81L3g5MjE1c2s=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

MALUKU UTARA &amp;ndash; Banjir merendam Desa Lilief Waibulan di Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara akibat meluapnya Sungai Kobe, pada Minggu, 21 Juli 2024.
Banjir juga disebabkan oleh intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Provinsi Maluku Utara sejak Sabtu (20/7).

BACA JUGA:
5 Fakta Pelajar SD Menantang Maut ke Sekolah, Jembatan Putus Diterjang Banjir

&amp;ldquo;Banjir diperparah dengan adanya air pasang laut di daerah tersebut. Ketinggian muka air mencapai satu meter,&amp;rdquo; ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Senin (22/7/2024).

BACA JUGA:
Curah Hujan di Jakarta Meningkat Akhir Juli dan Agustus 2024, Waspada Banjir!&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Tengah masih melakukan upaya penanganan darurat berupa evakuasi warga terdampak dan pendataan korban terdampak serta kaji cepat kerugian materil.
BNPB mengimbau masyarakat Kabupaten Halmahera Utara untuk selalu waspada akan adanya banjir susulan mengingat prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga tinggi pada Senin (22/7).


&amp;ldquo;Jika terjadi hujan lebat lebih dari satu jam, warga diharap mengungsi ke tempat yang lebih aman,&amp;rdquo; ujarnya.

Sebagai antisipasi dampak banjir, warga dapat menyimpan dan mengamankan barang berharga seperti dokumen ataupun peralatan elektronik dengan membungkus plastik,&amp;rdquo;pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
